Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Studi Kelimpahan Scylla serrata Forsskål, 1775 (Portunidae:Malacostraca) Hasil Tangkapan Musim Penghujan Di Perairan Mangkang Semarang

View through CrossRef
Scylla serrata yang dikenal sebagai kepiting bakau merupakan sumber daya hayati ekosistem bakau yang hingga saat ini memiliki demand pasar yang cukup tinggi. Kondisi ini meningkatkan eksploitasi penangkapan species ini sehingga menyebabkan terganggunya populasi kepiting di alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi hasil tangkapan kepiting bakau (Scylla serrata) dengan melihat rasio kelimpahan dan hubungan lebar - berat kepiting bakau jantan dan betina dari hasil tangkapan di perairan Mangkang Wetan – Tugu, Kota Semarang, Jawa Tengah. Penelitian ini dilakukan pada musim penghujan di akhir tahun 2018 (Desember) dan awal tahun 2019 (Januari). Purposive sampling merupakan metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan melakukan survey yang terarah dan terencana. Sampel kepiting bakau didapatkan dari hasil tangkapan nelayan yang diarahkan pada lima titik berdasarkan aktivitas yang berbeda. Hasil menunjukkan bahwa tangkapan kepiting bakau (Scylla serrata) pada Bulan Desember 2018 dan Januari 2019 di dominasi oleh kepiting jantan. Tangkapan bulan Desember 2018 memiliki rasio jantan : betina lebih besar (1,65:1) dari Januari 2019 (1,21:1). Korelasi lebar karapas dan berat kepiting bakau jantan dan betina bersifat allometrik, dimana jantan memiliki pola pertumbuhan allometrik positif sedangkan betina memiliki pola perumbuhan allometrik negatif. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa populasi kepiting jantan lebih banyak ditemukan selama musim penghujan terutama di bulan Desember dan Januari. Ketidak seimbangan sex rasio ini akan menyebabkan terganggunya kestabilan populasi Scylla setrata di ekosistem estuaria Mangkang Wetan Semarang.  Scylla serrata known as mangrove crab as an edible food resources of the mangrove ecosystem which has a very high market demand. Due to this conditions will be affected in increasing exploitation of this species and cause inbalancing the population in the nature. The study aims to calculate abundance ratio and width – weight correlation between male and female of the crab caught from the estuary of Mangkang Wetan Semarang, Central Java. This study conducted at the end of 2018 (December) to the first month of 2019 (Januari). Survey method was used in this study by using purposive sampling in order to get the right data aimed as a planned. The crab sample was caught by some fisherman which were dirrected at five sampling points base on different fisherman activities. The results shows that the caught seasons in the rainy time  of Dec 2018 and Jan 2019, dominated by males crab (Scylla serrata). The December caught have higher sex ratio between male and female (1,65:1) compare to Januari caught (1,21:1). Correlation in carapage width and body weigth between the crabs male and female shows allometrik growth. Where, the male growth tend to have a positive allometric, while the female were negative. These can be conclude that, the male crabs were dominantly found during rainy seasons especially in December dan January. This imbalance of the sex ratio will disturb the population stability of Scylla setrata in estuary ecosystem of Mangkang Wetan Semarang.
Institute of Research and Community Services Diponegoro University (LPPM UNDIP)
Title: Studi Kelimpahan Scylla serrata Forsskål, 1775 (Portunidae:Malacostraca) Hasil Tangkapan Musim Penghujan Di Perairan Mangkang Semarang
Description:
Scylla serrata yang dikenal sebagai kepiting bakau merupakan sumber daya hayati ekosistem bakau yang hingga saat ini memiliki demand pasar yang cukup tinggi.
Kondisi ini meningkatkan eksploitasi penangkapan species ini sehingga menyebabkan terganggunya populasi kepiting di alam.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi hasil tangkapan kepiting bakau (Scylla serrata) dengan melihat rasio kelimpahan dan hubungan lebar - berat kepiting bakau jantan dan betina dari hasil tangkapan di perairan Mangkang Wetan – Tugu, Kota Semarang, Jawa Tengah.
Penelitian ini dilakukan pada musim penghujan di akhir tahun 2018 (Desember) dan awal tahun 2019 (Januari).
Purposive sampling merupakan metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan melakukan survey yang terarah dan terencana.
Sampel kepiting bakau didapatkan dari hasil tangkapan nelayan yang diarahkan pada lima titik berdasarkan aktivitas yang berbeda.
Hasil menunjukkan bahwa tangkapan kepiting bakau (Scylla serrata) pada Bulan Desember 2018 dan Januari 2019 di dominasi oleh kepiting jantan.
Tangkapan bulan Desember 2018 memiliki rasio jantan : betina lebih besar (1,65:1) dari Januari 2019 (1,21:1).
Korelasi lebar karapas dan berat kepiting bakau jantan dan betina bersifat allometrik, dimana jantan memiliki pola pertumbuhan allometrik positif sedangkan betina memiliki pola perumbuhan allometrik negatif.
Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa populasi kepiting jantan lebih banyak ditemukan selama musim penghujan terutama di bulan Desember dan Januari.
Ketidak seimbangan sex rasio ini akan menyebabkan terganggunya kestabilan populasi Scylla setrata di ekosistem estuaria Mangkang Wetan Semarang.
  Scylla serrata known as mangrove crab as an edible food resources of the mangrove ecosystem which has a very high market demand.
Due to this conditions will be affected in increasing exploitation of this species and cause inbalancing the population in the nature.
The study aims to calculate abundance ratio and width – weight correlation between male and female of the crab caught from the estuary of Mangkang Wetan Semarang, Central Java.
This study conducted at the end of 2018 (December) to the first month of 2019 (Januari).
Survey method was used in this study by using purposive sampling in order to get the right data aimed as a planned.
The crab sample was caught by some fisherman which were dirrected at five sampling points base on different fisherman activities.
The results shows that the caught seasons in the rainy time  of Dec 2018 and Jan 2019, dominated by males crab (Scylla serrata).
The December caught have higher sex ratio between male and female (1,65:1) compare to Januari caught (1,21:1).
Correlation in carapage width and body weigth between the crabs male and female shows allometrik growth.
Where, the male growth tend to have a positive allometric, while the female were negative.
These can be conclude that, the male crabs were dominantly found during rainy seasons especially in December dan January.
This imbalance of the sex ratio will disturb the population stability of Scylla setrata in estuary ecosystem of Mangkang Wetan Semarang.

Related Results

KETERKAITAN MUSIM HUJAN DAN MUSIM ANGIN DENGAN MUSIM PENANGKAPAN IKAN LEMURU YANG BERBASIS DI PPN PENGAMBENGAN
KETERKAITAN MUSIM HUJAN DAN MUSIM ANGIN DENGAN MUSIM PENANGKAPAN IKAN LEMURU YANG BERBASIS DI PPN PENGAMBENGAN
Musim penangkapan ikan seringkali dikaitkan dengan kondisi iklim dan cuaca seperti hujan dan musim angin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara musim hujan...
Studi Kelimpahan Megabenthos di Padang Lamun Perairan Jepara
Studi Kelimpahan Megabenthos di Padang Lamun Perairan Jepara
Megabenthos adalah organisme berukuran lebih dari 1 cm yang tumbuh dan berkembang dengan memanfaatkan fungsi ekologis di padang lamun. Kelimpahan megabentos dipengaruhi oleh bebera...
Komposisi Jenis Jenis Ikan dan Crustacea Hasil Tangkapan Bubu Naga di Pesisir Tambakrejo Semarang
Komposisi Jenis Jenis Ikan dan Crustacea Hasil Tangkapan Bubu Naga di Pesisir Tambakrejo Semarang
Bubu naga merupakan alat perangkap yang bersifat pasif yang pengoperasiannya memanfaatkan kondisi pasang surut perairan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui jen...
Studi kelimpahan fingerling ikan terhadap ketersediaan pakan alami di perairan Danau Laut Tawar
Studi kelimpahan fingerling ikan terhadap ketersediaan pakan alami di perairan Danau Laut Tawar
Abstract. This research was conducted onJuly 2018 in Lake Laut Tawar, Aceh Tengah District.This study aims to determine the abundance of fingerling fish and the availability of nat...
ANALISIS KEBIJAKAN PENGELOLAAN OBYEK WISATA TAMAN WISATA MARGASATWA MANGKANG SEMARANG
ANALISIS KEBIJAKAN PENGELOLAAN OBYEK WISATA TAMAN WISATA MARGASATWA MANGKANG SEMARANG
UPTD Taman Margasatwa formed based on the mayor 68 Semarangnumber of 2008 , instability visitors is a phenomenon is interesting to checkmanagement has be done by the city Semarang ...
Persebaran Penggunaan Listrik Saat Musim Kemarau dan Musim Penghujan
Persebaran Penggunaan Listrik Saat Musim Kemarau dan Musim Penghujan
Sebuah studi deskripsi komparatif dilakukan terhadap penggunaan AC pada kedua musim di Kota Gorontalo, yaitu musim kemarau dan musim penghujan. Tulisan ini bertujuan untuk mengetah...
Kajian Struktur Ukuran Dan Parametr Populasi Kepiting Bakau (Scylla serrata) di Ekosistem Mangrove Teluk Bintan, Kepulauan Riau
Kajian Struktur Ukuran Dan Parametr Populasi Kepiting Bakau (Scylla serrata) di Ekosistem Mangrove Teluk Bintan, Kepulauan Riau
ABSTRAKKepiting bakau (Scylla serrata) merupakan salah satu potensi komoditas perikanan skala kecil yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Kelimpahan populasi dipengaruhi oleh upaya p...

Back to Top