Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisis Pengendalian Persediaan Barang Gudang Ban Luar dan Ban Dalam Menggunakan Metode Economic Order Quantity (EOQ)

View through CrossRef
The company's operational activities often experience problems with warehouse inventory which often experience a shortage of inventory. This deficiency causes operational activities to stop. This study aims to analyze inventory control of outer tire and inner tube warehouses using the Economic Order Quantity (EOQ). The results of the study show that the frequency of ordering with the old method is 67 times with an average order of 4 pcs, whereas according to the EOQ method, the frequency of orders that should be made is 21 times with 13 pcs/order, while the frequency of ordering with the old method is 25 times with the average order is 12 pcs and according to the EOQ method, the order frequency is 36 times with a quantity per message of 8 pcs. Safety stock according to the EOQ method for outer tires is 1.6 pcs and for inner tubes is 1.4 pcs, while the method applied by the company does not carry out safety stock. Re-Order Point of the old method is when the stock is less than 3 pcs, whereas according to EOQ, Re-order when the stock is only 4.6 pcs and the inner tube is 4.4 pcs. The total cost of inventory for outer tire and inner tube warehouses in 2021 using the EOQ method is less than company policy. The total inventory cost from the EOQ method for the outer tires was Rp. 441,325.88 and for the inner tubes was Rp. 570,497.57, while for the outer tires was Rp. 8,949,666 and the inner tubes were Rp. 8,631,635. Abstrak   Kegiatan operasional perusahaan sering mengalami permasalahan pada persediaan gudang yang sering mengalami kekurangan persediaan Kekurangan tersebut mengakibatkan kegiatan operasional terhenti. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengendalian persediaan barang gudang ban luar dan ban dalam dengan menggunakan Economic Order Quantity (EOQ). Hasil dari penelitian bahwa frekuensi pemesanan dengan metode lama adalah sebanyak 67 kali dengan rata-rata pemesanan 4 pcs, sedangkan menurut metode EOQ, frekuensi pemesanan yang seharusnya dilakukan adalah 21 kali dengan 13 pcs/order, sedangkan frekuensi pemesanan dengan metode lama adalah 25 kali dengan rata-rata pemesanan sebanyak 12 pcs dan menurut metode EOQ, frekuensi pemesanan adalah sebanyak 36 kali dengan kuantitas per pesan 8 pcs. Safety stock menurut metode EOQ untuk ban luar adalah sebesar 1,6 pcs dan ban dalam adalah sebesar 1,4 pcs, sedangkan metode yang diterapkan perusahaan tidak melakukan persediaan pengaman. Re-Order Point metode lama adalah ketika stock kurang dari 3 pcs, sedangkan menurut EOQ, Re-order ketika stock tinggal 4,6 pcs dan ban dalam 4,4 pcs. Total biaya persediaan pada barang gudang ban luar dan ban dalam tahun 2021 dari metode EOQ lebih kecil dibanding kebijakan perusahaan. Total biaya persediaan dari metode EOQ pada ban luar sebesar Rp 441.325,88 dan pada ban dalam sebesar Rp 570.497,57, sedangkan untuk ban luar adalah sebesar Rp 8.949.666 dan pada ban dalam adalah sebesar Rp 8.631.635.
Title: Analisis Pengendalian Persediaan Barang Gudang Ban Luar dan Ban Dalam Menggunakan Metode Economic Order Quantity (EOQ)
Description:
The company's operational activities often experience problems with warehouse inventory which often experience a shortage of inventory.
This deficiency causes operational activities to stop.
This study aims to analyze inventory control of outer tire and inner tube warehouses using the Economic Order Quantity (EOQ).
The results of the study show that the frequency of ordering with the old method is 67 times with an average order of 4 pcs, whereas according to the EOQ method, the frequency of orders that should be made is 21 times with 13 pcs/order, while the frequency of ordering with the old method is 25 times with the average order is 12 pcs and according to the EOQ method, the order frequency is 36 times with a quantity per message of 8 pcs.
Safety stock according to the EOQ method for outer tires is 1.
6 pcs and for inner tubes is 1.
4 pcs, while the method applied by the company does not carry out safety stock.
Re-Order Point of the old method is when the stock is less than 3 pcs, whereas according to EOQ, Re-order when the stock is only 4.
6 pcs and the inner tube is 4.
4 pcs.
The total cost of inventory for outer tire and inner tube warehouses in 2021 using the EOQ method is less than company policy.
The total inventory cost from the EOQ method for the outer tires was Rp.
441,325.
88 and for the inner tubes was Rp.
570,497.
57, while for the outer tires was Rp.
8,949,666 and the inner tubes were Rp.
8,631,635.
Abstrak   Kegiatan operasional perusahaan sering mengalami permasalahan pada persediaan gudang yang sering mengalami kekurangan persediaan Kekurangan tersebut mengakibatkan kegiatan operasional terhenti.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengendalian persediaan barang gudang ban luar dan ban dalam dengan menggunakan Economic Order Quantity (EOQ).
Hasil dari penelitian bahwa frekuensi pemesanan dengan metode lama adalah sebanyak 67 kali dengan rata-rata pemesanan 4 pcs, sedangkan menurut metode EOQ, frekuensi pemesanan yang seharusnya dilakukan adalah 21 kali dengan 13 pcs/order, sedangkan frekuensi pemesanan dengan metode lama adalah 25 kali dengan rata-rata pemesanan sebanyak 12 pcs dan menurut metode EOQ, frekuensi pemesanan adalah sebanyak 36 kali dengan kuantitas per pesan 8 pcs.
Safety stock menurut metode EOQ untuk ban luar adalah sebesar 1,6 pcs dan ban dalam adalah sebesar 1,4 pcs, sedangkan metode yang diterapkan perusahaan tidak melakukan persediaan pengaman.
Re-Order Point metode lama adalah ketika stock kurang dari 3 pcs, sedangkan menurut EOQ, Re-order ketika stock tinggal 4,6 pcs dan ban dalam 4,4 pcs.
Total biaya persediaan pada barang gudang ban luar dan ban dalam tahun 2021 dari metode EOQ lebih kecil dibanding kebijakan perusahaan.
Total biaya persediaan dari metode EOQ pada ban luar sebesar Rp 441.
325,88 dan pada ban dalam sebesar Rp 570.
497,57, sedangkan untuk ban luar adalah sebesar Rp 8.
949.
666 dan pada ban dalam adalah sebesar Rp 8.
631.
635.

Related Results

ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADA PABRIK TAHU SKM DI BANJARBARU
ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADA PABRIK TAHU SKM DI BANJARBARU
Abstract: The purpose of this study was to determine the analysis of production cost collection at the SKM Tofu Factory in Banjarbaru and to apply the Economic Order Quantity (EOQ)...
Sistem Informasi Manajemen Persediaan Menggunakan Metode Economic Order Quantity Dan Reorder Point
Sistem Informasi Manajemen Persediaan Menggunakan Metode Economic Order Quantity Dan Reorder Point
Untuk meraih keuntungan dalam bisnis, perlu menetapkan keputusan yang tepat agar dapat menghasilkan produk yang sesuai dengan perencanaan. Persediaan adalah kegiatan untuk memenuhi...
Sistem Informasi Pengelolaan Gudang Barang Aquarium Pada Toko Khakha Kios Daerah Kabupaten Bogor
Sistem Informasi Pengelolaan Gudang Barang Aquarium Pada Toko Khakha Kios Daerah Kabupaten Bogor
Sistem informasi pengelolaan gudang barang aquarium pada toko Khakha Kios daerah Kabupaten Bogor adalah suatu sistem informasi penyimpanan produk atau barang ketika ada permintaan ...
Manajemen Persediaan Bahan Baku pada Home Industry Tahu
Manajemen Persediaan Bahan Baku pada Home Industry Tahu
Bahan baku menjadi suatu hal yang sangat penting dalam proses produksi dikarenakan, jika terjadi kekurangan bahan baku akan mengakibatkan terhentinya produksi ataupun kelebihan bah...
ANALISIS PERBANDINGAN METODE EOQ DAN METODE POQ DALAM PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADA PD. SINAR RAHAYU
ANALISIS PERBANDINGAN METODE EOQ DAN METODE POQ DALAM PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADA PD. SINAR RAHAYU
Ada berbagai upaya yang dapat dilakukan perusahaan untuk menjaga keberlangsungan perusahaan, salah satu cara yang dapat dilakukan perusahaan adalah dengan mengoptimalkan pengadaan ...
Analisis Pengendalian Bahan Baku dengan Metode Economic Order Quantity (EOQ) pada UD. Nagata Tuna
Analisis Pengendalian Bahan Baku dengan Metode Economic Order Quantity (EOQ) pada UD. Nagata Tuna
Abstrak. Pengendalian persediaan adalah kegiatan yang dilakukan dalam menyediakan sumber daya yang diperlukan untuk proses produksi. Economic Order Quantity (EOQ) adalah salah satu...
ANALISIS PERSEDIAAN BAHAN BAKU OPTIMAL PADA USAHA DAGANG TEMPE BOGAR DI PALOPO
ANALISIS PERSEDIAAN BAHAN BAKU OPTIMAL PADA USAHA DAGANG TEMPE BOGAR DI PALOPO
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa jumlah kuantitas pembelian bahan baku yang optimal, jumlah persediaan pengaman bahan baku, waktu pesanan kembali bahan baku, jumlah...
ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BERAS MENGGUNAKAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY PADA PERUM BULOG SUBDIVRE SIDRAP
ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BERAS MENGGUNAKAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY PADA PERUM BULOG SUBDIVRE SIDRAP
Penelitian ini membahas mengenai pengoptimalan pengendalian persediaan beras dengan menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ). Economic Order Quantity (EOQ) merupakan model ...

Back to Top