Javascript must be enabled to continue!
Gambaran Kejadian Komplikasi Mikrovaskular Pasien DMT2 di RSUD Welas Asih
View through CrossRef
Abstract. Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) is a chronic metabolic disorder that may lead to microvascular complications as a result of long-term hyperglycemia. Microvascular complications such as retinopathy, neuropathy, and nephropathy contribute to reduced quality of life and increased healthcare burden. However, data describing the occurrence of microvascular complications among patients with T2DM at RSUD Welas Asih remain limited. This study aimed to describe the occurrence of microvascular complications in patients with T2DM at RSUD Welas Asih. This study was an observational descriptive study with a cross-sectional design using secondary data from medical records of T2DM patients treated at RSUD Welas Asih 2020–2024. The study population consisted of T2DM patients who met the inclusion and exclusion criteria. Collected variables included patient characteristics, glycemic control status, and the presence of microvascular complications. Data were analyzed descriptively using frequency and percentage distributions. The results showed that most patients were classified as having no microvascular complications. However, cumulative analysis revealed that patients with microvascular complications outnumbered those without complications. These findings indicate that the burden of microvascular complications in T2DM patients remains considerable despite limited clinical manifestations, highlighting the need for early detection and continuous monitoring from the early stages of diabetes.
Abstrak. Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit metabolik kronik yang dapat menimbulkan komplikasi mikrovaskular akibat hiperglikemia jangka panjang. Komplikasi mikrovaskular, seperti retinopati, neuropati, dan nefropati, berkontribusi terhadap penurunan kualitas hidup serta peningkatan beban pelayanan kesehatan. Namun demikian, data yang menggambarkan kejadian komplikasi mikrovaskular pada pasien DMT2 di RSUD Welas Asih masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kejadian komplikasi mikrovaskular pada pasien DMT2 di RSUD Welas Asih. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan desain cross-sectional menggunakan data sekunder berupa rekam medis pasien DMT2 yang menjalani pengobatan di RSUD Welas Asih pada periode 2020–2024. Subjek penelitian adalah pasien DMT2 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data yang dikumpulkan meliputi karakteristik pasien, kadar HbA1c, serta kejadian komplikasi mikrovaskular. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menyajikan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien berada pada kelompok tanpa komplikasi mikrovaskular. Namun, apabila kejadian komplikasi dianalisis secara kumulatif, jumlah pasien dengan komplikasi mikrovaskular lebih besar dibandingkan pasien tanpa komplikasi. Temuan ini menunjukkan bahwa beban komplikasi mikrovaskular pada pasien DMT2 tetap signifikan meskipun manifestasi klinis belum dominan, sehingga diperlukan deteksi dini dan pemantauan berkelanjutan sejak fase awal diabetes.
Universitas Islam Bandung (Unisba)
Title: Gambaran Kejadian Komplikasi Mikrovaskular Pasien DMT2 di RSUD Welas Asih
Description:
Abstract.
Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) is a chronic metabolic disorder that may lead to microvascular complications as a result of long-term hyperglycemia.
Microvascular complications such as retinopathy, neuropathy, and nephropathy contribute to reduced quality of life and increased healthcare burden.
However, data describing the occurrence of microvascular complications among patients with T2DM at RSUD Welas Asih remain limited.
This study aimed to describe the occurrence of microvascular complications in patients with T2DM at RSUD Welas Asih.
This study was an observational descriptive study with a cross-sectional design using secondary data from medical records of T2DM patients treated at RSUD Welas Asih 2020–2024.
The study population consisted of T2DM patients who met the inclusion and exclusion criteria.
Collected variables included patient characteristics, glycemic control status, and the presence of microvascular complications.
Data were analyzed descriptively using frequency and percentage distributions.
The results showed that most patients were classified as having no microvascular complications.
However, cumulative analysis revealed that patients with microvascular complications outnumbered those without complications.
These findings indicate that the burden of microvascular complications in T2DM patients remains considerable despite limited clinical manifestations, highlighting the need for early detection and continuous monitoring from the early stages of diabetes.
Abstrak.
Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit metabolik kronik yang dapat menimbulkan komplikasi mikrovaskular akibat hiperglikemia jangka panjang.
Komplikasi mikrovaskular, seperti retinopati, neuropati, dan nefropati, berkontribusi terhadap penurunan kualitas hidup serta peningkatan beban pelayanan kesehatan.
Namun demikian, data yang menggambarkan kejadian komplikasi mikrovaskular pada pasien DMT2 di RSUD Welas Asih masih terbatas.
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kejadian komplikasi mikrovaskular pada pasien DMT2 di RSUD Welas Asih.
Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan desain cross-sectional menggunakan data sekunder berupa rekam medis pasien DMT2 yang menjalani pengobatan di RSUD Welas Asih pada periode 2020–2024.
Subjek penelitian adalah pasien DMT2 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi.
Data yang dikumpulkan meliputi karakteristik pasien, kadar HbA1c, serta kejadian komplikasi mikrovaskular.
Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menyajikan distribusi frekuensi dan persentase.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien berada pada kelompok tanpa komplikasi mikrovaskular.
Namun, apabila kejadian komplikasi dianalisis secara kumulatif, jumlah pasien dengan komplikasi mikrovaskular lebih besar dibandingkan pasien tanpa komplikasi.
Temuan ini menunjukkan bahwa beban komplikasi mikrovaskular pada pasien DMT2 tetap signifikan meskipun manifestasi klinis belum dominan, sehingga diperlukan deteksi dini dan pemantauan berkelanjutan sejak fase awal diabetes.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
WELAS ASIH DIRI DAN STRESS PADA PEREMPUAN PENGGUNA MEDIA SOSIAL
WELAS ASIH DIRI DAN STRESS PADA PEREMPUAN PENGGUNA MEDIA SOSIAL
Penggunaan media sosial telah sering dikaitkan dengan stres dan masalah kesehatan mental pada perempuan, sementara belakangan ini welas asih diri (self-compassion) telah diidentifi...
Gambaran Karakteristik Pasien Keratitis di RSUD Welas Asih Bandung Tahun 2024
Gambaran Karakteristik Pasien Keratitis di RSUD Welas Asih Bandung Tahun 2024
Abstract. Keratitis is an inflammation of the cornea that can cause visual impirment and serious complications if not treated properly. This study aims to describe the characterist...
Hubungan antara Konsumsi Susu dan Produk Olahannya dengan Diabetes Melitus Tipe 2 : Review Literatur
Hubungan antara Konsumsi Susu dan Produk Olahannya dengan Diabetes Melitus Tipe 2 : Review Literatur
Abstract
Type 2 diabetes mellitus (T2DM) is a metabolic disease characterized by chronic hyperglycemia due to impaired insulin secretion, insulin action, or both. T2DM can cause ...
Pengaruh Welas Asih Diri terhadap Tingkat Kepercayaan Diri Pengguna Tiktok
Pengaruh Welas Asih Diri terhadap Tingkat Kepercayaan Diri Pengguna Tiktok
Abstract. The development of TikTok as a short video-based social media platform has provided exposure to visual content, including ideal beauty and lifestyles, which have the pot...
Faktor yang Mempengaruhi Waktu Tunggu Pelayanan Rawat Jalan Pasien di RSUD Kota Makassar
Faktor yang Mempengaruhi Waktu Tunggu Pelayanan Rawat Jalan Pasien di RSUD Kota Makassar
Menurut Kemenkes RI Nomor 129/Menkes/SK/II 2008 waktu tunggu pelayanan adalah waktu yang diperlukan mulai dari pasien mendaftar di tempat pendaftraran pasien rawat jalan (TPPRJ), s...
Dukungan Keluarga Berhubungan dengan Kepatuhan Diet pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe-2: Studi Cross Sectional
Dukungan Keluarga Berhubungan dengan Kepatuhan Diet pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe-2: Studi Cross Sectional
Kepatuhan diet merupakan salah satu faktor terpenting dari manajemen diri kontrol gadar gula darah. Dukungan keluarga memiliki peranan yang esensial dalam upaya meningkatkan perila...
Tinjauan Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan
Tinjauan Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan
Dari survey pendahuluan terhadap 20 pasien diperoleh 5 (25%) pasien menyatakan kurang puas terhadap mutu pelayanan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasa...

