Javascript must be enabled to continue!
FAKTOR AKSESIBILITAS PELAYANAN KESEHATAN TERHADAP PEMERIKSAAN IVA DI PUSKESMAS BENCULUK KABUPATEN BANYUWANGI
View through CrossRef
Abstrak Latar Belakang: Kanker serviks merupakan salah satu penyakit kanker yang menyerang wanita dan menduduki urutan kedua setelah kanker payudara di Indonesia. Salah satu pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan pemeriksaan deteksi dini kanker serviks metode IVA. Keinginan melakukan pemeriksaan IVA dipengaruhi beberapa faktor, diantaranya pengetahuan, kesadaran, keternagkauan jarak, keterjangkauan biaya, serta persepsi Ibu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor aksesibilitas pelayanan kesehatan dan persepsi ibu terhadap pemeriksan IVA di Puskesmas Benculuk Kabupaten Banyuwangi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling sejumlah 60 responden dengan instrument penelitian kuisioner. Variabel penelitian terdiri dari pengetahuan, kesadaran, keterjangkauan jarak, keterjangkauan biaya, dan persepsi Ibu. Hasil: Hasil penelitian didapatkan bahwa 93,3% belum pernah melakukan pemeriksaan IVA, 90% WUS memiliki pengetahuan baik, 70% memiliki keterjangkauan jarak yang jauh dengan tempat pelayanan kesehatan, 100% mampu dalam pembiayaan pemeriksaan IVA, sebagian besar WUS memiliki persepsi yang baik terkait kanker serviks dan pemeriksaan IVA. Kesimpulan: Faktor aksesibilitas pelayanan kesehatan dan persepsi Ibu terhadap pemeriksaan IVA termasuk dalam golongan baik, namun dari 60 responden hanya 4 responden yang sudah pernah melakukan pemeriksaan IVA. Beberapa alasan mengapa WUS belum melakukan pemeriksaan diantaranya karena rasa malu dan takut kepada petugas kesehatan, rasa takut apabila terdeteksi adanya penyakit kanker serviks, serta merasa belum membutuhkan pemeriksaan IVA karena belum merasakan adanya gejala yang mengarah pada penyakit kanker serviks.Abstract Background: Cervical is a cancer that involves women. Cervical cancer rank’s is the second after breast cancer in Indonesia. Prevention that can be done is by conducting an examination of the early detection of cervical cancer VIA method. The desire to conduct VIA test is influenced by several factors, including knowledge, awareness, distance awareness, cost affordability, and mother's perception. This study aims to analyze the accessibility factors of health services and maternal perceptions of VIA test at the Puskesmas Benculuk Kabupaten Banyuwangi. Methods: This study was a descriptive observational study with a cross sectional design. Sampling used a random sampling technique of 60 respondents with questionnaire research instruments. The research variables consisted of knowledge, awareness, affordability, affordability, and women's perception. Results: The results showed that 93.3% had never done VIA examination, 90% of women of childbearing age had good knowledge, 70% had far-reaching affordability with health care facilities, 100% were able to finance IVA examinations, most women of childbearing age had a good perception of cancer cervix and VIA test. Conclusion: Accessibility factors for health services and maternal perceptions of IVA examination are included in the good category, but from 60 respondents only 4 respondents have already conducted IVA examinations. Some of the reasons why women of childbearing age has not conducted an examination include the feeling of shame and fear of health workers, fear of cervical cancer being detected, and feeling that they have not needed an IVA examination because they have not felt any symptoms that lead to cervical cancer.
Universitas Airlangga
Title: FAKTOR AKSESIBILITAS PELAYANAN KESEHATAN TERHADAP PEMERIKSAAN IVA DI PUSKESMAS BENCULUK KABUPATEN BANYUWANGI
Description:
Abstrak Latar Belakang: Kanker serviks merupakan salah satu penyakit kanker yang menyerang wanita dan menduduki urutan kedua setelah kanker payudara di Indonesia.
Salah satu pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan pemeriksaan deteksi dini kanker serviks metode IVA.
Keinginan melakukan pemeriksaan IVA dipengaruhi beberapa faktor, diantaranya pengetahuan, kesadaran, keternagkauan jarak, keterjangkauan biaya, serta persepsi Ibu.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor aksesibilitas pelayanan kesehatan dan persepsi ibu terhadap pemeriksan IVA di Puskesmas Benculuk Kabupaten Banyuwangi.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan desain cross sectional.
Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling sejumlah 60 responden dengan instrument penelitian kuisioner.
Variabel penelitian terdiri dari pengetahuan, kesadaran, keterjangkauan jarak, keterjangkauan biaya, dan persepsi Ibu.
Hasil: Hasil penelitian didapatkan bahwa 93,3% belum pernah melakukan pemeriksaan IVA, 90% WUS memiliki pengetahuan baik, 70% memiliki keterjangkauan jarak yang jauh dengan tempat pelayanan kesehatan, 100% mampu dalam pembiayaan pemeriksaan IVA, sebagian besar WUS memiliki persepsi yang baik terkait kanker serviks dan pemeriksaan IVA.
Kesimpulan: Faktor aksesibilitas pelayanan kesehatan dan persepsi Ibu terhadap pemeriksaan IVA termasuk dalam golongan baik, namun dari 60 responden hanya 4 responden yang sudah pernah melakukan pemeriksaan IVA.
Beberapa alasan mengapa WUS belum melakukan pemeriksaan diantaranya karena rasa malu dan takut kepada petugas kesehatan, rasa takut apabila terdeteksi adanya penyakit kanker serviks, serta merasa belum membutuhkan pemeriksaan IVA karena belum merasakan adanya gejala yang mengarah pada penyakit kanker serviks.
Abstract Background: Cervical is a cancer that involves women.
Cervical cancer rank’s is the second after breast cancer in Indonesia.
Prevention that can be done is by conducting an examination of the early detection of cervical cancer VIA method.
The desire to conduct VIA test is influenced by several factors, including knowledge, awareness, distance awareness, cost affordability, and mother's perception.
This study aims to analyze the accessibility factors of health services and maternal perceptions of VIA test at the Puskesmas Benculuk Kabupaten Banyuwangi.
Methods: This study was a descriptive observational study with a cross sectional design.
Sampling used a random sampling technique of 60 respondents with questionnaire research instruments.
The research variables consisted of knowledge, awareness, affordability, affordability, and women's perception.
Results: The results showed that 93.
3% had never done VIA examination, 90% of women of childbearing age had good knowledge, 70% had far-reaching affordability with health care facilities, 100% were able to finance IVA examinations, most women of childbearing age had a good perception of cancer cervix and VIA test.
Conclusion: Accessibility factors for health services and maternal perceptions of IVA examination are included in the good category, but from 60 respondents only 4 respondents have already conducted IVA examinations.
Some of the reasons why women of childbearing age has not conducted an examination include the feeling of shame and fear of health workers, fear of cervical cancer being detected, and feeling that they have not needed an IVA examination because they have not felt any symptoms that lead to cervical cancer.
Related Results
SISTEM RUJUKAN DALAM SISTEM PELAYANAN KESEHATAN MATERNAL PERINATAL DI INDONESIA
SISTEM RUJUKAN DALAM SISTEM PELAYANAN KESEHATAN MATERNAL PERINATAL DI INDONESIA
ABSTRAK
Kasus keterlambatan rujukan merupakan salah satu permasalahan utama terjadinya kematian ibu dan bayi di Indonesia. Kematian ibu dan bayi dapat diakibatkan pelayanan d...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Penerapan Alur Pelayanan Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) di Puskesmas Kota Parepare pada masa pandemi Covid
Penerapan Alur Pelayanan Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) di Puskesmas Kota Parepare pada masa pandemi Covid
Latar belakang: Alur pelayanan di puskesmas selama pandemi di seluruh Puskesmas di kota parepare mengalami perubahanan pada mekanisme pelayanan terhadap pasien yang datang ke fa...
The Role of Task Force SUP IVA (Task Force Husband Peduli IVA) on IVA Examination Behavior in WUS
The Role of Task Force SUP IVA (Task Force Husband Peduli IVA) on IVA Examination Behavior in WUS
Background : The total number of women aged 30-50 years in Temanggung Regency who underwent IVA (Visual Acetic Acid Inspection) examination for early diagnosis of cervical cancer w...
Pengaruh Aplikasi Smart Kampung Banyuwangi Terhadap Kualitas Pelayanan Administrasi Kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (DISDUKCAPIL) Kabupaten Banyuwangi
Pengaruh Aplikasi Smart Kampung Banyuwangi Terhadap Kualitas Pelayanan Administrasi Kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (DISDUKCAPIL) Kabupaten Banyuwangi
Pelaksanaan electronic government menjadi bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Penerapan electronic government di Indonesia saat ini belum dapat berjalan...
HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN PERILAKU PEMERIKSAAN IVA PADA PASANGAN USIA SUBUR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PUGER
HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN PERILAKU PEMERIKSAAN IVA PADA PASANGAN USIA SUBUR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PUGER
Cervical cancer in Indonesia ranks second after breast cancer. The cause of the high incidence of cervical cancer is the low early detection with IVA examination. This study aims t...
GAMBARAN PELAYANAN PRIMA TENAGA ADMINISTRASI KESEHATAN DALAM MEMBERIKAN PELAYANAN ADMINISTRASI KESEHATAN DI PUSKESMAS TALANG JAMBE
GAMBARAN PELAYANAN PRIMA TENAGA ADMINISTRASI KESEHATAN DALAM MEMBERIKAN PELAYANAN ADMINISTRASI KESEHATAN DI PUSKESMAS TALANG JAMBE
Pelayanan prima merupakan elemen utama di unit pelayanan kesehatan yang dituntut memberikan pelayanan kesehatan memenuhi standar pelayanan yang optimal. Kualitas pelayanan prima te...

