Javascript must be enabled to continue!
Pemikiran Al-Zamakhshari tentang Qira’at pada QS. Al Fatihah
View through CrossRef
Artikel ini membahas tentang ragam qira’at pada surah al Fatihah dalam Tafsir al-Kashaf karya Abu al-Qasim Mahmud bin Muhammad bin ‘Umar al-Zamakhshari. Kajian ini dilakukan untuk melihat sejauh mana pengaruh qira’at terhadap produk tafsir dan pandangan al-Zamakhshari terhadap kajian ilmu qira’at. Artikel ini merupakan jenis penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa, pertama perbedaan qira’at juga dapat mempengaruhi terhadap penafsiran, atau istimbat hukum, walaupun tidak keseluruhannya. Kedua, perhatian al-Zamakhshari terhadap qira’at cukup besar. Hal ini dibuktikan hampir semua ayat dalam surah al Fatihah dijabarkan ragam qira’atnya. Walaupun tampak terdapat kelemahan, yaitu seringkali al-Zamakhshari tidak manyandarkan qira’at pada perawi. Dan tampak pula al-Zamakhshari lebih fokus dan tertarik pada analisis kebahasaannya dibandingkan periwayatannya. Implikasi perbedaan qira’at memberikan ruang penafsiran yang terbuka, sehingga seringkali setiap qira’at yang berbeda menjadikan kalimat multitafsir.Artikel ini membahas tentang ragam qira’at pada surah al Fatihah dalam Tafsir al-Kashaf karya Abu al-Qasim Mahmud bin Muhammad bin ‘Umar al-Zamakhshari. Kajian ini dilakukan untuk melihat sejauh mana pengaruh qira’at terhadap produk tafsir dan pandangan al-Zamakhshari terhadap kajian ilmu qira’at. Artikel ini merupakan jenis penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa, pertama perbedaan qira’at juga dapat mempengaruhi terhadap penafsiran, atau istimbat hukum, walaupun tidak keseluruhannya. Kedua, perhatian al-Zamakhshari terhadap qira’at cukup besar. Hal ini dibuktikan hampir semua ayat dalam surah al Fatihah dijabarkan ragam qira’atnya. Walaupun tampak terdapat kelemahan, yaitu seringkali al-Zamakhshari tidak manyandarkan qira’at pada perawi. Dan tampak pula al-Zamakhshari lebih fokus dan tertarik pada analisis kebahasaannya dibandingkan periwayatannya. Implikasi perbedaan qira’at memberikan ruang penafsiran yang terbuka, sehingga seringkali setiap qira’at yang berbeda menjadikan kalimat multitafsir.
Sekolah Tinggi Agama Islam Darud Dakwah Wal Irsyad Makassar
Title: Pemikiran Al-Zamakhshari tentang Qira’at pada QS. Al Fatihah
Description:
Artikel ini membahas tentang ragam qira’at pada surah al Fatihah dalam Tafsir al-Kashaf karya Abu al-Qasim Mahmud bin Muhammad bin ‘Umar al-Zamakhshari.
Kajian ini dilakukan untuk melihat sejauh mana pengaruh qira’at terhadap produk tafsir dan pandangan al-Zamakhshari terhadap kajian ilmu qira’at.
Artikel ini merupakan jenis penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif.
Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa, pertama perbedaan qira’at juga dapat mempengaruhi terhadap penafsiran, atau istimbat hukum, walaupun tidak keseluruhannya.
Kedua, perhatian al-Zamakhshari terhadap qira’at cukup besar.
Hal ini dibuktikan hampir semua ayat dalam surah al Fatihah dijabarkan ragam qira’atnya.
Walaupun tampak terdapat kelemahan, yaitu seringkali al-Zamakhshari tidak manyandarkan qira’at pada perawi.
Dan tampak pula al-Zamakhshari lebih fokus dan tertarik pada analisis kebahasaannya dibandingkan periwayatannya.
Implikasi perbedaan qira’at memberikan ruang penafsiran yang terbuka, sehingga seringkali setiap qira’at yang berbeda menjadikan kalimat multitafsir.
Artikel ini membahas tentang ragam qira’at pada surah al Fatihah dalam Tafsir al-Kashaf karya Abu al-Qasim Mahmud bin Muhammad bin ‘Umar al-Zamakhshari.
Kajian ini dilakukan untuk melihat sejauh mana pengaruh qira’at terhadap produk tafsir dan pandangan al-Zamakhshari terhadap kajian ilmu qira’at.
Artikel ini merupakan jenis penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif.
Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa, pertama perbedaan qira’at juga dapat mempengaruhi terhadap penafsiran, atau istimbat hukum, walaupun tidak keseluruhannya.
Kedua, perhatian al-Zamakhshari terhadap qira’at cukup besar.
Hal ini dibuktikan hampir semua ayat dalam surah al Fatihah dijabarkan ragam qira’atnya.
Walaupun tampak terdapat kelemahan, yaitu seringkali al-Zamakhshari tidak manyandarkan qira’at pada perawi.
Dan tampak pula al-Zamakhshari lebih fokus dan tertarik pada analisis kebahasaannya dibandingkan periwayatannya.
Implikasi perbedaan qira’at memberikan ruang penafsiran yang terbuka, sehingga seringkali setiap qira’at yang berbeda menjadikan kalimat multitafsir.
Related Results
Hadith dan Peranannya Sebagai Hujah dalam Ikhtiyar Al-Qira’at
Hadith dan Peranannya Sebagai Hujah dalam Ikhtiyar Al-Qira’at
The term of “ikhtiyar al-qira’at” in the debate of qira’at (reading) sciences gives the meanings of qira’at which has been selected by qira’at scholars, known as Imam from various ...
Imalah Dan Taqlil: Studi Qira’ah Sab`Ah Kitab Fayḍu Al-Barakāt Fī Sab`I Al-Qirā’at
Imalah Dan Taqlil: Studi Qira’ah Sab`Ah Kitab Fayḍu Al-Barakāt Fī Sab`I Al-Qirā’at
The Qur'an was revealed to the Arabs according to their dialect. This is so that they can interact with the Qur'an in accordance with their respective dialects until there are seve...
TELAAH PENGGUNAAN MANHAJ QIRĀ`ĀT AL-MUFASSIRAH TERHADAP PERBEDAAN QIRĀ`ĀT DALAM JUZ ‘AMMA
TELAAH PENGGUNAAN MANHAJ QIRĀ`ĀT AL-MUFASSIRAH TERHADAP PERBEDAAN QIRĀ`ĀT DALAM JUZ ‘AMMA
Penelitian ini membahas tentang penggunaan teori manhaj qirā`āt al-mufassirah terhadap perbedaan qirā`āt dalam juz ‘amma. Kajian ini menanggapi kajian qirā`āt yang meyakini bahwasa...
HERMENEUTIKA GRAMATIKAL: Telaah Epistemologi Kitab Faidhul Barākat Fī Sab’il Qira’at Karya K.H. Muhamad Arwani bin Muhamad Amin al-Qudsi
HERMENEUTIKA GRAMATIKAL: Telaah Epistemologi Kitab Faidhul Barākat Fī Sab’il Qira’at Karya K.H. Muhamad Arwani bin Muhamad Amin al-Qudsi
Abstract: This article is aiming at revealing the linguistic aspects of the Qur'anic hermeneutics, in which the tradition of Qira'at (various ways of reading Qur’an) in Islam shows...
Elemen Taḥrīr Qirā’āt Berpandukan Definisi Ilmu Taḥrīrāt Al-Qirā’āt Oleh Sarjana Terawal Dan Kontemporari
Elemen Taḥrīr Qirā’āt Berpandukan Definisi Ilmu Taḥrīrāt Al-Qirā’āt Oleh Sarjana Terawal Dan Kontemporari
Kajian ini menganalisis 26 teks definisi terminologi ilmu Taḥrīrāt al-Qirā’āt yang diungkapkan oleh para sarjana silam dan kontemporari bagi mengenalpasti maksud taḥrīr qirā’āt, ob...
PERAN IMAM ASY-SYATHIBI DALAM QIRA’AT AL-QUR’AN
PERAN IMAM ASY-SYATHIBI DALAM QIRA’AT AL-QUR’AN
Ilmu qira’at adalah salah satu ilmu yang mempunyai kedudukan tinggi dalam Islam, karena kaitannya dengan kitab suci al-Qur’an. Banyak ulama qira’at yang mendedikasikan diri dalam i...
TALAQQI MUSYAFAHAH DALAM ḤALAQAH QIRAAT
TALAQQI MUSYAFAHAH DALAM ḤALAQAH QIRAAT
Halaqah qirā’āt Jum’at yaitu salah satu ḥalaqah yang diasuh oleh Ahsin Sakho Muhammad secara online, ditemukan semangat para pengkaji dan penghafal Al-Qur’an dalam mempelajari ilmu...
Agreements of Yahya bin Hamza Al-Alawi (d. 749 AH) with Al-Zamakhshari (d. 538 AH) in his book Al-Azhar Al-Safiya in explaining the Muqaddima Al-Kafiya
Agreements of Yahya bin Hamza Al-Alawi (d. 749 AH) with Al-Zamakhshari (d. 538 AH) in his book Al-Azhar Al-Safiya in explaining the Muqaddima Al-Kafiya
The importance of this topic is manifested in its highlighting a facet of grammatical opinions in Arabic grammar that some grammarians uniquely held. It also showcases the critical...

