Javascript must be enabled to continue!
PENGARUH METODE PENGERINGAN TERHADAP KADAR POLIFENOL DAN FLAVONOID TOTAL PADA BIJI KOPI ARABIKA (Coffea arabica L.) ARJASARI
View through CrossRef
Senyawa polifenol dan flavonoid merupakan senyawa metabolit sekunder yang paling banyak ditemukan pada tanaman dan juga memiliki berbagai efek farmakologi salah satunya sebagai antioksidan. Kedua senyawa metabolit sekunder ini terkandung juga di dalam biji kopi. Penanganan pascapanen buah kopi cerry menjadi biji kopi dilakukan melalui proses natural, semi-washed, dan full-washed. Ketiga proses ini dapat mempengaruhi citarasa dari biji kopi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh proses pengolahan pasca panen buah kopi Arabika (Coffea arabica L.) menjadi biji kopi hijau terhadap kadar polifenol dan flavonoid total. Pengujian dilakukan terhadap ekstrak etanol biji kopi hijau. Hasil pengukuran kadar polifenol ekstrak etanol biji kopi hijau menunjukkan bahwa kadar polifenol total paling tinggi pada biji kopi full-washed (BKfw) sebesar 116,71 mg GAE/g ekstrak, sedangkan kadar polifenol total ekstrak etanol Biji Kopi semi-washed (BKsw) dan Biji Kopi Full-washed (BKfw) berturut-turut yaitu 115,70 mg GAE/g ekstrak dan 103,60 mg GAE/g ekstrak. Proses pengeringan mempengaruhi kadar polifenol dan berbeda nyata secara statistik. Hasil pengukuran kadar flavonoid total ekstrak etanol biji kopi Arabika Natural (BKn), semi-washed (BKsw) dan full-washed (BKfw) berturut-turut adalah 5,67 mg QE/g, 6,28 mg QE/g, dan 5,56 mg QE/g. Hasil tersebut tidak menunjukkan beda nyata, sehingga proses pengeringan tidak berpengaruh terhadap kadar flavonoid.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: PENGARUH METODE PENGERINGAN TERHADAP KADAR POLIFENOL DAN FLAVONOID TOTAL PADA BIJI KOPI ARABIKA (Coffea arabica L.) ARJASARI
Description:
Senyawa polifenol dan flavonoid merupakan senyawa metabolit sekunder yang paling banyak ditemukan pada tanaman dan juga memiliki berbagai efek farmakologi salah satunya sebagai antioksidan.
Kedua senyawa metabolit sekunder ini terkandung juga di dalam biji kopi.
Penanganan pascapanen buah kopi cerry menjadi biji kopi dilakukan melalui proses natural, semi-washed, dan full-washed.
Ketiga proses ini dapat mempengaruhi citarasa dari biji kopi.
Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh proses pengolahan pasca panen buah kopi Arabika (Coffea arabica L.
) menjadi biji kopi hijau terhadap kadar polifenol dan flavonoid total.
Pengujian dilakukan terhadap ekstrak etanol biji kopi hijau.
Hasil pengukuran kadar polifenol ekstrak etanol biji kopi hijau menunjukkan bahwa kadar polifenol total paling tinggi pada biji kopi full-washed (BKfw) sebesar 116,71 mg GAE/g ekstrak, sedangkan kadar polifenol total ekstrak etanol Biji Kopi semi-washed (BKsw) dan Biji Kopi Full-washed (BKfw) berturut-turut yaitu 115,70 mg GAE/g ekstrak dan 103,60 mg GAE/g ekstrak.
Proses pengeringan mempengaruhi kadar polifenol dan berbeda nyata secara statistik.
Hasil pengukuran kadar flavonoid total ekstrak etanol biji kopi Arabika Natural (BKn), semi-washed (BKsw) dan full-washed (BKfw) berturut-turut adalah 5,67 mg QE/g, 6,28 mg QE/g, dan 5,56 mg QE/g.
Hasil tersebut tidak menunjukkan beda nyata, sehingga proses pengeringan tidak berpengaruh terhadap kadar flavonoid.
Related Results
Potensi Serum Liposom Ekstrak Biji Kopi Arabika (Coffea arabica L.) Sebagai Antioksidan
Potensi Serum Liposom Ekstrak Biji Kopi Arabika (Coffea arabica L.) Sebagai Antioksidan
Kopi arabika mengandung kafein, polisakarida, trigliserida, asam klorogenat, dan asam lemak linoleate. Kandungan dari asam linoleate memiliki sekitar 40-45% yang berfungsi untuk me...
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL BIJI KOPI ARABIKA DAN ROBUSTA TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL BIJI KOPI ARABIKA DAN ROBUSTA TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes
Kopi merupakan salah satu tanaman yang sudah banyak dikenal oleh masyarakat umumnya. Kopi merupakan tanaman yang memiliki kandungan kafein dengan salah satu manfaatnya untuk mening...
Kopi Arabika Sebagai Ide Penciptaan Karya Seni Grafis
Kopi Arabika Sebagai Ide Penciptaan Karya Seni Grafis
ABSTRACTThis article discusses the creation of five graphic artworks that use Arabica coffee as a creative subject. The reason for choosing Arabica coffee as the main subject is be...
Pola Perubahan Dimensi Biji Kopi Arabika (Coffea arabica) Selama Proses Pengeringan
Pola Perubahan Dimensi Biji Kopi Arabika (Coffea arabica) Selama Proses Pengeringan
Kopi arabika (Coffea arabica) merupakan tipe kopi tradisional dengan cita rasa terbaik. Biji kopi yang dihasilkan berwarna hijau hingga merah gelap. Kopi ini berasal dari Etiopia d...
Analisa Segmenting, Targeting, Positioning, dan Swot Sebagai Strategi Pemasaran Kopi Karlos (Studi pada Produsen Kopi Karlos Desa Donowarih Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang)
Analisa Segmenting, Targeting, Positioning, dan Swot Sebagai Strategi Pemasaran Kopi Karlos (Studi pada Produsen Kopi Karlos Desa Donowarih Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang)
Kopi menjadi komoditas unggulan dalam sektor pertanian Indonesia. Salah satu daerah yang menjadi penghasil kopi terbesar adalah Malang, Jawa Timur. Kopi yang menjadi daya tarik dar...
Kualitas Fisik dan Kimia Kopi Celup Arabika Rasa Kayu Manis Pada Tingkat Penyangraian Yang Berbeda
Kualitas Fisik dan Kimia Kopi Celup Arabika Rasa Kayu Manis Pada Tingkat Penyangraian Yang Berbeda
Abstrak: Penyeduhan kopi secara manual sering dipraktekkan oleh masyarakat. Namun cara ini dianggap kurang praktis karena menyisakan ampas bubuk kopi didalam minuman. Salah satu up...
Daya Hambat Emulgel Ampas Kopi Arabika Java Preanger terhadap Cutibacterium acnes
Daya Hambat Emulgel Ampas Kopi Arabika Java Preanger terhadap Cutibacterium acnes
Abstract. Acne vulgaris (AV) is a common skin disease, affecting almost 80%-100% of the population. The purpose of this study was to determine Java Preanger Arabica coffee grounds ...
Karakteristik Pengeringan Ikan Kembung (Mackerel Fish) Menggunakan Metoda Pengeringan Konveksi Dengan Suhu Bertingkat
Karakteristik Pengeringan Ikan Kembung (Mackerel Fish) Menggunakan Metoda Pengeringan Konveksi Dengan Suhu Bertingkat
Ikan kembung kering merupakan salah satu solusi untuk mengatasi berlimpahnya hasil tangkapan dan pembusukan pada ikan kembung. Namun, saat ini proses pengeringan yang dilakukan ole...

