Javascript must be enabled to continue!
Prediksi harga bawang merah rata-rata perbulan menggunakan logika fuzzy metode tsukamoto
View through CrossRef
Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan tanaman umbi yang menjadi kebutuhan masyarakat. Bawang merah menjadi kebutuhan yang tidak dapat terpisahkan. Masyarakat menggunakan bawang merah untuk membuat masakan terasa gurih dan beraroma. DIY penjualan bawang merah melonjak pada saat cuaca kurang bagus di Indonesia tak terkecuali Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Hal tersebut menyebabkan ketersediaan bawang merah dipasaran langka dan harga yang cukup tinggi dari biasanya. Kelangkaan bawang merah disebabkan oleh cuaca, harga bibit tanaman, inflasi, dan hasil tanaman. Oleh karena itu, akan dilakukan prediksi harga bawang merah dipasaran dengan menggunakan metode fuzzy inference system Tsukamoto. Dalam penelitian ini, variabel input dibagi menjadi masing – masing dua himpunan fuzzy yaitu Rendah dan Tinggi. Untuk variabel output (target) yaitu harga bawang merah dibagi menjadi lima himpunan fuzzy yaitu Sangat Rendah, Rendah, Sedang, Tinggi, dan Sangat Tinggi Setelah dilakukan prediksi menggunakan fuzzy metode Tsukamoto dengan data testing selama 5 bulan terakhir didapat hasil harga bawang asli dari bulan Mei, Juni, Juli, Agustus, dan September sebesar 25.000, 20.000, 18.000, 17.000, dan 16.000 sedangkan harga prediksi bawang merah sebesar 25.335, 20.142, 18.994, 18.196, dan 17.406.
Universitas Negeri Yogyakarta
Title: Prediksi harga bawang merah rata-rata perbulan menggunakan logika fuzzy metode tsukamoto
Description:
Bawang merah (Allium ascalonicum L.
) merupakan tanaman umbi yang menjadi kebutuhan masyarakat.
Bawang merah menjadi kebutuhan yang tidak dapat terpisahkan.
Masyarakat menggunakan bawang merah untuk membuat masakan terasa gurih dan beraroma.
DIY penjualan bawang merah melonjak pada saat cuaca kurang bagus di Indonesia tak terkecuali Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Hal tersebut menyebabkan ketersediaan bawang merah dipasaran langka dan harga yang cukup tinggi dari biasanya.
Kelangkaan bawang merah disebabkan oleh cuaca, harga bibit tanaman, inflasi, dan hasil tanaman.
Oleh karena itu, akan dilakukan prediksi harga bawang merah dipasaran dengan menggunakan metode fuzzy inference system Tsukamoto.
Dalam penelitian ini, variabel input dibagi menjadi masing – masing dua himpunan fuzzy yaitu Rendah dan Tinggi.
Untuk variabel output (target) yaitu harga bawang merah dibagi menjadi lima himpunan fuzzy yaitu Sangat Rendah, Rendah, Sedang, Tinggi, dan Sangat Tinggi Setelah dilakukan prediksi menggunakan fuzzy metode Tsukamoto dengan data testing selama 5 bulan terakhir didapat hasil harga bawang asli dari bulan Mei, Juni, Juli, Agustus, dan September sebesar 25.
000, 20.
000, 18.
000, 17.
000, dan 16.
000 sedangkan harga prediksi bawang merah sebesar 25.
335, 20.
142, 18.
994, 18.
196, dan 17.
406.
Related Results
PENGOPTIMALAN PRODUKSI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DENGAN PEMANFAATAN PUPUK KANDANG AYAM
PENGOPTIMALAN PRODUKSI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DENGAN PEMANFAATAN PUPUK KANDANG AYAM
Bawang merah (Allium Ascalonicum L.) merupakan family dari Lilyceae yang berasal dari Asia Tengah, yaitu sekitar Bangladesh, India, dan Pakistan. Bawang merah merupakan salah satu ...
Estimasi Harga Bawang Bawang Di Jawa Timur Menggunakan Model Multilayer Perceptron
Estimasi Harga Bawang Bawang Di Jawa Timur Menggunakan Model Multilayer Perceptron
Indonesia adalah negara yang dikenal dengan beragam produk pertanian. Produk pertanian yang dihasilkan meliputi pangan dan hortikultura. Produk hortikultura yang sering ditanam ole...
POTENSI DAN PELUANG PENGEMBANGAN SENTRA PRODUKSI BAWANG MERAH PROVINSI SUMATERA UTARA
POTENSI DAN PELUANG PENGEMBANGAN SENTRA PRODUKSI BAWANG MERAH PROVINSI SUMATERA UTARA
<pre>Bawang merah memiliki peran strategis dalam perekonomian Provinsi Sumatera Utara. Bawang merah merupakan salah satu komoditas utama sebagai penyumbang inflasi. Namun dem...
Transmisi Harga Bawang Merah Ditingkat Produsen dan Konsumen di Sulawesi Selatan
Transmisi Harga Bawang Merah Ditingkat Produsen dan Konsumen di Sulawesi Selatan
Bawang merah merupakan sub sektor pertanian yang memegang peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi. Harga bawang merah menunjukkan tren perkembangan harga yang berfluktuatif setia...
Optimalisasi Petani Bawang Merah Melalui Alat Pengolah Bawang Merah 3 in 1
Optimalisasi Petani Bawang Merah Melalui Alat Pengolah Bawang Merah 3 in 1
Desa Tegalrejo merupakan salah satu desa penghasil bawang merah di daerah Tulungagung, dengan adanya kelompok tani maka pertanian di desa tersebut terbilang maju dan modern. Suko T...
Analisis Pengaruh Harga Kebutuhan Pangan Pasar Tradisional Terhadap Inflasi Di Kota Makassar
Analisis Pengaruh Harga Kebutuhan Pangan Pasar Tradisional Terhadap Inflasi Di Kota Makassar
Tujuan dari penelitian ini 1). menganalisis perkembangan harga kebutuhan pangan di pasar tradisional di Kota Makassar., 2). menganalisis pengaruh harga bawang merah, harga bawang ...
Strategi Pengembangan Agribisnis Komoditas Bawang Merah di Kabupaten Banyuwangi
Strategi Pengembangan Agribisnis Komoditas Bawang Merah di Kabupaten Banyuwangi
Shallots are vegetable commodities that have long been superior and have been intensively cultivated by many farmers. They belong to the group of non-substituted spices that functi...
Perilaku Harga dan Integrasi Pasar Bawang Merah di Indonesia
Perilaku Harga dan Integrasi Pasar Bawang Merah di Indonesia
<strong>English</strong><br />Shallot is the main spice widely used in the Indonesian food cooking and servings that makes its demand continues increasing althoug...

