Javascript must be enabled to continue!
WELAS ASIH DIRI DAN STRESS PADA PEREMPUAN PENGGUNA MEDIA SOSIAL
View through CrossRef
Penggunaan media sosial telah sering dikaitkan dengan stres dan masalah kesehatan mental pada perempuan, sementara belakangan ini welas asih diri (self-compassion) telah diidentifikasi sebagai faktor protektif yang berpotensi mengurangi tingkat stres. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk meneliti hubungan antara welas asih diri dan tingkat stres pada perempuan pengguna media sosial di Indonesia. Partisipan terdiri dari 363 perempuan yang direkrut melalui kuesioner daring menggunakan teknik accidental sampling. Pengukuran tingkat stres dilakukan menggunakan subskala stres dari Depression Anxiety Stress Scales (DASS-42) versi Indonesia yang diadaptasi oleh Widyana, Safitri, dan Sumiharso (2020). Sementara itu, tingkat welas asih diri diukur dengan Skala Welas Asih versi Indonesia yang diadaptasi oleh Sugianto, Suwartono, dan Sutanto (2020). Analisis korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara welas asih diri dan stres (r = -0.727; p < 0.01), yang berarti semakin tinggi welas asih diri, semakin rendah tingkat stres yang dialami. Analisis tiap aspek welas asih diri menunjukkan bahwa aspek positif (self-kindness, common humanity, dan mindfulness) berkorelasi negatif dengan stres, sedangkan aspek negatif welas asih diri (self-judgment, isolation, dan over-identification) berkorelasi positif dengan stres. Analisis tambahan menggunakan independent sample t-test menunjukkan bahwa perempuan dengan pendidikan tinggi memiliki welas asih diri yang lebih tinggi dan tingkat stres yang lebih rendah dibandingkan dengan perempuan yang tidak berpendidikan tinggi. Penelitian ini menegaskan pentingnya welas asih diri sebagai faktor protektif dalam manajemen stres pada perempuan pengguna media sosial, serta implikasinya terhadap pengembangan intervensi psikologis berbasis welas asih diri.
Title: WELAS ASIH DIRI DAN STRESS PADA PEREMPUAN PENGGUNA MEDIA SOSIAL
Description:
Penggunaan media sosial telah sering dikaitkan dengan stres dan masalah kesehatan mental pada perempuan, sementara belakangan ini welas asih diri (self-compassion) telah diidentifikasi sebagai faktor protektif yang berpotensi mengurangi tingkat stres.
Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk meneliti hubungan antara welas asih diri dan tingkat stres pada perempuan pengguna media sosial di Indonesia.
Partisipan terdiri dari 363 perempuan yang direkrut melalui kuesioner daring menggunakan teknik accidental sampling.
Pengukuran tingkat stres dilakukan menggunakan subskala stres dari Depression Anxiety Stress Scales (DASS-42) versi Indonesia yang diadaptasi oleh Widyana, Safitri, dan Sumiharso (2020).
Sementara itu, tingkat welas asih diri diukur dengan Skala Welas Asih versi Indonesia yang diadaptasi oleh Sugianto, Suwartono, dan Sutanto (2020).
Analisis korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara welas asih diri dan stres (r = -0.
727; p < 0.
01), yang berarti semakin tinggi welas asih diri, semakin rendah tingkat stres yang dialami.
Analisis tiap aspek welas asih diri menunjukkan bahwa aspek positif (self-kindness, common humanity, dan mindfulness) berkorelasi negatif dengan stres, sedangkan aspek negatif welas asih diri (self-judgment, isolation, dan over-identification) berkorelasi positif dengan stres.
Analisis tambahan menggunakan independent sample t-test menunjukkan bahwa perempuan dengan pendidikan tinggi memiliki welas asih diri yang lebih tinggi dan tingkat stres yang lebih rendah dibandingkan dengan perempuan yang tidak berpendidikan tinggi.
Penelitian ini menegaskan pentingnya welas asih diri sebagai faktor protektif dalam manajemen stres pada perempuan pengguna media sosial, serta implikasinya terhadap pengembangan intervensi psikologis berbasis welas asih diri.
Related Results
Pengaruh Welas Asih Diri terhadap Tingkat Kepercayaan Diri Pengguna Tiktok
Pengaruh Welas Asih Diri terhadap Tingkat Kepercayaan Diri Pengguna Tiktok
Abstract. The development of TikTok as a short video-based social media platform has provided exposure to visual content, including ideal beauty and lifestyles, which have the pot...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
MITOS KECANTIKAN DALAM NOVEL GENDUT? SIAPA TAKUT! KARYA ALNIRA: KAJIAN FEMINISME NAOMI WOLF
MITOS KECANTIKAN DALAM NOVEL GENDUT? SIAPA TAKUT! KARYA ALNIRA: KAJIAN FEMINISME NAOMI WOLF
Penelitian ini berfokus pada aspek bentuk dan pengaruh mitos kecantikan dalam novel Gendut? Siapa Takut! karya Alnira (2019). Analisis dilakukan dengan memanfaatkan teori feminisme...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Kesepian di Masa Pandemi Covid-19: Peran Welas Diri sebagai Prediktor
Kesepian di Masa Pandemi Covid-19: Peran Welas Diri sebagai Prediktor
AbstractThis study aims to determine whether self-compassion is a predictor of loneliness in students in Malang City due to the COVID-19 pandemic. This research is a correlational-...
Peranan Welas Diri terhadap Tingkat Stres pada Generasi Sandwich di Indonesia
Peranan Welas Diri terhadap Tingkat Stres pada Generasi Sandwich di Indonesia
Generasi sandwich yang memiliki tanggung jawab dalam mengurus anak sekaligus orang tua diharapkan mampu bekerja lebih keras dan menyelesaikan banyak tuntutan secara bersamaan sehin...
Peranan Welas Diri terhadap Tingkat Stres pada Generasi Sandwich di Indonesia
Peranan Welas Diri terhadap Tingkat Stres pada Generasi Sandwich di Indonesia
Generasi sandwich yang memiliki tanggung jawab dalam mengurus anak sekaligus orang tua diharapkan mampu bekerja lebih keras dan menyelesaikan banyak tuntutan secara bersamaan sehin...

