Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

EFEKTIVITAS ASAP CAIR TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT UNTUK MENGENDALIKAN GANODERMA BONINESE DAN CURVULARIA SP. IN VITRO

View through CrossRef
Kandungan senyawa fenol dan asam organik yang memiliki kemampuan sebagai antimikroba, sehingga TKKS diduga dapat mengendalikan G. boninense dan Curvularia sp. Tujuan penelitian untuk mendapatkan konsentrasi asap cair TKKS terbaik sertamembandingkan asap cair TKKS, tempurung kelapa (TK) dan tempurung kelapa komersil (TKK) yang efektif dalam mengendalikan G. boninense dan Curvularia sp. secara in vitro. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Agustus sampai Oktober 2019 di Laboratorium Patologi, Entomologi, Mikrobiologi dan Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian dan Peternakan, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau; dan di Laboratorium HPLCFakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Riau. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap yg terdiri dari 6 perlakuan meliputi G0 = 20 ml PDA + 0% asap cair + G. boninense,G1 = 19,8 ml PDA + 1% (0,2 ml) asap cair + G. boninense, G2 = 19,6 ml PDA + 2% (0,4 ml) asap cair + G. boninense,G3 = 19,4 ml PDA + 3% (0,6 ml) asap cair + G. boninense,G4 = 19,2 ml PDA + 4% (0,8 ml) asap cair + G. boninense,G5 = 19 ml PDA + 5% (1 ml) asap cair + G. boninense,C0 = 20 ml PDA + 0 % asap cair + Curvularia sp.C1 = 19,8 ml PDA + 1% (0,2 ml) asap cair + Curvularia sp.C2 = 19,6 ml PDA + 2% (0,4 ml) asap cair + Curvularia sp.C3 = 19,4 ml PDA + 3% (0,6 ml) asap cair + Curvularia sp.C4 = 19,2 ml PDA + 4% (0,8 ml) asap cair + Curvularia sp.C5 = 19 ml PDA + 5% (1 ml) asap cair + Curvularia sp. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3kali. Parameter yang diukur adalah morfologi patogen, total fenol asap cair TKKS, uji efektivitas daya hambat, laju pertumbuhan, indeks anti jamur, dan uji komparatif asap cair. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian asap cair mengakibatkan perubahan ukuran diameter koloni patogen,asap cair memiliki total fenol + 9,98%. Konsentrasi asap cair TKKS berpengaruh nyata terhadap efektivitas daya hambat, menekan laju pertumbuhan, indeks anti jamur terhadap G.boninense dan Curvularia sp. Uji komparasi menunjukkan bahwa jenis asap cair tidak berpengaruh tehadap G. boninense, sedangkan terhadap Curvularia sp.berpengaruh nyata. Kesimpulan dari hasil penelitian konsentrasi asap cair TKKS terbaik adalah 5% dan asap cair TK memiliki efektivitas yang lebih tinggi dalam mengendalikan G. boninense, dan Curvularia sp. dengan efektivitas 100%.
Title: EFEKTIVITAS ASAP CAIR TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT UNTUK MENGENDALIKAN GANODERMA BONINESE DAN CURVULARIA SP. IN VITRO
Description:
Kandungan senyawa fenol dan asam organik yang memiliki kemampuan sebagai antimikroba, sehingga TKKS diduga dapat mengendalikan G.
boninense dan Curvularia sp.
Tujuan penelitian untuk mendapatkan konsentrasi asap cair TKKS terbaik sertamembandingkan asap cair TKKS, tempurung kelapa (TK) dan tempurung kelapa komersil (TKK) yang efektif dalam mengendalikan G.
boninense dan Curvularia sp.
secara in vitro.
Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Agustus sampai Oktober 2019 di Laboratorium Patologi, Entomologi, Mikrobiologi dan Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian dan Peternakan, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau; dan di Laboratorium HPLCFakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Riau.
Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap yg terdiri dari 6 perlakuan meliputi G0 = 20 ml PDA + 0% asap cair + G.
boninense,G1 = 19,8 ml PDA + 1% (0,2 ml) asap cair + G.
boninense, G2 = 19,6 ml PDA + 2% (0,4 ml) asap cair + G.
boninense,G3 = 19,4 ml PDA + 3% (0,6 ml) asap cair + G.
boninense,G4 = 19,2 ml PDA + 4% (0,8 ml) asap cair + G.
boninense,G5 = 19 ml PDA + 5% (1 ml) asap cair + G.
boninense,C0 = 20 ml PDA + 0 % asap cair + Curvularia sp.
C1 = 19,8 ml PDA + 1% (0,2 ml) asap cair + Curvularia sp.
C2 = 19,6 ml PDA + 2% (0,4 ml) asap cair + Curvularia sp.
C3 = 19,4 ml PDA + 3% (0,6 ml) asap cair + Curvularia sp.
C4 = 19,2 ml PDA + 4% (0,8 ml) asap cair + Curvularia sp.
C5 = 19 ml PDA + 5% (1 ml) asap cair + Curvularia sp.
Setiap perlakuan diulang sebanyak 3kali.
Parameter yang diukur adalah morfologi patogen, total fenol asap cair TKKS, uji efektivitas daya hambat, laju pertumbuhan, indeks anti jamur, dan uji komparatif asap cair.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian asap cair mengakibatkan perubahan ukuran diameter koloni patogen,asap cair memiliki total fenol + 9,98%.
Konsentrasi asap cair TKKS berpengaruh nyata terhadap efektivitas daya hambat, menekan laju pertumbuhan, indeks anti jamur terhadap G.
boninense dan Curvularia sp.
Uji komparasi menunjukkan bahwa jenis asap cair tidak berpengaruh tehadap G.
boninense, sedangkan terhadap Curvularia sp.
berpengaruh nyata.
Kesimpulan dari hasil penelitian konsentrasi asap cair TKKS terbaik adalah 5% dan asap cair TK memiliki efektivitas yang lebih tinggi dalam mengendalikan G.
boninense, dan Curvularia sp.
dengan efektivitas 100%.

Related Results

PENGARUH BOKASHI TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT TERHADAP HASIL KAILAN (Brassica oleraceae L.)
PENGARUH BOKASHI TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT TERHADAP HASIL KAILAN (Brassica oleraceae L.)
Abstrak : Kailan merupakan salah satu produk  hortikultura yang sangat diminati masyarakat karena kaya kandungan gizi, seperti mineral, vitamin B, vitamin C, serat, antioksidan, ka...
PENGARUH PUPUK ORGANIK TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT TERHADAP PERTUMBUHAN ANAKAN CEMPEDAK (Artocarpus integer) DI PERSEMAIAN
PENGARUH PUPUK ORGANIK TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT TERHADAP PERTUMBUHAN ANAKAN CEMPEDAK (Artocarpus integer) DI PERSEMAIAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan dosis pemberian pupuk organik tandan kosong Kelapa Sawit yang terbaik dalam pertumbuhan anakan Cempedak (Artocarpus integer) ...
PERKEMBANGAN MAGGOT BLACK SOLDIER FLY DALAM BIOPOND BERBAHAN TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT DAN LIMBAH DAPUR
PERKEMBANGAN MAGGOT BLACK SOLDIER FLY DALAM BIOPOND BERBAHAN TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT DAN LIMBAH DAPUR
Tandan kosong umumnya  dimanfaatkan sebagai pembenah tanah, disisi lain potensi tandan kosong kelapa sawit dapat dimanfaatkan menjadi berbagai produk yang memiliki nilai ekonomi ya...
Analisa Penggunaan Abu Bakaran Tandan Kosong Kelapa Sawit Pengganti Sebagian Pasir Terhadap Kuat Tekan Beton
Analisa Penggunaan Abu Bakaran Tandan Kosong Kelapa Sawit Pengganti Sebagian Pasir Terhadap Kuat Tekan Beton
Kabupaten Tapanuli Selatan memilik luas perkebunan sawit sekitar 6.664 Ha dengan produktifitas 78.83 ton sawit pertahun 2021. Dengan demikian jumlah limbah sawit juga terbilang tin...
STUDI PENGOLAHAN LIMBAH TEMPURUNG KELAPA DENGAN METODE PIROLISIS UNTUK MENGHASILKAN ASAP CAIR
STUDI PENGOLAHAN LIMBAH TEMPURUNG KELAPA DENGAN METODE PIROLISIS UNTUK MENGHASILKAN ASAP CAIR
Indonesia merupakan negara penghasil kelapa terbesar di dunia, salah satu daerah yang menghasilkan kelapa adalah Sumatera barat. Bertambahnya produksi kelapa, maka bertambahnya lim...
Analisis Titik Kritis Penjaminan Kualitas Benih Kelapa Sawit di Indonesia
Analisis Titik Kritis Penjaminan Kualitas Benih Kelapa Sawit di Indonesia
Benih kelapa sawit merupakan elemen yang sangat penting dalam menentukan hasil produksi tanaman kelapa sawit. Penggunaan benih sawit berkualitas (unggul) akan memberikan produktifi...
KERAGAMAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA (FMA) DI LAHAN GAMBUT KONVERSI HUTAN ALAM MENJADI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT
KERAGAMAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA (FMA) DI LAHAN GAMBUT KONVERSI HUTAN ALAM MENJADI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaman Fungi Mikoriza Arbuskula(FMA) lahan gambut konversi hutan alam menjadi perkebunan kelapa sawit diKotawaringin Timur. Penelit...

Back to Top