Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

KONTRIBUSI PEMAHAMAN LINTAS BUDAYA INDONESIA–TIONGKOK DALAM PEMBELAJARAN BIPA BAGI PEMELAJAR TIONGKOK

View through CrossRef
In today’s era, the interest in learning the Indonesian language as a foreign language is increasing, especially among learners from China. This increase can be attributed to the economic, cultural, and tourism relations between Indonesia and China, which have driven the demand for Indonesian language proficiency. In this context, it is important for learners to have cross-cultural understanding to avoid cultural conflicts. Drawing on intercultural theory and second language learning, this study aimed to: (1) identify the similarities and differences between Indonesian and Chinese cultures, (2) describe the contributions of both Indonesian and Chinese cultures in BIPA learning for Chinese learners. This study employed a qualitative descriptive approach. Data of this study were words, phrases, or sentences related to Chinese cultural content. Data sources were obtained from five respondents from China who are continuing their studies at Yogyakarta State University. Data collection techniques were conducted through semi-structured interviews. Data analysis used thematic analysis. The results indicate that the cultural differences and similarities between Indonesia and China can contribute to multicultural teaching materials, cross-cultural classroom management, and cross-cultural teaching strategies in BIPA learning.Di era ini, minat untuk mempelajari bahasa Indonesia sebagai bahasa asing semakin meningkat, terutama pemelajar dari Tiongkok. Peningkatan tersebut dapat dikaitkan dengan hubungan ekonomi, budaya, dan pariwisata antara Indonesia dan Tiongkok yang telah mendorong permintaan akan kemampuan berbahasa Indonesia. Dalam konteks ini, penting bagi pemelajar untuk memiliki pemahaman lintas budaya guna menghindari konflik budaya. Dengan menggunakan teori intercultural dan pembelajaran bahasa kedua, penelitian ini bertujuan untuk (1) menemukan persamaan dan perbedaan budaya Indonesia dengan Tiongkok; (2) mendeskripsikan kontribusi kedua budaya Indonesia dengan Tiongkok sebagai Pembelajaran BIPA bagi pemelajar Tiongkok. Penelitian ini termasuk deskriptif kualitatif. Data berupa kata, frasa, atau kalimat terkait muatan budaya Tiongkok. Sumber data diperoleh dari lima responden dari Tiongkok yang sedang melanjutkan studi di Universitas Negeri Yogyakarta. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur. Analisis data menggunakan analisis tematik. Hasil menunjukkan bahwa perbedaan dan persamaan budaya Indonesia dan Tiongkok dapat memberikan kontribusi meliputi bahan ajar multikultural, pengelolaan pembelajaran kelas lintas budaya, dan strategi pengajaran lintas budaya dalam pembelajaran BIPA.
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Title: KONTRIBUSI PEMAHAMAN LINTAS BUDAYA INDONESIA–TIONGKOK DALAM PEMBELAJARAN BIPA BAGI PEMELAJAR TIONGKOK
Description:
In today’s era, the interest in learning the Indonesian language as a foreign language is increasing, especially among learners from China.
This increase can be attributed to the economic, cultural, and tourism relations between Indonesia and China, which have driven the demand for Indonesian language proficiency.
In this context, it is important for learners to have cross-cultural understanding to avoid cultural conflicts.
Drawing on intercultural theory and second language learning, this study aimed to: (1) identify the similarities and differences between Indonesian and Chinese cultures, (2) describe the contributions of both Indonesian and Chinese cultures in BIPA learning for Chinese learners.
This study employed a qualitative descriptive approach.
Data of this study were words, phrases, or sentences related to Chinese cultural content.
Data sources were obtained from five respondents from China who are continuing their studies at Yogyakarta State University.
Data collection techniques were conducted through semi-structured interviews.
Data analysis used thematic analysis.
The results indicate that the cultural differences and similarities between Indonesia and China can contribute to multicultural teaching materials, cross-cultural classroom management, and cross-cultural teaching strategies in BIPA learning.
Di era ini, minat untuk mempelajari bahasa Indonesia sebagai bahasa asing semakin meningkat, terutama pemelajar dari Tiongkok.
Peningkatan tersebut dapat dikaitkan dengan hubungan ekonomi, budaya, dan pariwisata antara Indonesia dan Tiongkok yang telah mendorong permintaan akan kemampuan berbahasa Indonesia.
Dalam konteks ini, penting bagi pemelajar untuk memiliki pemahaman lintas budaya guna menghindari konflik budaya.
Dengan menggunakan teori intercultural dan pembelajaran bahasa kedua, penelitian ini bertujuan untuk (1) menemukan persamaan dan perbedaan budaya Indonesia dengan Tiongkok; (2) mendeskripsikan kontribusi kedua budaya Indonesia dengan Tiongkok sebagai Pembelajaran BIPA bagi pemelajar Tiongkok.
Penelitian ini termasuk deskriptif kualitatif.
Data berupa kata, frasa, atau kalimat terkait muatan budaya Tiongkok.
Sumber data diperoleh dari lima responden dari Tiongkok yang sedang melanjutkan studi di Universitas Negeri Yogyakarta.
Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur.
Analisis data menggunakan analisis tematik.
Hasil menunjukkan bahwa perbedaan dan persamaan budaya Indonesia dan Tiongkok dapat memberikan kontribusi meliputi bahan ajar multikultural, pengelolaan pembelajaran kelas lintas budaya, dan strategi pengajaran lintas budaya dalam pembelajaran BIPA.

Related Results

NILAI KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT MADURA DALAM KUMPULAN CERPEN CELURIT HUJAN PANAS KARYA ZAINUL MUTTAQIN SEBAGAI MATERI AJAR BIPA
NILAI KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT MADURA DALAM KUMPULAN CERPEN CELURIT HUJAN PANAS KARYA ZAINUL MUTTAQIN SEBAGAI MATERI AJAR BIPA
Pembelajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing atau yang populer disebut BIPA menjadi sebuah upaya yang dilakukan oleh lembaga pemerintah dan juga lembaga pendidikan untuk menge...
TEACHING BIPA: CONDITIONS, OPPORTUNITIES, AND CHALLENGES DURING THE PANDEMIC
TEACHING BIPA: CONDITIONS, OPPORTUNITIES, AND CHALLENGES DURING THE PANDEMIC
Pandemi telah berimbas pada pendidikan dunia, tak terkecuali pembelajaran BIPA. Tidak diperbolehkannya pertemuan pembelajaran mengakibatkan pembelajaran BIPA konvensional berubah. ...
PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA JARAK JAUH BAGI BIPA ANAK BERBASIS KONSEP HIPERMEDIA
PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA JARAK JAUH BAGI BIPA ANAK BERBASIS KONSEP HIPERMEDIA
  Pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) menuntut pemelajar untuk dapat menggunakan empat keterampilan berbahasa (membaca, berbicara, menulis, mendengarkan) ...
Bahan Pengayaan BIPA Berbasis Bahasa Nonformal: Studi Kasus Kelas BINON di BIPA UI
Bahan Pengayaan BIPA Berbasis Bahasa Nonformal: Studi Kasus Kelas BINON di BIPA UI
Para pemelajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) belajar dengan berbagai tujuan. Akan tetapi, alasan utama orang asing belajar bahasa Indonesia untuk dapat berinteraksi da...
PENTINGNYA TES KEMAHIRAN BERBAHASA INDONESIA BAGI PEMELAJAR BIPA BERTUJUAN AKADEMIK
PENTINGNYA TES KEMAHIRAN BERBAHASA INDONESIA BAGI PEMELAJAR BIPA BERTUJUAN AKADEMIK
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kebutuhan pemelajar asing dalam program BIPA akademik terhadap tes kemahiran berbahasa Indonesia akademik. Penelitian ini merupakan t...
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENYIMAK DENGAN MEDIA DIGITAL BAGI PEMELAJAR BIPA
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENYIMAK DENGAN MEDIA DIGITAL BAGI PEMELAJAR BIPA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan menyimak dengan media digital bagi pemelajar BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing). Adapun tujuan dalam penelit...
Gastronomi sebagai Media Diplomasi Budaya dalam Pembelajaran BIPA: Kajian Persepsi, Motivasi dan Minat
Gastronomi sebagai Media Diplomasi Budaya dalam Pembelajaran BIPA: Kajian Persepsi, Motivasi dan Minat
Penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan dan menganalisis data kuantitatif dan kualitataif mengenai pengalaman dan persepsi pemelajar BIPA terhadap pembelajaran bahasa Indonesia...
KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA ANTARA PENGAJAR BIPA DAN PEMELAJAR MADAGASKAR
KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA ANTARA PENGAJAR BIPA DAN PEMELAJAR MADAGASKAR
ABSTRAK Komunikasi lintas budaya pada pengajar BIPA dan pemelajar Madagaskar ini juga merupakan salah satu kegiatan rutin komunitas visiting lecturer. Visiting lecturer (dose...

Back to Top