Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pertambahan Biomasa Kepiting Bakau Scylla serrata pada Daerah Mangrove dan Tidak Bermangrove

View through CrossRef
Lahan mangrove mempunyai potensi dikembangkan untuk usaha penggemukan kepiting tanpa merusak, yaitu melalui konsep silvofishery.  Tujuan dari penelitian ini adalah menjajaki pemeliharan kepiting bakau Scylla serrata didaerah mangrove. Metoda yang digunakan adalah eksperimen dengan rancangan acak kelompok.  Perlakuan yang diterapkan adalah kepadatan yang berbeda (4 ekor/m2, 6 ekor/m2 dan 8 ekor/m2) dengan kelompok (daerah mangrove dan tidak bermangrove) dengan ulangan 3 kali.  Data yang diperoleh berupa penambahan biomasa dianalisa dengan balanced designs anova. Hasil yang didapat menunjukan kepiting bakau yang dipelihara didaerah mangrove memiliki penambahan biomasa yang lebih besar bila dibandingkan dengan yang dipelihara pada daerah tidak bermangrove.  Kepiting bakau yang dipelihara didaerah mangrove dengan kepadatan  ekor/m2 pertambahan biomasanya rata rata 81,7 gr/bulan; dan kepadatan 6 ekor/m2 bertambah rata rata 77,8 gr/bulan, sedang kepadatan 8 ekor/m2 73,9 gr/bulan.  Hal tersebut sangat berbeda dengan kepiting yang dipelihara pada daerah yang tidak bermangrove dimana untuk kepadatan 4 ekor/m2 rata rata hanya bertambah 68,75 gr/bulan dan yang berkepadatan kepadatan 6 ekor/m2 bertambah rata rata 39,1 gr/bulan sedangkan yang berkepadatan 8 ekor/m2 32,2 gr/bulan.  Interaksi antara kepadatan dan lokasi (bermangrove dan bukan) memberikan pengaruh yang sangat nyata pada penambahan berat kepiting bakau (p<0,001). Kata kunci : Kepiting bakau, pertumbuhan dan mangrove
Institute of Research and Community Services Diponegoro University (LPPM UNDIP)
Title: Pertambahan Biomasa Kepiting Bakau Scylla serrata pada Daerah Mangrove dan Tidak Bermangrove
Description:
Lahan mangrove mempunyai potensi dikembangkan untuk usaha penggemukan kepiting tanpa merusak, yaitu melalui konsep silvofishery.
  Tujuan dari penelitian ini adalah menjajaki pemeliharan kepiting bakau Scylla serrata didaerah mangrove.
Metoda yang digunakan adalah eksperimen dengan rancangan acak kelompok.
  Perlakuan yang diterapkan adalah kepadatan yang berbeda (4 ekor/m2, 6 ekor/m2 dan 8 ekor/m2) dengan kelompok (daerah mangrove dan tidak bermangrove) dengan ulangan 3 kali.
  Data yang diperoleh berupa penambahan biomasa dianalisa dengan balanced designs anova.
Hasil yang didapat menunjukan kepiting bakau yang dipelihara didaerah mangrove memiliki penambahan biomasa yang lebih besar bila dibandingkan dengan yang dipelihara pada daerah tidak bermangrove.
  Kepiting bakau yang dipelihara didaerah mangrove dengan kepadatan  ekor/m2 pertambahan biomasanya rata rata 81,7 gr/bulan; dan kepadatan 6 ekor/m2 bertambah rata rata 77,8 gr/bulan, sedang kepadatan 8 ekor/m2 73,9 gr/bulan.
  Hal tersebut sangat berbeda dengan kepiting yang dipelihara pada daerah yang tidak bermangrove dimana untuk kepadatan 4 ekor/m2 rata rata hanya bertambah 68,75 gr/bulan dan yang berkepadatan kepadatan 6 ekor/m2 bertambah rata rata 39,1 gr/bulan sedangkan yang berkepadatan 8 ekor/m2 32,2 gr/bulan.
  Interaksi antara kepadatan dan lokasi (bermangrove dan bukan) memberikan pengaruh yang sangat nyata pada penambahan berat kepiting bakau (p<0,001).
 Kata kunci : Kepiting bakau, pertumbuhan dan mangrove.

Related Results

Kajian Struktur Ukuran Dan Parametr Populasi Kepiting Bakau (Scylla serrata) di Ekosistem Mangrove Teluk Bintan, Kepulauan Riau
Kajian Struktur Ukuran Dan Parametr Populasi Kepiting Bakau (Scylla serrata) di Ekosistem Mangrove Teluk Bintan, Kepulauan Riau
ABSTRAKKepiting bakau (Scylla serrata) merupakan salah satu potensi komoditas perikanan skala kecil yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Kelimpahan populasi dipengaruhi oleh upaya p...
Studi Kelimpahan Scylla serrata Forsskål, 1775 (Portunidae:Malacostraca) Hasil Tangkapan Musim Penghujan Di Perairan Mangkang Semarang
Studi Kelimpahan Scylla serrata Forsskål, 1775 (Portunidae:Malacostraca) Hasil Tangkapan Musim Penghujan Di Perairan Mangkang Semarang
Scylla serrata yang dikenal sebagai kepiting bakau merupakan sumber daya hayati ekosistem bakau yang hingga saat ini memiliki demand pasar yang cukup tinggi. Kondisi ini meningkatk...
Kajian Struktur Ukuran Dan Parametr Populasi Kepiting Bakau (Scylla serrata) di Ekosistem Mangrove Teluk Bintan, Kepulauan Riau
Kajian Struktur Ukuran Dan Parametr Populasi Kepiting Bakau (Scylla serrata) di Ekosistem Mangrove Teluk Bintan, Kepulauan Riau
ABSTRAKKepiting bakau (Scylla serrata) merupakan salah satu potensi komoditas perikanan skala kecilyang memiliki nilai ekonomi tinggi. Kelimpahan populasi dipengaruhi oleh upaya pe...
Analisis Produksi Kepiting Bakau (Scylla seratta ) Kabupaten Bone
Analisis Produksi Kepiting Bakau (Scylla seratta ) Kabupaten Bone
Salah satu daerah penghasil kepiting bakau terbesar di Kabupaten Bone adalah Kecamatan Cenrana. Peningkatan jumlah produksi kepiting bakau pada tahun 2016 adalah sumbangsi terbesar...
LAJU PERTUMBUHAN KEPITING BAKAU (Scylla serrata) JANTAN DAN BETINA PADA SALINITAS YANG BERBEDA
LAJU PERTUMBUHAN KEPITING BAKAU (Scylla serrata) JANTAN DAN BETINA PADA SALINITAS YANG BERBEDA
Salah satu organisme perairan bernilai ekonomis tinggi adalah kepiting bakau (Scylla serrata) karena rasa dagingnya lezat dan bernilai gizi tinggi. Kepiting bakau sangat potensial ...
Analisis Perbedaan Jenis Umpan Dan Waktu Perendaman Bubu Lipat Terhadap Kepiting Bakau (Scylla Serrata) Skala Laboratorium
Analisis Perbedaan Jenis Umpan Dan Waktu Perendaman Bubu Lipat Terhadap Kepiting Bakau (Scylla Serrata) Skala Laboratorium
Penggunaan umpan yang tepat memberikan peranan penting terhadap keberhasilan penangkapan kepiting bakau (Scylla serrata) menggunakan alat tangkap bubu lipat, serta lama waktu penan...
SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT KEPITING BAKAU MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING BERBASIS WEB
SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT KEPITING BAKAU MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING BERBASIS WEB
Sistem pakar merupakan cabang dari kecerdasan buatan dan juga merupakan bidang ilmu komputer yang muncul seiring perkembangan ilmu komputer saat ini. Sistem ini bekerja untuk menga...
SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT KEPITING MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING
SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT KEPITING MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING
 Sistem pakar merupakan cabang dari kecerdasan buatan dan juga merupakan bidang ilmu komputer yang muncul seiring perkembangan ilmu komputer saat ini. Sistem ini bekerja untuk meng...

Back to Top