Javascript must be enabled to continue!
Karakteristik Pengeringan Ikan Kembung (Mackerel Fish) Menggunakan Metoda Pengeringan Konveksi Dengan Suhu Bertingkat
View through CrossRef
Ikan kembung kering merupakan salah satu solusi untuk mengatasi berlimpahnya hasil tangkapan dan pembusukan pada ikan kembung. Namun, saat ini proses pengeringan yang dilakukan oleh masyaraka, khususnya nelayan masih dilakukan secara konvensional, yang membutuhkan waktu pengeringan yang lama karena tergantung cuaca saat pengeringan dan untuk mengatasi pengeringan ini dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknologi pengeringan konveksi yang memanfaatkan aliran cairan dari udara panas dengan kecepatan aliran udara tetap konstan 1 m/s. penelitian melakukan penelitian ini untuk melihat efek pada karakteristik pengeringan makarel menggunakan pengeringan konvektif dengan suhu bertingkat. Ada dua variasi suhu yang digunakan dalam penelitian ini, suhu konstan dan suhu bertingkat. Pengeringan suhu konstan yang digunakan ada dua variasi, suhu rendah dan suhu tinggi (40 dan 60). Sementara pengeringan menggunakan suhu bertingkat menggunakan suhu 40, 50 dan 60 yang secara bertahap ditingkatkan dari suhu rendah ke suhu tertinggi. Dalam penelitian ini, proses pengeringan dilakukan hingga kadar air ikan kembung mencapai 40%. Setelah melakukan penelitian menggunakan suhu konstan dan suhu bertingkat, hasilnya menunjukkan bahwa waktu pengeringan terpanjang diperoleh pada percobaan pengeringan yang menggunakan suhu konstan 40. Namun, konsumsi panas selama pengeringan adalah yang terkecil. Waktu pengeringan tercepat diperoleh pada pengeringan suhu konstan 60, tetapi konsumsi panas selama pengeringan menjadi lebih besar. Sementara itu, pengeringan dengan suhu bertingkat didapatkan waktu pengeringan dan konsumsi panas saat pengeringan yang sedang. Jadi, selama proses pengeringan pengaruh suhu sangat besar, dimana antara suhu dan waktu pengeringan berbanding terbalik, dan hubungan antara suhu dan konsumsi panas selama pengeringan berbanding lurus.
Title: Karakteristik Pengeringan Ikan Kembung (Mackerel Fish) Menggunakan Metoda Pengeringan Konveksi Dengan Suhu Bertingkat
Description:
Ikan kembung kering merupakan salah satu solusi untuk mengatasi berlimpahnya hasil tangkapan dan pembusukan pada ikan kembung.
Namun, saat ini proses pengeringan yang dilakukan oleh masyaraka, khususnya nelayan masih dilakukan secara konvensional, yang membutuhkan waktu pengeringan yang lama karena tergantung cuaca saat pengeringan dan untuk mengatasi pengeringan ini dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknologi pengeringan konveksi yang memanfaatkan aliran cairan dari udara panas dengan kecepatan aliran udara tetap konstan 1 m/s.
penelitian melakukan penelitian ini untuk melihat efek pada karakteristik pengeringan makarel menggunakan pengeringan konvektif dengan suhu bertingkat.
Ada dua variasi suhu yang digunakan dalam penelitian ini, suhu konstan dan suhu bertingkat.
Pengeringan suhu konstan yang digunakan ada dua variasi, suhu rendah dan suhu tinggi (40 dan 60).
Sementara pengeringan menggunakan suhu bertingkat menggunakan suhu 40, 50 dan 60 yang secara bertahap ditingkatkan dari suhu rendah ke suhu tertinggi.
Dalam penelitian ini, proses pengeringan dilakukan hingga kadar air ikan kembung mencapai 40%.
Setelah melakukan penelitian menggunakan suhu konstan dan suhu bertingkat, hasilnya menunjukkan bahwa waktu pengeringan terpanjang diperoleh pada percobaan pengeringan yang menggunakan suhu konstan 40.
Namun, konsumsi panas selama pengeringan adalah yang terkecil.
Waktu pengeringan tercepat diperoleh pada pengeringan suhu konstan 60, tetapi konsumsi panas selama pengeringan menjadi lebih besar.
Sementara itu, pengeringan dengan suhu bertingkat didapatkan waktu pengeringan dan konsumsi panas saat pengeringan yang sedang.
Jadi, selama proses pengeringan pengaruh suhu sangat besar, dimana antara suhu dan waktu pengeringan berbanding terbalik, dan hubungan antara suhu dan konsumsi panas selama pengeringan berbanding lurus.
Related Results
STRATEGI PENGENDALIAN IMPOR MACKAREL SEBAGAI BAHAN BAKU USAHA PEMINDANGAN
STRATEGI PENGENDALIAN IMPOR MACKAREL SEBAGAI BAHAN BAKU USAHA PEMINDANGAN
Ikan mackerel merupakan salah satu komoditas impor utama pada sektor perikanan sehingga pengendalian impor terhadap komoditas ini dapat berperan mengurangi defisit neraca perdagang...
ANALISIS PERUBAHAN PROTEIN IKAN SELAMA PENGOLAHAN DENGAN PENGGARAMAN
ANALISIS PERUBAHAN PROTEIN IKAN SELAMA PENGOLAHAN DENGAN PENGGARAMAN
Indonesia Sejauh ini, belum ada studi terkait pengaruh tahapan proses pengolahan ikan tradisional di Indonesia terhadap perubahan profil bobot molekul serta alergenisitasnya. Tujua...
Pengolahan Ikan di Kabupaten Bantaeng
Pengolahan Ikan di Kabupaten Bantaeng
UKM Melati dan UKM Sipatujui adalah dua mitra yang bergerak dalam bidang pengolahan ikan di Kabupaten Bantaeng. Kedua mitra selama ini hanya mengembangkan kerupuk amplang dan bakso...
KERAGAAN PEMIJAHAN BUATAN ANTARA IKAN PATIN SIAM (Pangasianodon hypophthalmus) BETINA DAN IKAN PATIN JAMBAL (Pangasius djambal) JANTAN DAN IKAN PATIN NASUTUS (Pangasius nasutus) JANTAN
KERAGAAN PEMIJAHAN BUATAN ANTARA IKAN PATIN SIAM (Pangasianodon hypophthalmus) BETINA DAN IKAN PATIN JAMBAL (Pangasius djambal) JANTAN DAN IKAN PATIN NASUTUS (Pangasius nasutus) JANTAN
Upaya pengembangan budidaya ikan patin jambal (Pangasius djambal) dan ikan patin nasutus (P. nasutus) sebagai komoditas ekspor ikan patin daging putih sulit direalisasikan, karena ...
Margin Pemasaran Ikan di Kecamatan Insana Utara Kabupaten Timor Tengah Utara
Margin Pemasaran Ikan di Kecamatan Insana Utara Kabupaten Timor Tengah Utara
Penelitian bertujuan untuk mengetahui 1) fungsi-fungsi pemasaran yang dilakukan nelayan dan pedagang perantara; 2) saluran pemasaran ikan; dan 3) margin pemasaran ikan. Metode anal...
Panelist's Level of Favor for Natural Non-MSG Flavor from Different Fish Meat
Panelist's Level of Favor for Natural Non-MSG Flavor from Different Fish Meat
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesukaan panelis terhadap penyedap rasa alami non MSG yang dibuat dari daging ikan yang berbeda. Prosedur pada penelitian...
BIOLOGI REPRODUKSI IKAN TENGGIRI (Scomberomorus commerson Lacepede, 1800) DI PERAIRAN TELUK KWANDANG, LAUT SULAWESI
BIOLOGI REPRODUKSI IKAN TENGGIRI (Scomberomorus commerson Lacepede, 1800) DI PERAIRAN TELUK KWANDANG, LAUT SULAWESI
Penelitian tentang aspek biologi tenggiri di Indonesia masih jarang dilakukan, padahal upaya pemanfaatannya telah lama dilakukan oleh nelayan. Ikan tenggiri di Teluk Kwandang penan...
TINGKAT PREVELENSI EKTOPARASIT IKAN BAWAL BINTANG (Trachinotus blochii) di BALAI BESAR PERIKANAN BUDIDAYA LAUT LAMPUNG
TINGKAT PREVELENSI EKTOPARASIT IKAN BAWAL BINTANG (Trachinotus blochii) di BALAI BESAR PERIKANAN BUDIDAYA LAUT LAMPUNG
Kegiatan budidaya dengan sistem keramba jaring apung (KJA), merupakan inovasi yang diharapkan mampu meningkatkan efesiensi, efektivitas, dan kontrol terhadap ikan yang dibudidayaka...

