Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisis Ekologi Persalinan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan di Indonesia

View through CrossRef
Policies to encourage childbirth in health care facilities were emphasized to reduce maternal mortality rates that are still high in Indonesia. The study was aimed at analyzing population, socio-economic, and resource input variables related to childbirth in health care facilities. This study used an ecological study approach (an aggregate study) sourced from the 2018 Indonesia Health Profi le. Bivariate analysis was performed using scatter plots and Pearson correlation tests. The results showed a wide disparity in terms of childbirth in health care facilities coverage. Maluku was the province with the lowest coverage (45.18%), while the highest coverage was achieved by DKI Jakarta (100%). The results of scatter plots and bivariate tests showed that the more population in a province, the higher the coverage of delivery in health care facilities, the deeper and worse the poverty in a province, the lower the coverage of delivery in health care facilities. The more obstetrician and hospitals in a province, there was a tendency for coverage of births in health care facilities to be higher. In conclusion, population, the ratio of obstetricians, and the ratio of hospitals have a positive relationship with deliveries in healthcare facilities. In contrast, the Poverty Depth and Severity Index has a tendency to had a negative relationship with the coverage of deliveries in health care facilities. It was recommended that the government formulate specifi c policies to target regions with a small population, poor and have a small number of obstetricians and hospitals. Abstrak Kebijakan mendorong persalinan di fasilitas pelayanan kesehatan ditekankan untuk menurunkan angka kematian ibu yang masih tinggi di Indonesia. Studi ditujukan untuk menganalisis variabel kependudukan, sosial-ekonomi dan input sumber daya yang berhubungan dengan persalinan di fasilitas pelayanan kesehatan. Desain studi menggunakan pendekatan studi ekologi (studi agregat) bersumber data Profi l Kesehatan Indonesia Tahun 2018. Analisis bivariat dilakukan dengan menggunakan scatter plot dan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan disparitas persentase cakupan persalinan ke fasilitas pelayanan kesehatan yang sangat lebar, Provinsi Maluku memiliki cakupan paling rendah (45,18%), sementara cakupan tertinggi dicapai Provinsi DKI Jakarta (100%). Hasil scatter plot dan uji bivariat menunjukkan bahwa semakin banyak jumlah penduduk pada suatu provinsi maka ada kecenderungan cakupan persalinan di fasilitas pelayanan kesehatan menjadi semakin tinggi. Semakin dalam dan parah kemiskinan pada suatu provinsi maka ada kecenderungan cakupan persalinan di fasilitas pelayanan kesehatan menjadi semakin rendah. Semakin banyak dokter spesialis obgyn dan rumah sakit pada suatu provinsi maka ada kecenderungan cakupan persalinan di fasilitas pelayanan kesehatan menjadi semakin tinggi. Disimpulkan bahwa jumlah penduduk, rasio dokter spesialis obgyn dan rasio rumah sakit (RS) memiliki hubungan positif, sementara Indeks Kedalaman dan Keparahan Kemiskinan memiliki kecenderungan hubungan negatif dengan cakupan persalinan di fasilitas pelayanan kesehatan. Disarankan pemerintah menyusun kebijakan khusus pada sasaran wilayah dengan jumlah penduduk sedikit, miskin dan memiliki dokter spesialis obgyn dan RS yang sedikit.
Title: Analisis Ekologi Persalinan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan di Indonesia
Description:
Policies to encourage childbirth in health care facilities were emphasized to reduce maternal mortality rates that are still high in Indonesia.
The study was aimed at analyzing population, socio-economic, and resource input variables related to childbirth in health care facilities.
This study used an ecological study approach (an aggregate study) sourced from the 2018 Indonesia Health Profi le.
Bivariate analysis was performed using scatter plots and Pearson correlation tests.
The results showed a wide disparity in terms of childbirth in health care facilities coverage.
Maluku was the province with the lowest coverage (45.
18%), while the highest coverage was achieved by DKI Jakarta (100%).
The results of scatter plots and bivariate tests showed that the more population in a province, the higher the coverage of delivery in health care facilities, the deeper and worse the poverty in a province, the lower the coverage of delivery in health care facilities.
The more obstetrician and hospitals in a province, there was a tendency for coverage of births in health care facilities to be higher.
In conclusion, population, the ratio of obstetricians, and the ratio of hospitals have a positive relationship with deliveries in healthcare facilities.
In contrast, the Poverty Depth and Severity Index has a tendency to had a negative relationship with the coverage of deliveries in health care facilities.
It was recommended that the government formulate specifi c policies to target regions with a small population, poor and have a small number of obstetricians and hospitals.
Abstrak Kebijakan mendorong persalinan di fasilitas pelayanan kesehatan ditekankan untuk menurunkan angka kematian ibu yang masih tinggi di Indonesia.
Studi ditujukan untuk menganalisis variabel kependudukan, sosial-ekonomi dan input sumber daya yang berhubungan dengan persalinan di fasilitas pelayanan kesehatan.
Desain studi menggunakan pendekatan studi ekologi (studi agregat) bersumber data Profi l Kesehatan Indonesia Tahun 2018.
Analisis bivariat dilakukan dengan menggunakan scatter plot dan uji korelasi Pearson.
Hasil penelitian menunjukkan disparitas persentase cakupan persalinan ke fasilitas pelayanan kesehatan yang sangat lebar, Provinsi Maluku memiliki cakupan paling rendah (45,18%), sementara cakupan tertinggi dicapai Provinsi DKI Jakarta (100%).
Hasil scatter plot dan uji bivariat menunjukkan bahwa semakin banyak jumlah penduduk pada suatu provinsi maka ada kecenderungan cakupan persalinan di fasilitas pelayanan kesehatan menjadi semakin tinggi.
Semakin dalam dan parah kemiskinan pada suatu provinsi maka ada kecenderungan cakupan persalinan di fasilitas pelayanan kesehatan menjadi semakin rendah.
Semakin banyak dokter spesialis obgyn dan rumah sakit pada suatu provinsi maka ada kecenderungan cakupan persalinan di fasilitas pelayanan kesehatan menjadi semakin tinggi.
Disimpulkan bahwa jumlah penduduk, rasio dokter spesialis obgyn dan rasio rumah sakit (RS) memiliki hubungan positif, sementara Indeks Kedalaman dan Keparahan Kemiskinan memiliki kecenderungan hubungan negatif dengan cakupan persalinan di fasilitas pelayanan kesehatan.
Disarankan pemerintah menyusun kebijakan khusus pada sasaran wilayah dengan jumlah penduduk sedikit, miskin dan memiliki dokter spesialis obgyn dan RS yang sedikit.

Related Results

SISTEM RUJUKAN DALAM SISTEM PELAYANAN KESEHATAN MATERNAL PERINATAL DI INDONESIA
SISTEM RUJUKAN DALAM SISTEM PELAYANAN KESEHATAN MATERNAL PERINATAL DI INDONESIA
ABSTRAK Kasus keterlambatan rujukan merupakan salah satu permasalahan utama terjadinya kematian ibu dan bayi di Indonesia. Kematian ibu dan bayi dapat diakibatkan pelayanan d...
Determinan Pemanfaatan Fasilitas Kesehatan sebagai Tempat Persalinan di Kota Palangka Raya
Determinan Pemanfaatan Fasilitas Kesehatan sebagai Tempat Persalinan di Kota Palangka Raya
Data Pusdatin Kemenkes RI, 2017 menunjukkan bahwa Persalinan ditolong tenaga kesehatan di Fasilitas Kesehatan untuk Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2016 sekitar 42, 08 %. Dengan d...
Pengaturan Perizinan Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Berbasis Online Di Indonesia
Pengaturan Perizinan Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Berbasis Online Di Indonesia
Perkembangan teknologi yang semakin maju telah merambat pada sektor kesehatan yang ditandai dengan adanya pelayanan kesehatan berbasis online yang dapat dilakukan dari jarak jauh t...
Dinamika Sosio-Ekologi Pedesaan: Perspektif dan Pertautan Keilmuan Ekologi Manusia, Sosiologi Lingkungan dan Ekologi Politik
Dinamika Sosio-Ekologi Pedesaan: Perspektif dan Pertautan Keilmuan Ekologi Manusia, Sosiologi Lingkungan dan Ekologi Politik
Perkembangan bidang keilmuan ekologi-manusia, sosiologi lingkungan, dan ekologi-politik dipandang sangat impresif, selama dua dekade terakhir. Sekalipun berjalan tidak linier, t...
PENGARUH INDUKSI STIMULASI OKSITOSIN TERHADAP KEBERHASILAN PERSALINAN PERVAGINAM PADA IBU HAMIL POSTTERM
PENGARUH INDUKSI STIMULASI OKSITOSIN TERHADAP KEBERHASILAN PERSALINAN PERVAGINAM PADA IBU HAMIL POSTTERM
Latar Belakang: Induksi persalinan yaitu suatu tindakan yang dilakukan terhadap ibu hamil yang belum dalam persalinan untuk merangsang terjadinya persalinan. Induksi persalinan ter...
Kesehatan Reproduksi Remaja
Kesehatan Reproduksi Remaja
Seksualitas dan kesehatan reproduksi remaja didefinisikan sebagai keadaan sejahtera fisik dan psikis seorang remaja, termasuk keadaan terbebas dari kehamilan yang tak dikehendaki, ...
PEMBERDAYAAN IBU HAMIL TENTANG PERSIAPAN PERSALINAN DI PUSKESMAS ANTANG PRUMNAS KOTA MAKASSAR
PEMBERDAYAAN IBU HAMIL TENTANG PERSIAPAN PERSALINAN DI PUSKESMAS ANTANG PRUMNAS KOTA MAKASSAR
Kelahiran adalah fungsi fisiologis. Tidak heran para ibu ingin melakukan fungsi ini dengan cara yang sesuai untuk mereka. Prasangka orang tersebut sebelum hamil dan latar belakang ...
Analisis Ketersediaan Fasilitas Pelayanan Sosial Ekonomi di Kecamatan Batang Kuis Kabupaten Deli Serdang
Analisis Ketersediaan Fasilitas Pelayanan Sosial Ekonomi di Kecamatan Batang Kuis Kabupaten Deli Serdang
Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui: (1) ketersediaan fasilitas pelayanan sosial (fasilitas pendidikan dan fasilitas kesehatan) di Kecamatan Batang kuis dan (2) Ketersediaan pel...

Back to Top