Javascript must be enabled to continue!
SIFAT PEMBAKARAN PARTIKEL DAN UTUHAN KAYU MAHANG (Macaranga tanarius L.) DAN KAYU MERBAU (Intsia bijuga OK)
View through CrossRef
Pembakaran merupakan proses oksidasi biomasa dan membebaskan energi dalam bentuk panas, cahaya, dan radiasi inframerah, yang dipengaruhi juga dipengaruhi oleh bentuk dan ukuran biomassa serta kandungan bahan kimia biomassa. Kayu mahang (Macaranga tanarius) potensial digunakan sebagai bahan bakar karena merupakan salah satu jenis cepat tumbuh dan merupakan tumbuhan pionir pada hutan sekunder. Kayu merbau (Instia bijuga) merupakan salah satu jenis kayu yang paling dipilih sebagai kayu bakar. Karateristik pembakaran dari kedua jenis kayu tersebut merupakan tujuan dari kajian ini. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik analisis laboratorium. Sampel yang diuji adalah bagian cabang dan ranting pohon mahang dan merbau, dalam bantuk kayu utuh, tatal kayu, dan serutan kayu, dengan berat yang sama untuk setiap sampel kayu. Pengujian sifat pembakaran menggunakan kompor termoelektrik. Kayu mahang dalam bentuk utuh memiliki durasi pembakaran 11 menit 35 detik dengan abu yang dihasilkan seberat 4,3 gram, tatal mahang memiliki durasi pembakaran 8 menit 4 detik dengan abu yang dihasilkan seberat 5,3 gram, dan serutan mahang memiliki durasi pembakaran 7 menit 7 detik dengan berat abu 1,3 gram. Sementara, durasi pembakaran kayu merbau dalam bentuk kayu utuh adalah 8 menit 33 detik dengan berat abu 6,6 gram, tatal merbau berdurasi pembakaran 8 menit 9 detik dengan berat abu 4,3 gram, dan serutan merbau terbakar dalam durasi 16 menit 25 detik dengan berat abu 5,7 gram.
Fakultas Kehutanan Universitas Papua
Title: SIFAT PEMBAKARAN PARTIKEL DAN UTUHAN KAYU MAHANG (Macaranga tanarius L.) DAN KAYU MERBAU (Intsia bijuga OK)
Description:
Pembakaran merupakan proses oksidasi biomasa dan membebaskan energi dalam bentuk panas, cahaya, dan radiasi inframerah, yang dipengaruhi juga dipengaruhi oleh bentuk dan ukuran biomassa serta kandungan bahan kimia biomassa.
Kayu mahang (Macaranga tanarius) potensial digunakan sebagai bahan bakar karena merupakan salah satu jenis cepat tumbuh dan merupakan tumbuhan pionir pada hutan sekunder.
Kayu merbau (Instia bijuga) merupakan salah satu jenis kayu yang paling dipilih sebagai kayu bakar.
Karateristik pembakaran dari kedua jenis kayu tersebut merupakan tujuan dari kajian ini.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik analisis laboratorium.
Sampel yang diuji adalah bagian cabang dan ranting pohon mahang dan merbau, dalam bantuk kayu utuh, tatal kayu, dan serutan kayu, dengan berat yang sama untuk setiap sampel kayu.
Pengujian sifat pembakaran menggunakan kompor termoelektrik.
Kayu mahang dalam bentuk utuh memiliki durasi pembakaran 11 menit 35 detik dengan abu yang dihasilkan seberat 4,3 gram, tatal mahang memiliki durasi pembakaran 8 menit 4 detik dengan abu yang dihasilkan seberat 5,3 gram, dan serutan mahang memiliki durasi pembakaran 7 menit 7 detik dengan berat abu 1,3 gram.
Sementara, durasi pembakaran kayu merbau dalam bentuk kayu utuh adalah 8 menit 33 detik dengan berat abu 6,6 gram, tatal merbau berdurasi pembakaran 8 menit 9 detik dengan berat abu 4,3 gram, dan serutan merbau terbakar dalam durasi 16 menit 25 detik dengan berat abu 5,7 gram.
Related Results
Technique de Multiplication Végétative par Bouturage de Macaranga beillei Prain (Euphorbiaceae) à Abidjan, Côte d’Ivoire
Technique de Multiplication Végétative par Bouturage de Macaranga beillei Prain (Euphorbiaceae) à Abidjan, Côte d’Ivoire
Macaranga beillei Prain, est une espèce de la famille des Euphorbiaceae. Elle est vulnerable selon l’UICN, endémique à la Côte d’Ivoire et surtout utilisée en médecine traditionnel...
Vorkommen und Analytik von Mikroplastik in Mineralwasser und Bedarfsgegenständen
Vorkommen und Analytik von Mikroplastik in Mineralwasser und Bedarfsgegenständen
ZusammenfassungMit dem Beginn der industriellen Großproduktion von synthetischen Polymeren hat diese vielfältige Materialgruppe wie kein anderes Produkt Einzug in praktisch jeden A...
VARIABILITAS SIFAT KIMIA KAYU BULAN DAN MAHANG BERDASARKAN ARAH AKSIAL
VARIABILITAS SIFAT KIMIA KAYU BULAN DAN MAHANG BERDASARKAN ARAH AKSIAL
ABSTRACT Wood of moon (Fagraea crenulata) and wood of mahang (Macaranga sp.) are not included the commercial timber species, therefore the knowledge regarding chemical properties o...
Pengujian Biobriket Dari Limbah Kayu Sebagai Sumber Energi Alternatif
Pengujian Biobriket Dari Limbah Kayu Sebagai Sumber Energi Alternatif
Meningkatnya kebutuhan terhadap energi dari tahun ke tahun maka perlu adanya suplay dari energi alternatif penyedian energi karena minyak bumi dan batu bara akan habis. Salah satu ...
Kualitas Papan Semen Partikel Kayu Mahang Quality Cement Board Particle Wood Mahang
Kualitas Papan Semen Partikel Kayu Mahang Quality Cement Board Particle Wood Mahang
ABSTRACT Exploiting the potential and diversity of types of peat swamp forest is not known (lesser known species) both types of timber and non-timber forest products, needs to be d...
Dimensi Sintaksis dan Semantik Partikel Euy dalam Novel Budak Teuneung Karya Samseodi
Dimensi Sintaksis dan Semantik Partikel Euy dalam Novel Budak Teuneung Karya Samseodi
Partikel euy merupakan salah satu partikel fatis dalam bahasa Sunda. Partikel ini, sebagaimana partikel fatis lain, tidak memiliki fungsi sintaksis dalam kalimat, yakni sebagai uns...
SIMULASI CFD PEMBAKARAN OXY-FUEL PADA PACKAGE BOILER MENGGUNAKAN MODEL RADIASI DISCRETE ORDINATE
SIMULASI CFD PEMBAKARAN OXY-FUEL PADA PACKAGE BOILER MENGGUNAKAN MODEL RADIASI DISCRETE ORDINATE
Meningkatnya konsentrasi CO2 di atmosfer, mendorong umat manusia untuk melakukan penelitian tentang teknologi yang ramah lingkungan dan rendah emisi. Berbagai penelitian sudah dila...
Antioxidant Activity of Mahang Leaves from Post-Coal Mining Revegetated Areas in East Kalimantan
Antioxidant Activity of Mahang Leaves from Post-Coal Mining Revegetated Areas in East Kalimantan
Abstract
Coal is of great importance to Indonesia’s foreign exchange and the income sharing of East Kalimantan. However, its environmental effects, such as soil acid...

