Javascript must be enabled to continue!
Islam dan Sain: Telaah Terhadap Islamisasi Ilmu Pengetahuan dan Pengilmuan Islam
View through CrossRef
This article discusses the Relations of Islam and Science by examining the Islamization of Science Syed Muhammad al-Naquib al-Attas, Kuntowijoyo Islamic Studies and the Paradigm of Interconnection Integration-Transintegration of Science Amin Abdullah. The method used in this research is descriptive-qualitative method, and is included in the literature research. The process of collecting data in this study is by observing, in the sense of tracking various references that have relevance regarding the focus of the study, both from books, articles, and so on that function to support these data. The data analysis technique used in this research is the content analysis method. From the studies conducted, it can be seen that First, there are two similarities between the Islamization of science, Islamic scholarship and the trans-integration of knowledge, namely both being an Islamic response to the development of science and both rejecting secularism. Second, the difference between the Islamization of knowledge, Islamic scholarship and the transtegration of knowledge lies in the emphasis and details of the key concepts. The Islamization of science places more emphasis on Islam, Islamic scholarship places more emphasis on science, while the integration of interconnections tends to be more balanced in seeing the relationship between Islam and science. Third, the difference between the Islamization of knowledge, Islamic scholarship and the transtegration of knowledge occurs because of differences in background between the three. The Islamization of knowledge was initiated by people who were traumatized by colonialism, while Islamic scholarship and the transtegration of knowledge were not.
Abstrak
Artikel ini membahas tentang Relasi Islam dan Sains dengan mengkaji Islamisasi Sains Syed Muhammad al-Naquib al-Attas, Kajian Islam Kuntowijoyo dan Paradigma Integrasi Interkoneksi— Transintegrasi Sains Amin Abdullah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif-kualitatif, dan termasuk dalam penelitian kepustakaan. Proses pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan cara observasi, dalam arti menelusuri berbagai referensi yang mempunyai relevansi mengenai fokus penelitian, baik dari buku, artikel, dan lain sebagainya yang berfungsi untuk mendukung data tersebut. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis isi. Dari kajian yang dilakukan terlihat bahwa Pertama, terdapat dua kesamaan antara Islamisasi ilmu pengetahuan, keilmuan Islam dan transintegrasi ilmu pengetahuan, yaitu keduanya merupakan respon Islam terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan sama-sama menolak sekularisme. Kedua, perbedaan Islamisasi ilmu, keilmuan Islam, dan transintegrasi ilmu terletak pada penekanan dan rincian konsep-konsep kuncinya. Islamisasi ilmu pengetahuan lebih menekankan pada Islam, keilmuan Islam lebih menekankan pada ilmu pengetahuan, sedangkan integrasi interkoneksi cenderung lebih seimbang dalam melihat hubungan antara Islam dan ilmu pengetahuan. Ketiga, perbedaan Islamisasi ilmu, keilmuan Islam, dan transintegrasi ilmu terjadi karena perbedaan latar belakang ketiganya. Islamisasi ilmu pengetahuan diprakarsai oleh masyarakat yang trauma dengan kolonialisme, sedangkan keilmuan Islam dan transintegrasi ilmu pengetahuan tidak.
Yayasan Al-Qur'an Shalahuddin Al-Ayyubi
Title: Islam dan Sain: Telaah Terhadap Islamisasi Ilmu Pengetahuan dan Pengilmuan Islam
Description:
This article discusses the Relations of Islam and Science by examining the Islamization of Science Syed Muhammad al-Naquib al-Attas, Kuntowijoyo Islamic Studies and the Paradigm of Interconnection Integration-Transintegration of Science Amin Abdullah.
The method used in this research is descriptive-qualitative method, and is included in the literature research.
The process of collecting data in this study is by observing, in the sense of tracking various references that have relevance regarding the focus of the study, both from books, articles, and so on that function to support these data.
The data analysis technique used in this research is the content analysis method.
From the studies conducted, it can be seen that First, there are two similarities between the Islamization of science, Islamic scholarship and the trans-integration of knowledge, namely both being an Islamic response to the development of science and both rejecting secularism.
Second, the difference between the Islamization of knowledge, Islamic scholarship and the transtegration of knowledge lies in the emphasis and details of the key concepts.
The Islamization of science places more emphasis on Islam, Islamic scholarship places more emphasis on science, while the integration of interconnections tends to be more balanced in seeing the relationship between Islam and science.
Third, the difference between the Islamization of knowledge, Islamic scholarship and the transtegration of knowledge occurs because of differences in background between the three.
The Islamization of knowledge was initiated by people who were traumatized by colonialism, while Islamic scholarship and the transtegration of knowledge were not.
Abstrak
Artikel ini membahas tentang Relasi Islam dan Sains dengan mengkaji Islamisasi Sains Syed Muhammad al-Naquib al-Attas, Kajian Islam Kuntowijoyo dan Paradigma Integrasi Interkoneksi— Transintegrasi Sains Amin Abdullah.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif-kualitatif, dan termasuk dalam penelitian kepustakaan.
Proses pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan cara observasi, dalam arti menelusuri berbagai referensi yang mempunyai relevansi mengenai fokus penelitian, baik dari buku, artikel, dan lain sebagainya yang berfungsi untuk mendukung data tersebut.
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis isi.
Dari kajian yang dilakukan terlihat bahwa Pertama, terdapat dua kesamaan antara Islamisasi ilmu pengetahuan, keilmuan Islam dan transintegrasi ilmu pengetahuan, yaitu keduanya merupakan respon Islam terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan sama-sama menolak sekularisme.
Kedua, perbedaan Islamisasi ilmu, keilmuan Islam, dan transintegrasi ilmu terletak pada penekanan dan rincian konsep-konsep kuncinya.
Islamisasi ilmu pengetahuan lebih menekankan pada Islam, keilmuan Islam lebih menekankan pada ilmu pengetahuan, sedangkan integrasi interkoneksi cenderung lebih seimbang dalam melihat hubungan antara Islam dan ilmu pengetahuan.
Ketiga, perbedaan Islamisasi ilmu, keilmuan Islam, dan transintegrasi ilmu terjadi karena perbedaan latar belakang ketiganya.
Islamisasi ilmu pengetahuan diprakarsai oleh masyarakat yang trauma dengan kolonialisme, sedangkan keilmuan Islam dan transintegrasi ilmu pengetahuan tidak.
Related Results
Islamisasi Ilmu Pengetahuan (Konsep Pemikiran Ismail Raji Al-Faruqi dan Syed Muhammad Naquib Al-Attas)
Islamisasi Ilmu Pengetahuan (Konsep Pemikiran Ismail Raji Al-Faruqi dan Syed Muhammad Naquib Al-Attas)
Fenomena terkait dengan pekembangan ilmu pengetahuan begitu pesat. Ditandai oleh munculnya ilmu-ilmu pengetahuan yang baru. Fenomena ini memunculkan sebuah dampak yang begitu besar...
ISLAMISASI ILMU PENGETAHUAN PERSPEKTIF PEMIKIRAN ISMAIL RAJI AL-FARUQI
ISLAMISASI ILMU PENGETAHUAN PERSPEKTIF PEMIKIRAN ISMAIL RAJI AL-FARUQI
Fenomena perkembangan ilmu pengetahuan terjadi begitu pesat yang ditandai dengan munculnya ilmu-ilmu pengetahuan moderen. Fenomena ini memunculkan sebuah dampak yang begitu besar b...
Konsep Islamisasi Ilmu Pengetahuan Menurut Ismail Raji Al Faruqi Dan Ziauddin Sardar
Konsep Islamisasi Ilmu Pengetahuan Menurut Ismail Raji Al Faruqi Dan Ziauddin Sardar
Penelitian ini bertujuan untuk mendalami konsep Islamisasi ilmu pengetahuan menurut perspektif Ismail Raji al-Faruqi dan Ziauddin Sardar, dalam upayanya untuk menerapkan Islamisasi...
PERTIMBANGAN MORAL DALAM EPISTEMOLOGI ISLAMISASI ILMU SYED NAQUIB AL-ATTAS
PERTIMBANGAN MORAL DALAM EPISTEMOLOGI ISLAMISASI ILMU SYED NAQUIB AL-ATTAS
Gerakan westernisasi ilmu pengetahuan menggugah pemikiran Syed Naquib Al Attas untuk membuat sebuah konsep tandingan, maka muncullah gerakan pemikiran Islamisasi Ilmu. Gerakan ini ...
MENGKRITISI KONSEP ISLAMISASI ILMU ISMAIL RAJI AL-FARUQI: Telaah Pemikiran Ziauddin Sardar
MENGKRITISI KONSEP ISLAMISASI ILMU ISMAIL RAJI AL-FARUQI: Telaah Pemikiran Ziauddin Sardar
Kajian ini dilatarbelakangi oleh karena adanya khazanah pemikiran keislaman, yaitu isuIslamisasi ilmu yang merupakan salah satu isu yang selalu menarik diperbincangkan beberapadeka...
Integrasi Ilmu Pengetahuan (Studi Kritis Tentang Konsep Islamisasi Ilmu Syed Muhammad Naquib Al-Attas Dan Ismail Raji Al-Faruqi)
Integrasi Ilmu Pengetahuan (Studi Kritis Tentang Konsep Islamisasi Ilmu Syed Muhammad Naquib Al-Attas Dan Ismail Raji Al-Faruqi)
Integrasi ilmu pengetahuan merupakan salah satu wacana sentral dalam upaya rekonstruksi epistemologi Islam kontemporer, yang direspons secara kritis oleh dua pemikir terkemuka: Sye...
PANDANGAN SYED MUHAMMAD NAQUIB AL-ATTAS TENTANG ISLAMISASI ILMU
PANDANGAN SYED MUHAMMAD NAQUIB AL-ATTAS TENTANG ISLAMISASI ILMU
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menyelidiki gagasan Islamisasi ilmu pengetahuan kontemporer dalam pandangan Syed Muhammad Naquib al-Attas. Metode deskriptif deng...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...

