Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Aktivitas Analgesik Rumput Gajah (Cenchrus Purpureus (Schumach) Morrone) terhadap Hewan Uji

View through CrossRef
Abstract. Pain is an unpleasant sensory and emotional experience resulting from tissue damage. One natural substance with potential analgesic activity is elephant grass. This study aims to determine the effects of elephant grass extract (Cenchrus purpureus (Schumach) Morrone) on male Swiss Webster white mice tested using the writhing test induced by 0.5% acetic acid administered intraperitoneally, with parameters observing writhing responses over 1 hour, determining the percentage of protection and analgesic activity. The data obtained were analyzed using SPSS. Elephant grass ethanol extract was prepared with three dose variations: 100 mg/kg BW, 200 mg/kg BW, and 400 mg/kg BW. The results showed that the average writhing response decreased in each test group. At the 400 mg/kg BW dose, the highest percentage of protection was observed among the test groups, and statistically, it was significantly different from the positive group (p < 0.05). These results indicate that elephant grass ethanol extract has analgesic activity, with the highest activity observed at the 400 mg/kg BW dose. Abstrak. Nyeri adalah pengalaman sensoris dan emosional yang tidak menyenangkan akibat adanya kerusakan jaringan, salah satu bahan alam yang berpotensi memiliki aktivitas analgesik adalah rumput gajah, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek dari ekstrak rumput gajah (Cenchrus purpureus (Schumach) Morrone) pada mencit putih Jantan galur swiss webster yang diujikan menggunakan metode whriting test yang diinduksi asam asetat 0.5 % secara intra peritoneal dengan parameter mengamati respon geliat selama 1 jam, ditentukan persentase proteksi dan aktivitas analgesiknya. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan SPSS ekstrak etanol rumput gajah dibuat dengan 3 variasi dosis 100 mg/kg BB, 200 mg/kg BB, dan 400 mg/kg BB. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa rata - rata setiap kelompok uji mengalami penurunan geliat. Pada ekstrak dosis 400 mg/kg BB didapatkan % proteksi tertinggi di antara kelompok uji yang lain serta berdasarkan statistik secara signifikan berbeda terhadap kelompok positif p = <0.05. hasil ini menunjukan bahwa Ekstrak etanol rumput gajah memiliki aktivitas analgesik dengan yang tertinggi adalah dosis 400 mg/kg BB.
Title: Aktivitas Analgesik Rumput Gajah (Cenchrus Purpureus (Schumach) Morrone) terhadap Hewan Uji
Description:
Abstract.
Pain is an unpleasant sensory and emotional experience resulting from tissue damage.
One natural substance with potential analgesic activity is elephant grass.
This study aims to determine the effects of elephant grass extract (Cenchrus purpureus (Schumach) Morrone) on male Swiss Webster white mice tested using the writhing test induced by 0.
5% acetic acid administered intraperitoneally, with parameters observing writhing responses over 1 hour, determining the percentage of protection and analgesic activity.
The data obtained were analyzed using SPSS.
Elephant grass ethanol extract was prepared with three dose variations: 100 mg/kg BW, 200 mg/kg BW, and 400 mg/kg BW.
The results showed that the average writhing response decreased in each test group.
At the 400 mg/kg BW dose, the highest percentage of protection was observed among the test groups, and statistically, it was significantly different from the positive group (p < 0.
05).
These results indicate that elephant grass ethanol extract has analgesic activity, with the highest activity observed at the 400 mg/kg BW dose.
Abstrak.
Nyeri adalah pengalaman sensoris dan emosional yang tidak menyenangkan akibat adanya kerusakan jaringan, salah satu bahan alam yang berpotensi memiliki aktivitas analgesik adalah rumput gajah, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek dari ekstrak rumput gajah (Cenchrus purpureus (Schumach) Morrone) pada mencit putih Jantan galur swiss webster yang diujikan menggunakan metode whriting test yang diinduksi asam asetat 0.
5 % secara intra peritoneal dengan parameter mengamati respon geliat selama 1 jam, ditentukan persentase proteksi dan aktivitas analgesiknya.
Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan SPSS ekstrak etanol rumput gajah dibuat dengan 3 variasi dosis 100 mg/kg BB, 200 mg/kg BB, dan 400 mg/kg BB.
Dari hasil penelitian menunjukan bahwa rata - rata setiap kelompok uji mengalami penurunan geliat.
Pada ekstrak dosis 400 mg/kg BB didapatkan % proteksi tertinggi di antara kelompok uji yang lain serta berdasarkan statistik secara signifikan berbeda terhadap kelompok positif p = <0.
05.
hasil ini menunjukan bahwa Ekstrak etanol rumput gajah memiliki aktivitas analgesik dengan yang tertinggi adalah dosis 400 mg/kg BB.

Related Results

ANALISIS PERBANDINGAN MESIN PEMOTONG RUMPUT BADJA BG435 BAHAN BAKAR MINYAK DAN K-ONE ELEKTRIK
ANALISIS PERBANDINGAN MESIN PEMOTONG RUMPUT BADJA BG435 BAHAN BAKAR MINYAK DAN K-ONE ELEKTRIK
Pemotongan rumput merupakan suatu aktivitas yang penting dalam pemeliharaan rumput. Hal itu bertujuan agar hamparan rumput menjadi rapat dan merata. Oleh karena itulah ada baiknya ...
PERANCANGAN MESIN PENCACAH RUMPUT GAJAH
PERANCANGAN MESIN PENCACAH RUMPUT GAJAH
Rumput gajah merupakan salah satu pilihan peternak untuk dijadikan sebagai pakan sapi. Populasi rumput gajah yang besar membuat para peternak menjadikan rumput gajah sebagai pakan ...
PENGGUNAAN UMBI TALAS SEBAGAI BAHAN ADDITIVE TERHADAP BEBERAPA UNSUR KIMIA SILASE RUMPUT GAJAH MINI
PENGGUNAAN UMBI TALAS SEBAGAI BAHAN ADDITIVE TERHADAP BEBERAPA UNSUR KIMIA SILASE RUMPUT GAJAH MINI
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh umbi talas sebagai bahan additive terhadap beberapa unsur kimia silase rumput gajah mini. Penelitian ini menggunakan rumput gajah min...
Strategi Peningkatan Kelompok Nelayan Melalui Diversifikasi dan Pemasaran Produk Olahan Rumput Laut
Strategi Peningkatan Kelompok Nelayan Melalui Diversifikasi dan Pemasaran Produk Olahan Rumput Laut
Desa Tanailandu merupakan merupakan desa yang berada di Kabupaten Buton Tengah penghasil rumput laut. Rumput laut dikembangkan dengan memanfaatkan sepanjang Pantai desa oleh kelomp...
PERILAKU GAJAH DALAM PERSPEKTIF ISLAM DAN SAINS
PERILAKU GAJAH DALAM PERSPEKTIF ISLAM DAN SAINS
Gajah adalah mamalia besar dari famili Elephantidaedan ordo Proboscidea. Secara tradisional, terdapat dua spesies yang diakui, yaitu gajah afrika (Loxodonta africana) dan gajah asi...
Aplikasi Panduan Merawat Hewan Peliharaan Berbasis Android
Aplikasi Panduan Merawat Hewan Peliharaan Berbasis Android
Minat masyarakat Indonesia terhadap hewan peliharaan semakin meningkat, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta. Tingginya antusiasme masyarakat Indonesia terhadap hewan peliha...
SISTEM INFORMASI REKAM MEDIS PADA KLINIK HEWAN POPON PETCARE BERBASIS WEB
SISTEM INFORMASI REKAM MEDIS PADA KLINIK HEWAN POPON PETCARE BERBASIS WEB
Klinik Hewan Popon Petcare merupakan salah satu klinik yang mempuyai fasilitas pelayanan kesehatan hewan peliharaan yang berada di Kota Jayapura. Namun dalam proses pelayanannya ma...
Komposisi Minyak Atsiri dan Aktivitas Antimikroba Rimpang Temu Putih dan Jahe Gajah sebagai Fitobiotik Pakan Unggas
Komposisi Minyak Atsiri dan Aktivitas Antimikroba Rimpang Temu Putih dan Jahe Gajah sebagai Fitobiotik Pakan Unggas
ABSTRAK                                                                        Imbuhan pakan unggas dapat berasal dari bahan herbal yang mengandung berbagai komponen aktif yang ber...

Back to Top