Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisis Perbedaan Jenis Umpan Dan Waktu Perendaman Bubu Lipat Terhadap Kepiting Bakau (Scylla Serrata) Skala Laboratorium

View through CrossRef
Penggunaan umpan yang tepat memberikan peranan penting terhadap keberhasilan penangkapan kepiting bakau (Scylla serrata) menggunakan alat tangkap bubu lipat, serta lama waktu penangkapan yang tepat memberikan pengaruh terhadap jumlah dan bobot hasil tangkapan. Telah dilakukan penelitian tentang analisis perbedaan tiga jenis umpan alami dan waktu perendaman alat tangkap bubu lipat terhadap kepiting bakau pada skala laboratorium. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan jenis umpan alami dan lama perendaman alat tangkap bubu lipat yang efektif terhadap hasil tangkapan kepiting bakau (Scylla serrata). Umpan alami yang digunakan, yaitu ikan segar, ikan asin, dan kepala ayam. Metode penelitian menggunakan metode eksperimen laboratorium menggunakan 30 ekor kepiting bakau, yang  dilakukan pada bulan februari 2020. Pengujian umpan dan lama waktu perendaman bubu lipat dilakukan sebanyak lima kali pengulangan dengan lama waktu perendaman 30 menit dan 60 menit. Hasil penelitian diperoleh 46 ekor kepiting bakau, hasil analisis menggunakan uji ANOVA menunjukkan bahwa adanya perbedaan hasil tangkapan dari penggunaan ketiga jenis umpan, dan umpan ikan segar lebih diminati kepiting bakau dibandingkan umpan ikan asin dan kepala ayam. Hasil analisis uji t menunjukkan bahwa lama perendaman bubu lipat 30 menit dan 60 menit menunjukkan adanya perbedaan nyata terhadap hasil tangkapan kepiting bakau.
Title: Analisis Perbedaan Jenis Umpan Dan Waktu Perendaman Bubu Lipat Terhadap Kepiting Bakau (Scylla Serrata) Skala Laboratorium
Description:
Penggunaan umpan yang tepat memberikan peranan penting terhadap keberhasilan penangkapan kepiting bakau (Scylla serrata) menggunakan alat tangkap bubu lipat, serta lama waktu penangkapan yang tepat memberikan pengaruh terhadap jumlah dan bobot hasil tangkapan.
Telah dilakukan penelitian tentang analisis perbedaan tiga jenis umpan alami dan waktu perendaman alat tangkap bubu lipat terhadap kepiting bakau pada skala laboratorium.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan jenis umpan alami dan lama perendaman alat tangkap bubu lipat yang efektif terhadap hasil tangkapan kepiting bakau (Scylla serrata).
Umpan alami yang digunakan, yaitu ikan segar, ikan asin, dan kepala ayam.
Metode penelitian menggunakan metode eksperimen laboratorium menggunakan 30 ekor kepiting bakau, yang  dilakukan pada bulan februari 2020.
Pengujian umpan dan lama waktu perendaman bubu lipat dilakukan sebanyak lima kali pengulangan dengan lama waktu perendaman 30 menit dan 60 menit.
Hasil penelitian diperoleh 46 ekor kepiting bakau, hasil analisis menggunakan uji ANOVA menunjukkan bahwa adanya perbedaan hasil tangkapan dari penggunaan ketiga jenis umpan, dan umpan ikan segar lebih diminati kepiting bakau dibandingkan umpan ikan asin dan kepala ayam.
Hasil analisis uji t menunjukkan bahwa lama perendaman bubu lipat 30 menit dan 60 menit menunjukkan adanya perbedaan nyata terhadap hasil tangkapan kepiting bakau.

Related Results

Studi Kelimpahan Scylla serrata Forsskål, 1775 (Portunidae:Malacostraca) Hasil Tangkapan Musim Penghujan Di Perairan Mangkang Semarang
Studi Kelimpahan Scylla serrata Forsskål, 1775 (Portunidae:Malacostraca) Hasil Tangkapan Musim Penghujan Di Perairan Mangkang Semarang
Scylla serrata yang dikenal sebagai kepiting bakau merupakan sumber daya hayati ekosistem bakau yang hingga saat ini memiliki demand pasar yang cukup tinggi. Kondisi ini meningkatk...
Kajian Struktur Ukuran Dan Parametr Populasi Kepiting Bakau (Scylla serrata) di Ekosistem Mangrove Teluk Bintan, Kepulauan Riau
Kajian Struktur Ukuran Dan Parametr Populasi Kepiting Bakau (Scylla serrata) di Ekosistem Mangrove Teluk Bintan, Kepulauan Riau
ABSTRAKKepiting bakau (Scylla serrata) merupakan salah satu potensi komoditas perikanan skala kecil yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Kelimpahan populasi dipengaruhi oleh upaya p...
Kajian Struktur Ukuran Dan Parametr Populasi Kepiting Bakau (Scylla serrata) di Ekosistem Mangrove Teluk Bintan, Kepulauan Riau
Kajian Struktur Ukuran Dan Parametr Populasi Kepiting Bakau (Scylla serrata) di Ekosistem Mangrove Teluk Bintan, Kepulauan Riau
ABSTRAKKepiting bakau (Scylla serrata) merupakan salah satu potensi komoditas perikanan skala kecilyang memiliki nilai ekonomi tinggi. Kelimpahan populasi dipengaruhi oleh upaya pe...
KONSTRUKSI PERANGKAP LIPAT UNTUK MENANGKAP LOBSTER AIR TAWAR (Cherax sp.)
KONSTRUKSI PERANGKAP LIPAT UNTUK MENANGKAP LOBSTER AIR TAWAR (Cherax sp.)
Bubu merupakan alat tangkap pasif yang dioperasikan di dasar perairan. Pengoperasian alat tangkap bubu dilakukan dengan cara perendaman untuk menangkap hewan demersal. Salah satu k...
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
Analisis waktu standar produksi merupakan salah satu analisis metoda kuantitatif yang dilakukan untuk mengukur waktu produksi dan bertujuan agar dapat memiliki waktu standar sebaga...
Komposisi Jenis Jenis Ikan dan Crustacea Hasil Tangkapan Bubu Naga di Pesisir Tambakrejo Semarang
Komposisi Jenis Jenis Ikan dan Crustacea Hasil Tangkapan Bubu Naga di Pesisir Tambakrejo Semarang
Bubu naga merupakan alat perangkap yang bersifat pasif yang pengoperasiannya memanfaatkan kondisi pasang surut perairan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui jen...
PENDUGAAN PERTUMBUHAN KEPITING BAKAU (Scylla serrata Forskal) DI PERAIRAN KARANGSONG, INDRAMAYU, PROVINSI JAWA BARAT
PENDUGAAN PERTUMBUHAN KEPITING BAKAU (Scylla serrata Forskal) DI PERAIRAN KARANGSONG, INDRAMAYU, PROVINSI JAWA BARAT
Kepiting bakau (Scylla serrata) merupakan salah satu dari beberapa jenis produksi ikan dominan dari perairan pantai Karangsong, Kabupaten Indramayu. Namun demikian, upaya pengelola...
Struktur ekosistem lamun di Desa Teluk Bakau, pesisir bintan timur-Indonesia
Struktur ekosistem lamun di Desa Teluk Bakau, pesisir bintan timur-Indonesia
Abstract. Teluk Bakau Village is one of the largest conservation areas of seagrass ecosystem located in Bintan Island. This research aim to study the distribution of species, seagr...

Back to Top