Javascript must be enabled to continue!
Penyebaran Semut dalam Kawasan Hutan di Pulau Saparua, Propinsi Maluku
View through CrossRef
Semut akan merespon kehadiran manusia dalam habitatnya, dimana kehadiran manusia melalui kegiatan pengambilan hasil hutan akan berdampak terhadap penyebaran semut dan peranannya dalam ekosistem hutan. Respon semut ditunjukan melalui perubahan nilai keragaman jenis, kelimpahan, dan kelimpahannya yang akan berubah sesuai dengan tekanan dalam habitatnya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kehadiran, kelimpahan, dan keragaman semut dalam Hutan Tuhaha yang telah mengalami tekanan akibat kehadiran manusia. Semut dikoleksi dengan tiga metode yakni Hand Collecting, Pitfall trap berisi larutan detergen, bait trap dengan umpan berupa larutan gula dan potongan ikan tuna. Hasil penelitian menemukan 3615 ekor semut dimana 592 ekor semut dengan menggunakan pitfaal trap, 515 ekor menggunakan metode Bait Trap dengan umpan berupa Ikan Tuna Mentah, 669 ekor semut dengan menggunakan umpan berupa larutan gula, dan 1839 ekor menggunakan metode Hand Collecting. Nilai kelimpahan jenis semut tertingi ditemukan pada jalur 10 sebesar 125 % dan Indeks keragaman Jenis tertinggi sebesar 1.45 pada jalur 10, sementara nilai kelimpahan jenis terendah ditemukan pada jalur 9 sebesar 75 % dan Indeks keragaman jenis terendah ditemukan pada jalur 9 sebesar 0.52. Kekayaan Jenis semut tertinggi ditemukan pada jalur 10 sebesar 4.7, sehingga diduga beberapa faktor yang berperan penting dalam penyebaran semut dalam Hutan Negeri Tuhaha yakni pH tanah antara 6.5 - 6.8, ketersediaan bahan organik, suhu udara yang sesuai diantara 250 o C – 27 0 C dan tutupan vegetasi. Spread of Ants in Forest Areas in The Island of Saparua Province Of MollucasAbstractAnts will respond to the presence of humans in their habitat, where the presence of humans through the extraction of forest products will have an impact on the spread of ants and their role in the forest ecosystem. Ant response is shown through changes in the value of diversity of species, abundance, and abundance that will change according to the pressure in their habitat. The research aims to determine the presence, abundance, and diversity of ants in the Forest of Tuhaha that have experienced pressure due to human presence. Three methods collect ants, namely, Hand Collecting, Pitfall Trap contains detergent solution, bait trap with bait in the form of sugar solution and tuna pieces. The results found 3615 ants where 592 ants using pitfall traps, 515 tails using the Bait Trap method with bait in the form of Raw Tuna Fish, 669 ants using bait in the form of a sugar solution, and 1839 using the Hand Collecting method. The highest ant species abundance was found in lane ten by 125%, and the highest species diversity index was 1.45 in lane 10, while the lowest species abundance was found in lane nine by 75 % and the lowest species diversity index was found in lane 9 by 0.52. The highest ant species richness found in lane 10 is 4.7, so it is assumed that several factors play an essential role in the spread of ants in the Tuhaha State Forest namely soil pH between 6.5 - 6.8, availability of organic matter, suitable air temperature between 250 o C - 27 0 C and vegetation cover.
Title: Penyebaran Semut dalam Kawasan Hutan di Pulau Saparua, Propinsi Maluku
Description:
Semut akan merespon kehadiran manusia dalam habitatnya, dimana kehadiran manusia melalui kegiatan pengambilan hasil hutan akan berdampak terhadap penyebaran semut dan peranannya dalam ekosistem hutan.
Respon semut ditunjukan melalui perubahan nilai keragaman jenis, kelimpahan, dan kelimpahannya yang akan berubah sesuai dengan tekanan dalam habitatnya.
Penelitian bertujuan untuk mengetahui kehadiran, kelimpahan, dan keragaman semut dalam Hutan Tuhaha yang telah mengalami tekanan akibat kehadiran manusia.
Semut dikoleksi dengan tiga metode yakni Hand Collecting, Pitfall trap berisi larutan detergen, bait trap dengan umpan berupa larutan gula dan potongan ikan tuna.
Hasil penelitian menemukan 3615 ekor semut dimana 592 ekor semut dengan menggunakan pitfaal trap, 515 ekor menggunakan metode Bait Trap dengan umpan berupa Ikan Tuna Mentah, 669 ekor semut dengan menggunakan umpan berupa larutan gula, dan 1839 ekor menggunakan metode Hand Collecting.
Nilai kelimpahan jenis semut tertingi ditemukan pada jalur 10 sebesar 125 % dan Indeks keragaman Jenis tertinggi sebesar 1.
45 pada jalur 10, sementara nilai kelimpahan jenis terendah ditemukan pada jalur 9 sebesar 75 % dan Indeks keragaman jenis terendah ditemukan pada jalur 9 sebesar 0.
52.
Kekayaan Jenis semut tertinggi ditemukan pada jalur 10 sebesar 4.
7, sehingga diduga beberapa faktor yang berperan penting dalam penyebaran semut dalam Hutan Negeri Tuhaha yakni pH tanah antara 6.
5 - 6.
8, ketersediaan bahan organik, suhu udara yang sesuai diantara 250 o C – 27 0 C dan tutupan vegetasi.
Spread of Ants in Forest Areas in The Island of Saparua Province Of MollucasAbstractAnts will respond to the presence of humans in their habitat, where the presence of humans through the extraction of forest products will have an impact on the spread of ants and their role in the forest ecosystem.
Ant response is shown through changes in the value of diversity of species, abundance, and abundance that will change according to the pressure in their habitat.
The research aims to determine the presence, abundance, and diversity of ants in the Forest of Tuhaha that have experienced pressure due to human presence.
Three methods collect ants, namely, Hand Collecting, Pitfall Trap contains detergent solution, bait trap with bait in the form of sugar solution and tuna pieces.
The results found 3615 ants where 592 ants using pitfall traps, 515 tails using the Bait Trap method with bait in the form of Raw Tuna Fish, 669 ants using bait in the form of a sugar solution, and 1839 using the Hand Collecting method.
The highest ant species abundance was found in lane ten by 125%, and the highest species diversity index was 1.
45 in lane 10, while the lowest species abundance was found in lane nine by 75 % and the lowest species diversity index was found in lane 9 by 0.
52.
The highest ant species richness found in lane 10 is 4.
7, so it is assumed that several factors play an essential role in the spread of ants in the Tuhaha State Forest namely soil pH between 6.
5 - 6.
8, availability of organic matter, suitable air temperature between 250 o C - 27 0 C and vegetation cover.
Related Results
ISUE STRATEGIS KAWASAN HUTAN PADA PENYUSUNAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH
ISUE STRATEGIS KAWASAN HUTAN PADA PENYUSUNAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH
Tata ruang adalah wujud dari struktur ruang dan pola ruang; Pola ruang adalah distribusi peruntukan ruang dalam suatu wilayah. Penetapan Kawasan Hutan adalah suatu penegasan tentan...
Estimasi Potensi Panas Bumi Daerah Seram Bagian Barat dan Pulau-Pulau Sekitar, Provinsi Maluku Berdasarkan Data Gaya Berat dan Aeromagnetik
Estimasi Potensi Panas Bumi Daerah Seram Bagian Barat dan Pulau-Pulau Sekitar, Provinsi Maluku Berdasarkan Data Gaya Berat dan Aeromagnetik
Penelitian ini difokuskan pada estimasi kedalaman titik Curie (Curie Point Depth/CPD) dan pemodelan kedepan (forward modelling) menggunakan data aeromagnet dan gaya berat residual ...
MODEL DINAMIK TINGKAT KERENTANAN PANTAI PULAU POTERAN DAN GILI LAWAK KABUPATEN SUMENEP MADURA
MODEL DINAMIK TINGKAT KERENTANAN PANTAI PULAU POTERAN DAN GILI LAWAK KABUPATEN SUMENEP MADURA
<div class="WordSection1"><p><em>Pulau Poteran dan Pulau Gili Lawak Kabupaten Sumenep merupakan pulau-pulau kecil yang berada di sebelah barat Pulau Madura dengan...
KAJIAN PENGGUNAAN HABITAT OLEH SATWA BURUNG PADA KAWASAN MANGROVE TELUK TUHAHA KECAMATAN SAPARUA TIMUR
KAJIAN PENGGUNAAN HABITAT OLEH SATWA BURUNG PADA KAWASAN MANGROVE TELUK TUHAHA KECAMATAN SAPARUA TIMUR
Hutan mangrove adalah hutan yang tumbuh di rawa berair payau dan dipengaruhi pasang-surut air laut juga merupakan hutan pada wilayah intertidal dimana terjadi interaksi antara air ...
Hutan Lestari Rakyat Sejahtera
Hutan Lestari Rakyat Sejahtera
Perhutanan Sosial merupakan suatu program yang dimaksudkan untuk mengurangi kemiskinan, pengangguran dan ketimpangan pemanfaatan kawasan hutan yang dilaksanakan melalui pemberian a...
MODEL PENGELOLAAN HUTAN BERSAMA MASYARAKAT (PHBM)
MODEL PENGELOLAAN HUTAN BERSAMA MASYARAKAT (PHBM)
<h4>Abstract</h4> <p><strong><em> </em></strong></p> <p><em>Forest management must consider the cultural values of socie...
PERLINDUNGAN KAWASAN HUTAN WISATA BERBASIS ADAT DI DESA SANGEH
PERLINDUNGAN KAWASAN HUTAN WISATA BERBASIS ADAT DI DESA SANGEH
Abstrak
Objek dalam pembahasan jurnal ini berlokasi di kawasan wiasata alam sangeh yang mana di dalamnya terdapat berbagai habitat fauna dan flora, fauna yang terbanyak adala...
Perbandingan Tahap Kesamaan Spesies Lumut Jati antara Hutan Simpan Behrang dengan Hutan Tanah Rendah yang lain di Semenanjung Malaysia
Perbandingan Tahap Kesamaan Spesies Lumut Jati antara Hutan Simpan Behrang dengan Hutan Tanah Rendah yang lain di Semenanjung Malaysia
Lumut jati merupakan tumbuhan kriptogam iaitu kumpulan tumbuhan yang mempunyai organ pembiakan yang tersembunyi. Perbandingan tahap kesamaan spesies lumut jati di Hutan Simpan Behr...

