Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisis Vegetasi di Sekitar DAS Kali Gendol (Area Bebeng) Taman Nasional Gunung Merapi

View through CrossRef
Abstrak TNGM memiliki jenis ekologi yang unik, ekologi di wilayah sekitar gunung merapi seringkali mengalami perubahan ekosistem. Sejalan dengan kedinamisan ekosistem TNGM yang dipaparkan sebelumnya maka vegetasi yang berubah perlu diidentifikasi dan dianalisis untuk mengetahui keanekaragaman dan kondisi ekosistemnya pasca erupsi 2010. Metode pengambilan data pada penelitian ini dilakukan dengan observasi langsung menggunakan pembuatan petak kuadrat, analisis vegetasi, quadrat sampling techniques dan prinsip representative. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif hasil observasi. Hasil penelitian ini adalah wilayah observasi memiliki 4 habitus utama yaitu lumut, herba, semak, dan tegakan. Dominansi dengan indeks nilai penting (INP) yang tertinggi pada setiap habitus meliputi Bryopsida sp. dengan INP 300% untuk lumut , Viburnum sp. dengan INP 87.43% untuk herba, Carex sp. dengan INP 132.63% untuk semak, dan Acacia sp. dengan INP 300% untuk tegakan. Sedangkan speies dengan dominasi paling rendah pada setiap  habitus meliputi Euphorbia sp. dengan INP 8.97% untuk herba dan Ageratina sp. Dengan INP 37.31% untuk semak. Kata kunci: TNGM, Vegetasi, quadrat sampling techniques   Abstract TNGM has unique type of ecology, the ecology in the area around Mount Merapi often undergoes ecosystem changes. In line with the dynamics of the TNGM ecosystem described before, changing vegetation needs to be identified and analyzed to find the diversity and condition of the ecosystem after the 2010 eruption. Data collection methods in this study were carried out by direct observation using quadratic plot making, vegetation analysis, quadrat sampling techniques and representative principles. Analysis of the data is descriptive analysis of observations. The results of this study are the observation area has 4 main habitus namely mosses, herbs, shrubs, and stands. Dominance with the highest importance value index (INP) in each habitus includes Bryopsida sp. with 300% INP for moss, Viburnum sp. with INP 87.43% for herbs, Carex sp. with INP 132.63% for shrubs, and Acacia sp. with a 300% INP for stands. While the species with the lowest dominance in each habitus include Euphorbia sp. with INP 8.97% for herbs and Ageratina sp. With INP 37.31% for shrubs. Keywords: TNGM, Vegetation, quadrat sampling techniques
Title: Analisis Vegetasi di Sekitar DAS Kali Gendol (Area Bebeng) Taman Nasional Gunung Merapi
Description:
Abstrak TNGM memiliki jenis ekologi yang unik, ekologi di wilayah sekitar gunung merapi seringkali mengalami perubahan ekosistem.
Sejalan dengan kedinamisan ekosistem TNGM yang dipaparkan sebelumnya maka vegetasi yang berubah perlu diidentifikasi dan dianalisis untuk mengetahui keanekaragaman dan kondisi ekosistemnya pasca erupsi 2010.
Metode pengambilan data pada penelitian ini dilakukan dengan observasi langsung menggunakan pembuatan petak kuadrat, analisis vegetasi, quadrat sampling techniques dan prinsip representative.
Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif hasil observasi.
Hasil penelitian ini adalah wilayah observasi memiliki 4 habitus utama yaitu lumut, herba, semak, dan tegakan.
Dominansi dengan indeks nilai penting (INP) yang tertinggi pada setiap habitus meliputi Bryopsida sp.
dengan INP 300% untuk lumut , Viburnum sp.
dengan INP 87.
43% untuk herba, Carex sp.
dengan INP 132.
63% untuk semak, dan Acacia sp.
dengan INP 300% untuk tegakan.
Sedangkan speies dengan dominasi paling rendah pada setiap  habitus meliputi Euphorbia sp.
dengan INP 8.
97% untuk herba dan Ageratina sp.
Dengan INP 37.
31% untuk semak.
Kata kunci: TNGM, Vegetasi, quadrat sampling techniques   Abstract TNGM has unique type of ecology, the ecology in the area around Mount Merapi often undergoes ecosystem changes.
In line with the dynamics of the TNGM ecosystem described before, changing vegetation needs to be identified and analyzed to find the diversity and condition of the ecosystem after the 2010 eruption.
Data collection methods in this study were carried out by direct observation using quadratic plot making, vegetation analysis, quadrat sampling techniques and representative principles.
Analysis of the data is descriptive analysis of observations.
The results of this study are the observation area has 4 main habitus namely mosses, herbs, shrubs, and stands.
Dominance with the highest importance value index (INP) in each habitus includes Bryopsida sp.
with 300% INP for moss, Viburnum sp.
with INP 87.
43% for herbs, Carex sp.
with INP 132.
63% for shrubs, and Acacia sp.
with a 300% INP for stands.
While the species with the lowest dominance in each habitus include Euphorbia sp.
with INP 8.
97% for herbs and Ageratina sp.
With INP 37.
31% for shrubs.
Keywords: TNGM, Vegetation, quadrat sampling techniques.

Related Results

Evaluasi Kesesuaian Elemen Taman terhadap Tujuan Pembangunan Taman Aktif di Kecamatan Bogor Utara
Evaluasi Kesesuaian Elemen Taman terhadap Tujuan Pembangunan Taman Aktif di Kecamatan Bogor Utara
Taman kota adalah taman yang berada di lingkungan perkotaan. Taman kota dapat mengantisipasi dampak negatif yang akan timbul dengan perkembangan kota dan dapat dinikmati oleh selur...
Evaluasi Kesesuaian Elemen Taman terhadap Tujuan Pembangunan Taman Aktif di Kecamatan Bogor Utara
Evaluasi Kesesuaian Elemen Taman terhadap Tujuan Pembangunan Taman Aktif di Kecamatan Bogor Utara
Taman kota adalah taman yang berada di lingkungan perkotaan. Taman kota dapat mengantisipasi dampak negatif yang akan timbul dengan perkembangan kota dan dapat dinikmati oleh selur...
Evaluasi Kesesuaian Elemen Taman terhadap Tujuan Pembangunan Taman Aktif di Kecamatan Bogor Utara
Evaluasi Kesesuaian Elemen Taman terhadap Tujuan Pembangunan Taman Aktif di Kecamatan Bogor Utara
Taman kota adalah taman yang berada di lingkungan perkotaan. Taman kota dapat mengantisipasi dampak negatif yang akan timbul dengan perkembangan kota dan dapat dinikmati oleh selur...
Evaluasi Kesesuaian Elemen Taman terhadap Tujuan Pembangunan Taman Aktif di Kecamatan Bogor Utara
Evaluasi Kesesuaian Elemen Taman terhadap Tujuan Pembangunan Taman Aktif di Kecamatan Bogor Utara
Taman kota adalah taman yang berada di lingkungan perkotaan. Taman kota dapat mengantisipasi dampak negatif yang akan timbul dengan perkembangan kota dan dapat dinikmati oleh selur...
ANALISIS REABILITY PENGARUH VEGETASI RUMPUT GAJAH DENGAN METODE ELEMEN HINGGA PADA LERENG TANAH VULKANIK
ANALISIS REABILITY PENGARUH VEGETASI RUMPUT GAJAH DENGAN METODE ELEMEN HINGGA PADA LERENG TANAH VULKANIK
Desa-desa sekitar Kaldera Gunung Batur terancam mengalami longsor bahan rombakan (Debris Flow) akibat erosi permukaan karena lereng yg tersusun oleh tanah vulkanik dan minim ...
Pengawasan Taman Nasional Tesso Nilo Oleh Balai Taman Nasional Tesso Nilo Kecamatan Ukui Kabupaten Pelalawan
Pengawasan Taman Nasional Tesso Nilo Oleh Balai Taman Nasional Tesso Nilo Kecamatan Ukui Kabupaten Pelalawan
Penelitian ini mengkaji mengenai pengawasan taman nasional tesso nilo oleh balai taman nasional tesso nilo kecamatan ukui kabupaten pelalawan, dengan rumusan masalah tentang bagaim...
Evaluasi Fungsi Ekologis Pada Taman-Taman Kota di Kota Bandung
Evaluasi Fungsi Ekologis Pada Taman-Taman Kota di Kota Bandung
Taman kota memeiliki fungsi utama yaitu fungsi ekologis. Taman kota dikatakan berfungsi ekologis ketika mampu membentuk keseimbangan lingkungan perkotaan dan kondisinya dapat dira...

Back to Top