Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Determinant Dermatitis Kontak pada Petani Rumput Laut

View through CrossRef
Abstract—Data from the World Health Organization (WHO) shows that 50-90% of cases of skin disease are contact dermatitis. The purpose of this study was to analyze determinants of  incidence of contact dermatitis in seaweed farmers in Muna District, Southeast Sulawesi. This research is a quantitative study with a cross sectional study design. The population in this study is 526 people who work as seaweed farmers with a total sample of 222 people calculated using the formula n = N Z2 P(1-P)/(N-1)d2 + Z2 P(1-P). Samples were taken by accidental sampling technique. Data was collected using a questionnaire. Analysis of data used the chi square test with α = 0.05. The results of the analysis showed that a history of skin disease (p = 0.000 <0.05)  and personal hygiene (p = 0.000 <0.05).Thus it can be concluded that a history of skin disease and personal hygiene are determinants of the incidence of contact dermatitis in seaweed farmers. Keywords: contac dermatitis, seaweed famer, determinant   Abstrak—Word Health Organization (WHO)  menunjukkan bahwa 50-90% kasus penyakit kulit yang terjadi adalah dermatitis kontak. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis determinan kejadian dermatitis kontak pada petani rumput laut yang ada di Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang bekerja sebagai petani rumput sebanyak 526 dengan jumlah sampel 222 orang yang dihitung menggunakan rumus n = N Z2 P(1-P)/(N-1)d2 + Z2  P(1-P). Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik accidental sampling. Intrumen pengumpul data  penelitian ini adalah kuesioner. Analisis data penelitian menggunakan uji chi square dengan α =0,05. Hasil analisis menunjukan bahwa riwayat penyakit kulit (p=0,000<0,05) dan personal hygiene (p=0,000<0,05).  Dapat disimpulkan bahwa riwayat penyakit kulit dan personal hygiene merupakan determinan kejadian dermatitis kontak pada petani rumput laut. Kata kunci: dermatitis kontak, petani rumput laut, determinan
Title: Determinant Dermatitis Kontak pada Petani Rumput Laut
Description:
Abstract—Data from the World Health Organization (WHO) shows that 50-90% of cases of skin disease are contact dermatitis.
The purpose of this study was to analyze determinants of  incidence of contact dermatitis in seaweed farmers in Muna District, Southeast Sulawesi.
This research is a quantitative study with a cross sectional study design.
The population in this study is 526 people who work as seaweed farmers with a total sample of 222 people calculated using the formula n = N Z2 P(1-P)/(N-1)d2 + Z2 P(1-P).
Samples were taken by accidental sampling technique.
Data was collected using a questionnaire.
Analysis of data used the chi square test with α = 0.
05.
The results of the analysis showed that a history of skin disease (p = 0.
000 <0.
05)  and personal hygiene (p = 0.
000 <0.
05).
Thus it can be concluded that a history of skin disease and personal hygiene are determinants of the incidence of contact dermatitis in seaweed farmers.
Keywords: contac dermatitis, seaweed famer, determinant   Abstrak—Word Health Organization (WHO)  menunjukkan bahwa 50-90% kasus penyakit kulit yang terjadi adalah dermatitis kontak.
Tujuan penelitian ini adalah menganalisis determinan kejadian dermatitis kontak pada petani rumput laut yang ada di Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional study.
Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang bekerja sebagai petani rumput sebanyak 526 dengan jumlah sampel 222 orang yang dihitung menggunakan rumus n = N Z2 P(1-P)/(N-1)d2 + Z2  P(1-P).
Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik accidental sampling.
Intrumen pengumpul data  penelitian ini adalah kuesioner.
Analisis data penelitian menggunakan uji chi square dengan α =0,05.
Hasil analisis menunjukan bahwa riwayat penyakit kulit (p=0,000<0,05) dan personal hygiene (p=0,000<0,05).
  Dapat disimpulkan bahwa riwayat penyakit kulit dan personal hygiene merupakan determinan kejadian dermatitis kontak pada petani rumput laut.
Kata kunci: dermatitis kontak, petani rumput laut, determinan.

Related Results

Strategi Peningkatan Kelompok Nelayan Melalui Diversifikasi dan Pemasaran Produk Olahan Rumput Laut
Strategi Peningkatan Kelompok Nelayan Melalui Diversifikasi dan Pemasaran Produk Olahan Rumput Laut
Desa Tanailandu merupakan merupakan desa yang berada di Kabupaten Buton Tengah penghasil rumput laut. Rumput laut dikembangkan dengan memanfaatkan sepanjang Pantai desa oleh kelomp...
ANALISIS PERBANDINGAN MESIN PEMOTONG RUMPUT BADJA BG435 BAHAN BAKAR MINYAK DAN K-ONE ELEKTRIK
ANALISIS PERBANDINGAN MESIN PEMOTONG RUMPUT BADJA BG435 BAHAN BAKAR MINYAK DAN K-ONE ELEKTRIK
Pemotongan rumput merupakan suatu aktivitas yang penting dalam pemeliharaan rumput. Hal itu bertujuan agar hamparan rumput menjadi rapat dan merata. Oleh karena itulah ada baiknya ...
PENGOLAHAN RUMPUT LAUT (Eucheuma cottoni) MENJADI DAWET RUMPUT LAUT
PENGOLAHAN RUMPUT LAUT (Eucheuma cottoni) MENJADI DAWET RUMPUT LAUT
Diversifikasi produk rumput laut jenis Eucheuma cottoni menjadi minuman khas daerah berupadawet. Penelitian bertujuan untuk menghasilkan dawet rumput laut Eucheuma cottoni sertamen...
Rumput Laut, Makanan Sehat Abad 21
Rumput Laut, Makanan Sehat Abad 21
Pemanfaatan rumput laut sebagai bahan pangan telah dilakukan sejak jaman dahulu bahkan rumput laut disinyalir telah dikonsumsi sejak jaman manusia purba. Rumput laut umumnya bersif...
KAJIAN EKONOMI RUMAHTANGGA PETANI PADI DI KABUPATEN KAMPAR PROVINSI RIAU
KAJIAN EKONOMI RUMAHTANGGA PETANI PADI DI KABUPATEN KAMPAR PROVINSI RIAU
Kajian ekonomi rumahtangga petani meliputi pembahasan tentang rumahtangga petani dari aspek produksi dan konsumsi yang dilakukan secara simultan. Penelitian ini bertujuan untuk men...
KAJIAN KUALITAS AIR TERHADAP PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT Eucheuma cottonii; STUDI KASUS DI DESA TAPI-TAPI KEC. MAROBO SULAWESI TENGGARA
KAJIAN KUALITAS AIR TERHADAP PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT Eucheuma cottonii; STUDI KASUS DI DESA TAPI-TAPI KEC. MAROBO SULAWESI TENGGARA
E cottonii adalah jenis rumput laut yang sangat familiar dibudidayakan sebab memiliki nilai ekonomis tinggi dan memiliki potensi pengembangan yang cukup besar di Desa Tapi-Tapi Kec...

Back to Top