Javascript must be enabled to continue!
Perilaku Harga dan Integrasi Pasar Bawang Merah di Indonesia
View through CrossRef
<strong>English</strong><br />Shallot is the main spice widely used in the Indonesian food cooking and servings that makes its demand continues increasing although its price highly fluctuates. This study is intended to analyze price behavior and shallot market integration in Indonesia. This study uses monthly producer and consumer prices data for 2011-2016. The price fluctuation was analyzed with the coefficient of variation. The market integration was analyzed with Johansen's cointegration approach using the Vector Error Correction Model (VECM). The study shows that both producer and consumer prices fluctuations increase after the introduction of Horticultural Product Import Recommendation policy. The Engle-Granger causality test shows that there is no causal relationship between the consumer and producer price of the shallot in Indonesia. The market power and market failure are attributed to the absence of causality. The results of forecast errors variance decomposition analysis indicate that the market in Central Java is the dominant market and can be used as a reference market in predicting the dynamics of consumers’ shallot price in Indonesia. Managing shallot production level and amount of shallot supplies in the Central Java markets is the keys for ensuring shallot price stability at national level.<br /><br /><br /><strong>Indonesian</strong><br />Bawang merah merupakan bumbu masak yang utama bagi masyarakat Indonesia sehingga permintaan bawang merah meningkat terus, walaupun harganya berfluktuasi. Studi ini bertujuan untuk menganalisis perilaku harga dan integrasi pasar bawang merah di Indonesia. Studi ini menggunakan data harga produsen dan harga konsumen bulanan tahun 2011–2016. Fluktuasi harga dianalisis dengan koefisien variasi. Integrasi pasar bawang merah dianalisis dengan pendekatan kointegrasi Johansen menggunakan Vector Error Correction Model (VECM). Penelitian menunjukkan bahwa fluktuasi harga produsen dan harga konsumen meningkat sesudah kebijakan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura diberlakukan. Uji kausalitas Engle-Granger menunjukkan bahwa antara harga konsumen dan harga produsen bawang merah di Indonesia tidak terdapat hubungan kausalitas. Hal ini dapat disebabkan oleh adanya market power dan terjadinya kegagalan pasar. Analisis dekomposisi varian kesalahan menunjukkan bahwa pasar Jawa Tengah adalah pasar dominan dan dapat menjadi acuan memprakirakan dinamika harga konsumen bawang merah di Indonesia. Pengelolaan tingkat produksi dan jumlah pasokan bawang merah di pasar Jawa Tengah termasuk sebagai kunci dalam menjaga stabilitas harga bawang merah secara nasional.
Title: Perilaku Harga dan Integrasi Pasar Bawang Merah di Indonesia
Description:
<strong>English</strong><br />Shallot is the main spice widely used in the Indonesian food cooking and servings that makes its demand continues increasing although its price highly fluctuates.
This study is intended to analyze price behavior and shallot market integration in Indonesia.
This study uses monthly producer and consumer prices data for 2011-2016.
The price fluctuation was analyzed with the coefficient of variation.
The market integration was analyzed with Johansen's cointegration approach using the Vector Error Correction Model (VECM).
The study shows that both producer and consumer prices fluctuations increase after the introduction of Horticultural Product Import Recommendation policy.
The Engle-Granger causality test shows that there is no causal relationship between the consumer and producer price of the shallot in Indonesia.
The market power and market failure are attributed to the absence of causality.
The results of forecast errors variance decomposition analysis indicate that the market in Central Java is the dominant market and can be used as a reference market in predicting the dynamics of consumers’ shallot price in Indonesia.
Managing shallot production level and amount of shallot supplies in the Central Java markets is the keys for ensuring shallot price stability at national level.
<br /><br /><br /><strong>Indonesian</strong><br />Bawang merah merupakan bumbu masak yang utama bagi masyarakat Indonesia sehingga permintaan bawang merah meningkat terus, walaupun harganya berfluktuasi.
Studi ini bertujuan untuk menganalisis perilaku harga dan integrasi pasar bawang merah di Indonesia.
Studi ini menggunakan data harga produsen dan harga konsumen bulanan tahun 2011–2016.
Fluktuasi harga dianalisis dengan koefisien variasi.
Integrasi pasar bawang merah dianalisis dengan pendekatan kointegrasi Johansen menggunakan Vector Error Correction Model (VECM).
Penelitian menunjukkan bahwa fluktuasi harga produsen dan harga konsumen meningkat sesudah kebijakan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura diberlakukan.
Uji kausalitas Engle-Granger menunjukkan bahwa antara harga konsumen dan harga produsen bawang merah di Indonesia tidak terdapat hubungan kausalitas.
Hal ini dapat disebabkan oleh adanya market power dan terjadinya kegagalan pasar.
Analisis dekomposisi varian kesalahan menunjukkan bahwa pasar Jawa Tengah adalah pasar dominan dan dapat menjadi acuan memprakirakan dinamika harga konsumen bawang merah di Indonesia.
Pengelolaan tingkat produksi dan jumlah pasokan bawang merah di pasar Jawa Tengah termasuk sebagai kunci dalam menjaga stabilitas harga bawang merah secara nasional.
Related Results
PENGOPTIMALAN PRODUKSI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DENGAN PEMANFAATAN PUPUK KANDANG AYAM
PENGOPTIMALAN PRODUKSI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DENGAN PEMANFAATAN PUPUK KANDANG AYAM
Bawang merah (Allium Ascalonicum L.) merupakan family dari Lilyceae yang berasal dari Asia Tengah, yaitu sekitar Bangladesh, India, dan Pakistan. Bawang merah merupakan salah satu ...
Variasi Harga dan Integrasi Pasar Vertikal Bawang Merah di Kabupaten Brebes
Variasi Harga dan Integrasi Pasar Vertikal Bawang Merah di Kabupaten Brebes
<p>Kabupaten Brebes merupakan salah satu kabupaten sentra produksi bawang merah di Jawa Tengah bahkan nasional. Bawang merah sering mengalami ketidakpastian harga yang disebu...
Estimasi Harga Bawang Bawang Di Jawa Timur Menggunakan Model Multilayer Perceptron
Estimasi Harga Bawang Bawang Di Jawa Timur Menggunakan Model Multilayer Perceptron
Indonesia adalah negara yang dikenal dengan beragam produk pertanian. Produk pertanian yang dihasilkan meliputi pangan dan hortikultura. Produk hortikultura yang sering ditanam ole...
POTENSI DAN PELUANG PENGEMBANGAN SENTRA PRODUKSI BAWANG MERAH PROVINSI SUMATERA UTARA
POTENSI DAN PELUANG PENGEMBANGAN SENTRA PRODUKSI BAWANG MERAH PROVINSI SUMATERA UTARA
<pre>Bawang merah memiliki peran strategis dalam perekonomian Provinsi Sumatera Utara. Bawang merah merupakan salah satu komoditas utama sebagai penyumbang inflasi. Namun dem...
MEKANISME DAN STRUTUR PASAR PERSPEKTIF SYARIAH
MEKANISME DAN STRUTUR PASAR PERSPEKTIF SYARIAH
MEKANISME DAN STRUKTUR PASAR PERSPEKTIF SYARIAHPendahuluan•Menurut ilmu ekonomi kapitalis, pasar sangat berperan dalam sistem pergerakan perekonomian dan sistem ekonomi kapitalis m...
MEKANISME DAN STRUKTUR PASAR PERSPEKTIF SYARIAH
MEKANISME DAN STRUKTUR PASAR PERSPEKTIF SYARIAH
MEKANISME DAN STRUKTUR PASAR PERSPEKTIF SYARIAHPendahuluan•Menurut ilmu ekonomi kapitalis, pasar sangat berperan dalam sistem pergerakan perekonomian dan sistem ekonomi kapitalis m...
PENGARUH AMELIORAN DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH GAMBUT
PENGARUH AMELIORAN DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH GAMBUT
Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan komoditas sayuran yang memiliki nilai ekonomis tinggi, baik ditinjau dari sisi pemenuhan untuk konsumsi nasional, sebagai sumber peng...
Optimalisasi Petani Bawang Merah Melalui Alat Pengolah Bawang Merah 3 in 1
Optimalisasi Petani Bawang Merah Melalui Alat Pengolah Bawang Merah 3 in 1
Desa Tegalrejo merupakan salah satu desa penghasil bawang merah di daerah Tulungagung, dengan adanya kelompok tani maka pertanian di desa tersebut terbilang maju dan modern. Suko T...

