Javascript must be enabled to continue!
ETIKA RELIGIUS MASYARAKAT MELAYU: KAJIAN TERHADAP PEMIKIRAN RAJA ALI HAJI
View through CrossRef
Tulisan ini bertujuan menggambarkan etika religius masyarakat Melayu dalam pemikiran Raja Ali Haji. Dalam perspektif masyarakat Melayu, persoalan etika yang menyangkut tentang keabsahan suatu perbuatan memang menjiwai spektrum pemikiran Melayu. Semenjak mangkatnya Sultan Mahmud Syah tahun 1699 dari dinasti terakhir kesultanan Melaka, menandai titik awal terjadinya perubahan radikal dalam etika masyarakat Melayu. Dalam konteks ini, perkembangan pemikiran etika Melayu mulai mencari bentuknya secara kritis. Salah satu pemikir Melayu yang sangat concern terhadap persoalan ini adalah Raja Ali Haji. Beliau berpendapat, persoalan baik dan buruknya suatu tindakan tidak lagi di cari dalam suatu bingkai tunggal kepemimpinan feodal, akan tetapi lebih kepada faktor-faktor non-struktural, seperti keberadaan syara', pemikiran-pemikiran keagamaan maupun unsur etnisitas yang semakin memperkaya pandangan etika dalam tradisi Melayu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan sumber data primer karya-karya Raja Ali Haji, seperti Tuhfatun Nafis,Silsilah Melayu Bugis, Gurindam XII, Muqaddimah fi Intizham, Tsamarat al-Muhimmah, Kitab Pengetahuan Bahasa, Bustanul Katibin dan sumber sekunder berupa tulisan dan naskah terkait dengan memakai content analysis. Ada empat hal yang menjadi poin penting dalam etika masyarakat Melayu menurut Raja Ali Haji yang harus diperhatikan, yaitu moralitas penguasa, yang terdiri dari prinsip keadilan, musyawarah dan persamaan, keta’atan pada syari ‘at, bahasa serta pembentukan lingkungan bermoral.
Title: ETIKA RELIGIUS MASYARAKAT MELAYU: KAJIAN TERHADAP PEMIKIRAN RAJA ALI HAJI
Description:
Tulisan ini bertujuan menggambarkan etika religius masyarakat Melayu dalam pemikiran Raja Ali Haji.
Dalam perspektif masyarakat Melayu, persoalan etika yang menyangkut tentang keabsahan suatu perbuatan memang menjiwai spektrum pemikiran Melayu.
Semenjak mangkatnya Sultan Mahmud Syah tahun 1699 dari dinasti terakhir kesultanan Melaka, menandai titik awal terjadinya perubahan radikal dalam etika masyarakat Melayu.
Dalam konteks ini, perkembangan pemikiran etika Melayu mulai mencari bentuknya secara kritis.
Salah satu pemikir Melayu yang sangat concern terhadap persoalan ini adalah Raja Ali Haji.
Beliau berpendapat, persoalan baik dan buruknya suatu tindakan tidak lagi di cari dalam suatu bingkai tunggal kepemimpinan feodal, akan tetapi lebih kepada faktor-faktor non-struktural, seperti keberadaan syara', pemikiran-pemikiran keagamaan maupun unsur etnisitas yang semakin memperkaya pandangan etika dalam tradisi Melayu.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan sumber data primer karya-karya Raja Ali Haji, seperti Tuhfatun Nafis,Silsilah Melayu Bugis, Gurindam XII, Muqaddimah fi Intizham, Tsamarat al-Muhimmah, Kitab Pengetahuan Bahasa, Bustanul Katibin dan sumber sekunder berupa tulisan dan naskah terkait dengan memakai content analysis.
Ada empat hal yang menjadi poin penting dalam etika masyarakat Melayu menurut Raja Ali Haji yang harus diperhatikan, yaitu moralitas penguasa, yang terdiri dari prinsip keadilan, musyawarah dan persamaan, keta’atan pada syari ‘at, bahasa serta pembentukan lingkungan bermoral.
Related Results
Kerugian Jemaah Haji Furoda atas Gagal Berangkat Haji dan Tanggung Jawab Hukum Biro Perjalanan Haji Khusus Berdasarkan Buku III KUH Perdata Dihubungkan dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 Tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah
Kerugian Jemaah Haji Furoda atas Gagal Berangkat Haji dan Tanggung Jawab Hukum Biro Perjalanan Haji Khusus Berdasarkan Buku III KUH Perdata Dihubungkan dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 Tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah
Abstract. The implementation of the furoda pilgrimage can be organized by a hajj travel agency that has become a special pilgrimage organizer (PIHK) that has obtained official perm...
Persepsi Pelajar Melayu UNITEN berkaitan Kemahiran Menggunakan Tulisan Jawi sebagai lambang Identiti Bangsa Melayu dan Tulisan Jawi sebagai lambang Identiti Bangsa Melayu Beragama Islam
Persepsi Pelajar Melayu UNITEN berkaitan Kemahiran Menggunakan Tulisan Jawi sebagai lambang Identiti Bangsa Melayu dan Tulisan Jawi sebagai lambang Identiti Bangsa Melayu Beragama Islam
Sejarah perkembangan tulisan Jawi sangat berkait rapat dengan penyebaran agama Islam daripada orang Parsi ke Kepulauan Melayu (Nik Hassan & Wan Zana, 2015). Tulisan Jawi dalam ...
Sikap dan Motivasi Murid Sekolah Rendah dalam Kalangan Etnik Luar Bandar Terhadap Bahasa Melayu
Sikap dan Motivasi Murid Sekolah Rendah dalam Kalangan Etnik Luar Bandar Terhadap Bahasa Melayu
Sikap dan motivasi dalam kalangan etnik di luar bandar terhadap bahasa Melayu akan mempengaruhi penguasaan bahasa tersebut.walaupun bahasa Melayu telah digunakan secara meluas ole...
PERKEMBANGAN PERSATUAN MELAYU DI NEGERI-NEGERI MELAYU BERSEKUTU SEBELUM PERANG DUNIA KEDUA
PERKEMBANGAN PERSATUAN MELAYU DI NEGERI-NEGERI MELAYU BERSEKUTU SEBELUM PERANG DUNIA KEDUA
Kajian ini adalah mengenai perkembangan persatuan Melayu sebelum Perang Dunia Kedua. Tempoh antara tahun 1896, iaitu dengan penubuhan Negeri-negeri Melayu Bersekutu (NNMB) hingga t...
Kedaulatan Raja-Raja Melayu Melangkaui Peruntukan Perlembagaan Persekutuan: Implikasinya ke atas Sistem Raja Berperlembagaan di Malaysia
Kedaulatan Raja-Raja Melayu Melangkaui Peruntukan Perlembagaan Persekutuan: Implikasinya ke atas Sistem Raja Berperlembagaan di Malaysia
Malaysia mengamalkan sistem Raja Berperlembagaan iaitu Raja harus bertindak mengikut peruntukan perlembagaan yang telah ditetapkan sekaligus menutup ruang kepada kebebasan memerint...
Perbedaan Haji Furoda, Haji ONH Plus, dan Haji Regular
Perbedaan Haji Furoda, Haji ONH Plus, dan Haji Regular
Haji reguler, haji plus, dan haji furoda adalah jenis-jenis program haji yang berbeda dengan fitur dan ketentuan masing-masing: Haji Reguler: Program ini merupakan haji yang dilaku...
Konsepsi Raja Melayu dalam Hikayat Petualangan Ajaib Hikayat Kemala Bahrain
Konsepsi Raja Melayu dalam Hikayat Petualangan Ajaib Hikayat Kemala Bahrain
Abstract: This article explains the views of the Malay community regarding the concept of a king in one of the magical adventure stories, entitled Hikayat Kemala Bahrain ML 443 (HK...
Pengaruh Penerapan Sistem Informasi Dan Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT) Terhadap Akses Layanan Haji Dalam Mewujudkan Kualitas Pelayanan Haji Di Kabupaten Garut
Pengaruh Penerapan Sistem Informasi Dan Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT) Terhadap Akses Layanan Haji Dalam Mewujudkan Kualitas Pelayanan Haji Di Kabupaten Garut
Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji dan menganalisis tentang pengaruh penerapan sistem informasi dan komputerisasi haji terpadu (siskohat) terhadap akses layanan haji dalam ...

