Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Evaluasi Fungsi Ekologis Pada Taman-Taman Kota di Kota Bandung

View through CrossRef
Taman kota memeiliki fungsi utama yaitu fungsi ekologis. Taman kota dikatakan berfungsi ekologis ketika mampu membentuk keseimbangan lingkungan perkotaan dan kondisinya dapat dirasakan oleh pengunjung. Tiga taman kota di Kota Bandung, antara lain Taman Balai Kota, Taman Tegallega, dan Taman Alun-alun. Ketiga taman tersebut menunjukan pergeseran fungsi yang seharusnya mengedepankan fungsi ekologis justru lebih menonjolkan fungsi estetis dan fungsi ekonomis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi fungsi ekologis dari aspek vegetasi dan klimatologis dan mengetahui persepsi pengunjung tentang kondisi taman-taman kota di Kota Bandung. Metode dari penelitian ini kuantitatif dengan pendekatan deskriptif yang menggambarkan keadaan sebenarnya dari kondisi taman kota yang diteliti. Hasil penilaian fungsi ekologis menunjukan bahwa taman-taman kota di Kota Bandung memiliki kondisi vegetasi yang beragam, jumlahnya banyak, ketinggian didominasi 7-12 meter, memiliki daun lebar yang mampu memberikan naungan namun pohon yang berada di dalam taman kota hanya mampu menurunkan suhu 1.9 oC belum memenuhi kriteria menurunkan suhu sampai 3-4 oC. Kondisi Klimatologis memiliki rata-rata suhu udara 28.3 oC dan kelembaban udara memiliki rata-rata 57% yang artinya keduanya memenuhi kondisi ideal pada taman kota. Dari penilaian keseluruhan kriteria fungsi ekologis sebesar mencapai 75% yang artinya kondisi vegetasi dan klimatologis berperan dengan baik dan pengunjung berpendapat bahwa taman-taman kota dalam kondisi baik untuk memberikan keamanan dan kenyamanan saat berkunjung. Perlu adanya penambahan varietas tanaman yang ditanam secara menyebar dan merata agar peran tanaman bekerja lebih optimal.
Center for Open Science
Title: Evaluasi Fungsi Ekologis Pada Taman-Taman Kota di Kota Bandung
Description:
Taman kota memeiliki fungsi utama yaitu fungsi ekologis.
Taman kota dikatakan berfungsi ekologis ketika mampu membentuk keseimbangan lingkungan perkotaan dan kondisinya dapat dirasakan oleh pengunjung.
Tiga taman kota di Kota Bandung, antara lain Taman Balai Kota, Taman Tegallega, dan Taman Alun-alun.
Ketiga taman tersebut menunjukan pergeseran fungsi yang seharusnya mengedepankan fungsi ekologis justru lebih menonjolkan fungsi estetis dan fungsi ekonomis.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi fungsi ekologis dari aspek vegetasi dan klimatologis dan mengetahui persepsi pengunjung tentang kondisi taman-taman kota di Kota Bandung.
Metode dari penelitian ini kuantitatif dengan pendekatan deskriptif yang menggambarkan keadaan sebenarnya dari kondisi taman kota yang diteliti.
Hasil penilaian fungsi ekologis menunjukan bahwa taman-taman kota di Kota Bandung memiliki kondisi vegetasi yang beragam, jumlahnya banyak, ketinggian didominasi 7-12 meter, memiliki daun lebar yang mampu memberikan naungan namun pohon yang berada di dalam taman kota hanya mampu menurunkan suhu 1.
9 oC belum memenuhi kriteria menurunkan suhu sampai 3-4 oC.
Kondisi Klimatologis memiliki rata-rata suhu udara 28.
3 oC dan kelembaban udara memiliki rata-rata 57% yang artinya keduanya memenuhi kondisi ideal pada taman kota.
Dari penilaian keseluruhan kriteria fungsi ekologis sebesar mencapai 75% yang artinya kondisi vegetasi dan klimatologis berperan dengan baik dan pengunjung berpendapat bahwa taman-taman kota dalam kondisi baik untuk memberikan keamanan dan kenyamanan saat berkunjung.
Perlu adanya penambahan varietas tanaman yang ditanam secara menyebar dan merata agar peran tanaman bekerja lebih optimal.

Related Results

Program “Bandung Menjawab” sebagai Strategi Komunikasi
Program “Bandung Menjawab” sebagai Strategi Komunikasi
Abstract. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bandung City functions as a platform to communicate messages to the public. Diskominfo Bandung City develops one of its flag...
Perlindungan Taman Kota Sebagai Jejak Sejarah Perkotaan : Upaya Pengelolaan Taman Kota Sebagai Aset Kota
Perlindungan Taman Kota Sebagai Jejak Sejarah Perkotaan : Upaya Pengelolaan Taman Kota Sebagai Aset Kota
Taman kota yang memiliki nilai sejarah merupakan warisan kekayaan budaya bangsa yang selain dapat dinikmati sebagai sarana kota, juga memiliki arti penting dari sisi sejarah perkem...
Pengelolaan Pesan Parodi Melalui Media Sosial Instagram
Pengelolaan Pesan Parodi Melalui Media Sosial Instagram
Abstract. Traffic conditions in the city of Bandung are still very closely related to violations committed by road users due to a lack of awareness when driving. This problem promp...
Kajian Kualitas Hutan Kota di Kota Bandung
Kajian Kualitas Hutan Kota di Kota Bandung
Abstract. The existence of Green Open Spaces in the City of Bandung is decreasing from year to year, namely in the period 1996-2020. Where the amount of green open space that shoul...
Gambaran Religuitas Mualaf di Masjid Lautze 2 di Kota Bandung
Gambaran Religuitas Mualaf di Masjid Lautze 2 di Kota Bandung
Abstract. Bandung is one of the diverse cities, we can see the diversity of the city of Bandung with its cultured and religious society, of course, the people of Bandung have the p...
ELEMEN PENDUKUNG TAMAN KOTA DI TAMAN KRUCUK DAN TAMAN BUNDERAN MUNJUL
ELEMEN PENDUKUNG TAMAN KOTA DI TAMAN KRUCUK DAN TAMAN BUNDERAN MUNJUL
Sejak dibangun oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada tahun 2012 lalu, Taman Krucuk yang berada di jalan Lohbener, Kesenden, Kejaksan, kota Cirebon, Jawa Barat belum kunjung sele...
Margin Pemasaran Ikan di Kecamatan Insana Utara Kabupaten Timor Tengah Utara
Margin Pemasaran Ikan di Kecamatan Insana Utara Kabupaten Timor Tengah Utara
Penelitian bertujuan untuk mengetahui 1) fungsi-fungsi pemasaran yang dilakukan nelayan dan pedagang perantara; 2) saluran pemasaran ikan; dan 3) margin pemasaran ikan. Metode anal...

Back to Top