Javascript must be enabled to continue!
PELLET SERBUK KAYU MERBAU (Intsia bijuga OK): KARAKTERISTIK DAN KEMAMPUAN MENYERAP MINYAK
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik pellet yang dibuat dari limbah serbuk gergaji dan juga menilai kapasitas pellet tersebut dalam menyerap minyak dari air. Metode eksperimen dengan teknik observasi digunakan, dirancang dengan menggunakan RAL dan dianalisis ANOVA. Pellet dibuat dari serbuk kayu Merbau (Intsia bijuga) dengan campuran CMC dan ACA dengan 5 dosis yang berbeda (Pellet A, B, C, D dan E). Variabel pengamatan meliputi tekstur dan ukuran pellet, kapasitas Liquid accessible pore volume (Vacc) dan jumlah minyak yang diserap (%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan karakteristik fisik, pellet C, D dan E memiliki ukuran yang lebih besar, tekstur yang padat, keras dan tidak mudah hancur dibandingkan pellet A dan B. Berdasarkan nilai Vacc, pellet C dan D memiliki volume pori-pori penyerapan minyak yang paling rendah. Hasil studi penyerapan minyak menunjukkan bahwa pellet yang terbuat dari serbuk Intsia bijuga mampu menyerap oli bekas dan minyak jelantah lebih dari 70%, dimana pellet A dan B memiliki daya serap minyak yang paling tinggi dibandingkan dengan tipe pellet lainnya.
Fakultas Kehutanan Universitas Papua
Title: PELLET SERBUK KAYU MERBAU (Intsia bijuga OK): KARAKTERISTIK DAN KEMAMPUAN MENYERAP MINYAK
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik pellet yang dibuat dari limbah serbuk gergaji dan juga menilai kapasitas pellet tersebut dalam menyerap minyak dari air.
Metode eksperimen dengan teknik observasi digunakan, dirancang dengan menggunakan RAL dan dianalisis ANOVA.
Pellet dibuat dari serbuk kayu Merbau (Intsia bijuga) dengan campuran CMC dan ACA dengan 5 dosis yang berbeda (Pellet A, B, C, D dan E).
Variabel pengamatan meliputi tekstur dan ukuran pellet, kapasitas Liquid accessible pore volume (Vacc) dan jumlah minyak yang diserap (%).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan karakteristik fisik, pellet C, D dan E memiliki ukuran yang lebih besar, tekstur yang padat, keras dan tidak mudah hancur dibandingkan pellet A dan B.
Berdasarkan nilai Vacc, pellet C dan D memiliki volume pori-pori penyerapan minyak yang paling rendah.
Hasil studi penyerapan minyak menunjukkan bahwa pellet yang terbuat dari serbuk Intsia bijuga mampu menyerap oli bekas dan minyak jelantah lebih dari 70%, dimana pellet A dan B memiliki daya serap minyak yang paling tinggi dibandingkan dengan tipe pellet lainnya.
Related Results
SIFAT PEMBAKARAN PARTIKEL DAN UTUHAN KAYU MAHANG (Macaranga tanarius L.) DAN KAYU MERBAU (Intsia bijuga OK)
SIFAT PEMBAKARAN PARTIKEL DAN UTUHAN KAYU MAHANG (Macaranga tanarius L.) DAN KAYU MERBAU (Intsia bijuga OK)
Pembakaran merupakan proses oksidasi biomasa dan membebaskan energi dalam bentuk panas, cahaya, dan radiasi inframerah, yang dipengaruhi juga dipengaruhi oleh bentuk dan ukuran bio...
KUALITAS BRIKET ARANG DARI CAMPURAN ARANG KAYU KARET (Hevea brasiliensis Muell. Arg) DAN ARANG KAYU ALABAN (Vitex pubescens Vahl)
KUALITAS BRIKET ARANG DARI CAMPURAN ARANG KAYU KARET (Hevea brasiliensis Muell. Arg) DAN ARANG KAYU ALABAN (Vitex pubescens Vahl)
This research aims to determine the characteristics of charcoal briquettes made from a mixture of rubber wood charcoal and alaban wood charcoal including water content, density, as...
Optimization of cotton fabrics dyeing process using various natural dye extracts
Optimization of cotton fabrics dyeing process using various natural dye extracts
A B S T R A C TEfforts to substitute synthetic dyes on fabrics for natural dyes are currently increasing. Research and innovation are extremely needed to support those attempts so ...
Pengaruh Proses Torefaksi terhadap Kualitas Serbuk Kayu Kayu
Pengaruh Proses Torefaksi terhadap Kualitas Serbuk Kayu Kayu
Serbuk kayu memiliki potensi sebagai sumber energi baru terbarukan, namun pemanfaatannya masih rendah dikarenakan beberapa karakteristik negatif dari serbuk kayu antara lain kandun...
Analisis Fitokimia dan Aktivitas Antibakteri Minyak Atsiri Kayu Manis dengan Bakteri Staphylococcus aureus
Analisis Fitokimia dan Aktivitas Antibakteri Minyak Atsiri Kayu Manis dengan Bakteri Staphylococcus aureus
Tanaman kayu manis yang berkembang di Indonesia, terutama jenis Cinnamomum burmanii Blumea. Dalam penelitian ini salah satu tanaman yang digunakan dalam pengobatan yaitu minyak ats...
PENGARUH FORMULA DAN PERBANDINGAN BUMBU SERBUK DENGAN SANTAN SERBUK TERHADAP KARAKTERISTIK BUMBU GULAI SERBUK DENGAN METODE FOAM-MAT DRYING
PENGARUH FORMULA DAN PERBANDINGAN BUMBU SERBUK DENGAN SANTAN SERBUK TERHADAP KARAKTERISTIK BUMBU GULAI SERBUK DENGAN METODE FOAM-MAT DRYING
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari formula dan perbandingan bumbu serbuk dengan santan serbuk dalam pembuatan bumbu gulai serbuk dengan menggunakan metode foam-mat...
Perubahan Mutu Minyak Kelapa dan Minyak Sawit Selama Penggorengan
Perubahan Mutu Minyak Kelapa dan Minyak Sawit Selama Penggorengan
<p>Abstrak</p><p>Proses penggorengan akan menyebabkan perubahan mutu minyak akibat reaksi hidrolisis, oksidasi dan proses termal. Penelitian ini bertujuan untuk m...
PENGARUH PENAMBAHAN SERBUK GERGAJI KAYU SENGON TERHADAP KUAT TEKAN DAN DAYA SERAP AIR PADA PAVING BLOCK
PENGARUH PENAMBAHAN SERBUK GERGAJI KAYU SENGON TERHADAP KUAT TEKAN DAN DAYA SERAP AIR PADA PAVING BLOCK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahu iApakah Ada Pengaruh Penambahan Serbuk Gergaji Kayu Sengon Terhadap Kuat Tekan Pada Paving Block Dan Seberapa Besar Daya Serap Air P...

