Javascript must be enabled to continue!
Kualitas Fisik dan Kimia Kopi Celup Arabika Rasa Kayu Manis Pada Tingkat Penyangraian Yang Berbeda
View through CrossRef
Abstrak: Penyeduhan kopi secara manual sering dipraktekkan oleh masyarakat. Namun cara ini dianggap kurang praktis karena menyisakan ampas bubuk kopi didalam minuman. Salah satu upaya untuk mengatasi masalah tersebut adalah membuat kopi celup dalam kemasan, dan penambahan rempah untuk diversifikasi rasa produk. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh derajat roasting dan persentase bubuk kayu manis terhadap karakteristik fisikokimia kopi celup. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial, dengan dua faktor, yaitu derajat roasting biji kopi Arabika (D) yang terdiri dari 3 taraf yang meliputi 1900C (light) (D1), 2000C (medium) (D2) dan 2100C (dark) (D3), serta konsentrasi bubuk kayu manis (K) yang terdiri dari 4 taraf, yaitu 0% (K0), 2% (K1), 4% (K2), dan 6% (K3). Analisis yang dilakukan meliputi sifat fisik dan kimia yang terdiri dari analisis kadar air, kadar abu, pH, dan total padatan terlarut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa derajat roasting berpengaruh nyata terhadap kadar air, kadar abu, dan total padatan terlarut seduhan kopi celup Arabika bercitarasa kayu manis. Penambahan bubuk kayu manis berpengaruh nyata terhadap kadar air, dan kadar abu seduhan kopi celup Arabika. Interaksi antara derajat roasting dan penambahan bubuk kayu manis berpengaruh nyata terhadap kadar air, dan kadar abu dari seduhan kopi celup Arabika-kayu manis. Perlakuan terbaik diperoleh pada panyangraian dark (D3) dengan penambahan bubuk kayu manis 2% (D3K1) yang menghasilkan kopi celup dengan kadar air 3.76%, kadar abu 3.31%, dan total padatan terlarut 3.10% brix.Kata Kunci: kopi celup, kayu manis, derajat penyangraianResearch Title: The Effect Of Roasted Degress and The Addition Of (Cinamomum verum) Against the Taste Of Coffee Bags ArabicaAbstract: Manual coffee brewing is very common in the community. However, this method is considered unpractical because it leaves coffee grounds in the brew. One way to overcome this problem is by preparing coffee bags with cinnamon to diversify the product. The aims of this study is to investigate the effect of roasting degree and the percentage of cinnamon on the physicochemical characteristics and quality of coffee bags. This study used a factorial randomized block design (RAK). Experimental factors used in this study are the degree of roasting of Arabica coffee beans (D) which consists of 3 levels, namely 1900C (light) (D1), 2000C (medium) (D2) and 2100C (dark) (D3). The second factor is the concentration of cinnamon powder (K) which consists of 4 levels, namely 0% (K0), 2% (K1), 4% (K2), and 6% (K3). The analysis carried out are moisture content, ash content, pH, antioxidant activity, total dissolved solids. The results indicate that degree of roasting has a significant effect on the moisture content, ash content, total dissolved solids of brewed Arabica coffee bag. The addition of cinnamon powder had a significant effect on the moisture content, and ash content of the cinnamon-flavored Arabica coffee bag. The interaction between degree of roasting and concentration of cinnamon powder had a significant effect on the moisture content, and ash content. The best result was obtained from sampel with dark roasting (D3) and 2% cinnamon powder (D3K1) which produces arabica coffee bag wit 3.76% moisture content, 3.31% ash content, 3.10% brix total dissolved solids, and antioxidant activity with 63.7% inhibition.Keywords: coffee bag, cinnamon, roasting degree
Title: Kualitas Fisik dan Kimia Kopi Celup Arabika Rasa Kayu Manis Pada Tingkat Penyangraian Yang Berbeda
Description:
Abstrak: Penyeduhan kopi secara manual sering dipraktekkan oleh masyarakat.
Namun cara ini dianggap kurang praktis karena menyisakan ampas bubuk kopi didalam minuman.
Salah satu upaya untuk mengatasi masalah tersebut adalah membuat kopi celup dalam kemasan, dan penambahan rempah untuk diversifikasi rasa produk.
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh derajat roasting dan persentase bubuk kayu manis terhadap karakteristik fisikokimia kopi celup.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial, dengan dua faktor, yaitu derajat roasting biji kopi Arabika (D) yang terdiri dari 3 taraf yang meliputi 1900C (light) (D1), 2000C (medium) (D2) dan 2100C (dark) (D3), serta konsentrasi bubuk kayu manis (K) yang terdiri dari 4 taraf, yaitu 0% (K0), 2% (K1), 4% (K2), dan 6% (K3).
Analisis yang dilakukan meliputi sifat fisik dan kimia yang terdiri dari analisis kadar air, kadar abu, pH, dan total padatan terlarut.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa derajat roasting berpengaruh nyata terhadap kadar air, kadar abu, dan total padatan terlarut seduhan kopi celup Arabika bercitarasa kayu manis.
Penambahan bubuk kayu manis berpengaruh nyata terhadap kadar air, dan kadar abu seduhan kopi celup Arabika.
Interaksi antara derajat roasting dan penambahan bubuk kayu manis berpengaruh nyata terhadap kadar air, dan kadar abu dari seduhan kopi celup Arabika-kayu manis.
Perlakuan terbaik diperoleh pada panyangraian dark (D3) dengan penambahan bubuk kayu manis 2% (D3K1) yang menghasilkan kopi celup dengan kadar air 3.
76%, kadar abu 3.
31%, dan total padatan terlarut 3.
10% brix.
Kata Kunci: kopi celup, kayu manis, derajat penyangraianResearch Title: The Effect Of Roasted Degress and The Addition Of (Cinamomum verum) Against the Taste Of Coffee Bags ArabicaAbstract: Manual coffee brewing is very common in the community.
However, this method is considered unpractical because it leaves coffee grounds in the brew.
One way to overcome this problem is by preparing coffee bags with cinnamon to diversify the product.
The aims of this study is to investigate the effect of roasting degree and the percentage of cinnamon on the physicochemical characteristics and quality of coffee bags.
This study used a factorial randomized block design (RAK).
Experimental factors used in this study are the degree of roasting of Arabica coffee beans (D) which consists of 3 levels, namely 1900C (light) (D1), 2000C (medium) (D2) and 2100C (dark) (D3).
The second factor is the concentration of cinnamon powder (K) which consists of 4 levels, namely 0% (K0), 2% (K1), 4% (K2), and 6% (K3).
The analysis carried out are moisture content, ash content, pH, antioxidant activity, total dissolved solids.
The results indicate that degree of roasting has a significant effect on the moisture content, ash content, total dissolved solids of brewed Arabica coffee bag.
The addition of cinnamon powder had a significant effect on the moisture content, and ash content of the cinnamon-flavored Arabica coffee bag.
The interaction between degree of roasting and concentration of cinnamon powder had a significant effect on the moisture content, and ash content.
The best result was obtained from sampel with dark roasting (D3) and 2% cinnamon powder (D3K1) which produces arabica coffee bag wit 3.
76% moisture content, 3.
31% ash content, 3.
10% brix total dissolved solids, and antioxidant activity with 63.
7% inhibition.
Keywords: coffee bag, cinnamon, roasting degree.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL BIJI KOPI ARABIKA DAN ROBUSTA TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL BIJI KOPI ARABIKA DAN ROBUSTA TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes
Kopi merupakan salah satu tanaman yang sudah banyak dikenal oleh masyarakat umumnya. Kopi merupakan tanaman yang memiliki kandungan kafein dengan salah satu manfaatnya untuk mening...
Analisa Segmenting, Targeting, Positioning, dan Swot Sebagai Strategi Pemasaran Kopi Karlos (Studi pada Produsen Kopi Karlos Desa Donowarih Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang)
Analisa Segmenting, Targeting, Positioning, dan Swot Sebagai Strategi Pemasaran Kopi Karlos (Studi pada Produsen Kopi Karlos Desa Donowarih Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang)
Kopi menjadi komoditas unggulan dalam sektor pertanian Indonesia. Salah satu daerah yang menjadi penghasil kopi terbesar adalah Malang, Jawa Timur. Kopi yang menjadi daya tarik dar...
Kopi Arabika Sebagai Ide Penciptaan Karya Seni Grafis
Kopi Arabika Sebagai Ide Penciptaan Karya Seni Grafis
ABSTRACTThis article discusses the creation of five graphic artworks that use Arabica coffee as a creative subject. The reason for choosing Arabica coffee as the main subject is be...
KAJIAN SISTEM AGRIBISNIS KOPI ARABIKA DI DESA SUKOREJO KECAMATAN SUMBERWRINGIN KABUPATEN BONDOWOSO
KAJIAN SISTEM AGRIBISNIS KOPI ARABIKA DI DESA SUKOREJO KECAMATAN SUMBERWRINGIN KABUPATEN BONDOWOSO
Sistem agribisnis yang terdiri dari beberapa subsektor dimana setiap subsektor memiliki peran dalam kegiatan agribisnis kopi arabika. Perbaikan dan peningkatan sistem agribisnis ko...
Penerapan Tema Green Architecture pada Agrowisata Kopi Arabika di Desa Belantih, Kintamani
Penerapan Tema Green Architecture pada Agrowisata Kopi Arabika di Desa Belantih, Kintamani
Agrowisata adalah sebagai upaya pendidikan nonformal bagi masyarakat setempat sekaligus wisatawan yang melakukan kunjungan wisata. Pembelajaran yang berlangsung pada agrowisata san...
Sejarah Kopi Kapal Api
Sejarah Kopi Kapal Api
Kopi Kapal Api telah ada sejak zaman penjajahan Belanda datang ke Indonesia. Sebelumnya, perusahaan kopi Kapal Api didirikan, pada tahun 1927, tiga orang bersaudara yaitu Go Soe Lo...

