Javascript must be enabled to continue!
Integrasi Ilmu Pengetahuan (Studi Kritis Tentang Konsep Islamisasi Ilmu Syed Muhammad Naquib Al-Attas Dan Ismail Raji Al-Faruqi)
View through CrossRef
Integrasi ilmu pengetahuan merupakan salah satu wacana sentral dalam upaya rekonstruksi epistemologi Islam kontemporer, yang direspons secara kritis oleh dua pemikir terkemuka: Syed Muhammad Naquib Al-Attas dan Ismail Raji Al-Faruqi. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis konsep integrasi ilmu dari kedua tokoh tersebut, dengan fokus pada persamaan, perbedaan, serta implikasi metodologisnya. Penelitian ini dilakukan dengan metode studi kepustakaan yang bersifat kualitatif, menganalisis karya-karya primer dan sekunder, serta pendekatan komparatif-kritis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun sama-sama merespons hegemoni epistemologi Barat sekuler dan berkomitmen pada pengilmuan yang berakar pada worldview Islam, kedua pemikir ini menawarkan metodologi yang berbeda secara fundamental. Al-Attas menekankan proses “Islamisasi Ilmu” yang bersifat dekonstruktif dan bersifat mendasar (radikal). Bagi Al-Attas, Islamisasi dimulai dari purifikasi akal dan jiwa dari sekularisme, dualisme, dan unsur-unsur lain yang bertentangan dengan Tauhid, diikuti oleh pengisian kembali (infusion) dengan unsur-unsur kunci Islam (seperti Tuhan, wahyu, manusia, ilmu, dan agama) ke dalam kerangka ilmu kontemporer. Titik tolaknya adalah masalah ta‘rif (definisi) yang benar dalam bahasa Arab klasik sebagai medium konseptual Islam. Sementara itu, Al-Faruqi mengusulkan “Islamisasi Ilmu Pengetahuan” melalui sebuah rencana kerja (Islamization of Knowledge: General Principles and Work Plan) yang lebih sistematis-operasional. Metodenya bersifat lima tahap: penguasaan disiplin ilmu modern, penguasaan warisan Islam, penentuan relevansi Islam bagi disiplin ilmu, analisis kreatif dan sintesis, serta penyebaran ilmu yang telah diislamisasi. Pendekatan Al-Faruqi lebih bersifat integratif-akomodatif terhadap ilmu modern, dengan tujuan mengarahkannya untuk mengabdi pada nilai-nilai dan tujuan Islam (maqashid syariah). Secara kritis, konsep Al-Attas dinilai lebih filosofis-metafisik dan menekankan aspek bahasa dan kebudayaan, sedangkan Al-Faruqi lebih sosiologis-pragmatis dengan kerangka yang lebih terstruktur. Keduanya saling melengkapi: Al-Attas memberikan fondasi filosofis yang kokoh, sementara Al-Faruqi menawarkan peta jalan aplikatif. Namun, keduanya juga menghadapi kritik, seperti tantangan implementasi praktis dalam struktur akademik yang mapan dan risiko simplifikasi dalam proses integrasi. Studi ini menyimpulkan bahwa dialektika antara pendekatan filosofis-fundamental Al-Attas dan metodologis-operasional Al-Faruqi terus menjadi pijakan penting bagi pengembangan proyek integrasi ilmu pengetahuan dalam peradaban Islam saat ini.
Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas
Title: Integrasi Ilmu Pengetahuan (Studi Kritis Tentang Konsep Islamisasi Ilmu Syed Muhammad Naquib Al-Attas Dan Ismail Raji Al-Faruqi)
Description:
Integrasi ilmu pengetahuan merupakan salah satu wacana sentral dalam upaya rekonstruksi epistemologi Islam kontemporer, yang direspons secara kritis oleh dua pemikir terkemuka: Syed Muhammad Naquib Al-Attas dan Ismail Raji Al-Faruqi.
Kajian ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis konsep integrasi ilmu dari kedua tokoh tersebut, dengan fokus pada persamaan, perbedaan, serta implikasi metodologisnya.
Penelitian ini dilakukan dengan metode studi kepustakaan yang bersifat kualitatif, menganalisis karya-karya primer dan sekunder, serta pendekatan komparatif-kritis.
Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun sama-sama merespons hegemoni epistemologi Barat sekuler dan berkomitmen pada pengilmuan yang berakar pada worldview Islam, kedua pemikir ini menawarkan metodologi yang berbeda secara fundamental.
Al-Attas menekankan proses “Islamisasi Ilmu” yang bersifat dekonstruktif dan bersifat mendasar (radikal).
Bagi Al-Attas, Islamisasi dimulai dari purifikasi akal dan jiwa dari sekularisme, dualisme, dan unsur-unsur lain yang bertentangan dengan Tauhid, diikuti oleh pengisian kembali (infusion) dengan unsur-unsur kunci Islam (seperti Tuhan, wahyu, manusia, ilmu, dan agama) ke dalam kerangka ilmu kontemporer.
Titik tolaknya adalah masalah ta‘rif (definisi) yang benar dalam bahasa Arab klasik sebagai medium konseptual Islam.
Sementara itu, Al-Faruqi mengusulkan “Islamisasi Ilmu Pengetahuan” melalui sebuah rencana kerja (Islamization of Knowledge: General Principles and Work Plan) yang lebih sistematis-operasional.
Metodenya bersifat lima tahap: penguasaan disiplin ilmu modern, penguasaan warisan Islam, penentuan relevansi Islam bagi disiplin ilmu, analisis kreatif dan sintesis, serta penyebaran ilmu yang telah diislamisasi.
Pendekatan Al-Faruqi lebih bersifat integratif-akomodatif terhadap ilmu modern, dengan tujuan mengarahkannya untuk mengabdi pada nilai-nilai dan tujuan Islam (maqashid syariah).
Secara kritis, konsep Al-Attas dinilai lebih filosofis-metafisik dan menekankan aspek bahasa dan kebudayaan, sedangkan Al-Faruqi lebih sosiologis-pragmatis dengan kerangka yang lebih terstruktur.
Keduanya saling melengkapi: Al-Attas memberikan fondasi filosofis yang kokoh, sementara Al-Faruqi menawarkan peta jalan aplikatif.
Namun, keduanya juga menghadapi kritik, seperti tantangan implementasi praktis dalam struktur akademik yang mapan dan risiko simplifikasi dalam proses integrasi.
Studi ini menyimpulkan bahwa dialektika antara pendekatan filosofis-fundamental Al-Attas dan metodologis-operasional Al-Faruqi terus menjadi pijakan penting bagi pengembangan proyek integrasi ilmu pengetahuan dalam peradaban Islam saat ini.
Related Results
PERTIMBANGAN MORAL DALAM EPISTEMOLOGI ISLAMISASI ILMU SYED NAQUIB AL-ATTAS
PERTIMBANGAN MORAL DALAM EPISTEMOLOGI ISLAMISASI ILMU SYED NAQUIB AL-ATTAS
Gerakan westernisasi ilmu pengetahuan menggugah pemikiran Syed Naquib Al Attas untuk membuat sebuah konsep tandingan, maka muncullah gerakan pemikiran Islamisasi Ilmu. Gerakan ini ...
Islamisasi Ilmu Pengetahuan (Konsep Pemikiran Ismail Raji Al-Faruqi dan Syed Muhammad Naquib Al-Attas)
Islamisasi Ilmu Pengetahuan (Konsep Pemikiran Ismail Raji Al-Faruqi dan Syed Muhammad Naquib Al-Attas)
Fenomena terkait dengan pekembangan ilmu pengetahuan begitu pesat. Ditandai oleh munculnya ilmu-ilmu pengetahuan yang baru. Fenomena ini memunculkan sebuah dampak yang begitu besar...
Islamisasi Ilmu Pengetahuan Syed Muhammad Naquib Al-Attas Dan Isma’Il Raji Al-Faruqi
Islamisasi Ilmu Pengetahuan Syed Muhammad Naquib Al-Attas Dan Isma’Il Raji Al-Faruqi
Abstrak
Islamisasi muncul karena kekhawatiran intelektual Muslim yang melihat umat Islam berada dalam krisis akibat penerapan ilmu pengetahuan Barat yang berbass sekuler. Konsep s...
Syed Muhammad Naquib al-Attas Syed Muhammad Naquib al-Attas: Islamization of Knowledge by Developing Genuine Islamic Paradigm
Syed Muhammad Naquib al-Attas Syed Muhammad Naquib al-Attas: Islamization of Knowledge by Developing Genuine Islamic Paradigm
Konferensi internasional negeri-negeri Muslim mengenai pendidikan secara periodik dimulai sejak tahun 1977 di Mekkah al-Mukarramah, hal ini membuat umat Islam gencar membahas integ...
STUDI KOMPARATIF PEMIKIRAN ISMAIL RAJI AL-FARUQI DAN SYED MUHAMMAD NAQUIB AL-ATTAS
STUDI KOMPARATIF PEMIKIRAN ISMAIL RAJI AL-FARUQI DAN SYED MUHAMMAD NAQUIB AL-ATTAS
Menurut Echols dan Hasan Sadily, kata Islamisasi berasal dari bahasa Inggris islamization yang berarti pengislaman. Ketika mendengar istilah Islamisasi Ilmu pengetahuan, ada sebuah...
Konsep Islamisasi Ilmu Pengetahuan Menurut Ismail Raji Al Faruqi Dan Ziauddin Sardar
Konsep Islamisasi Ilmu Pengetahuan Menurut Ismail Raji Al Faruqi Dan Ziauddin Sardar
Penelitian ini bertujuan untuk mendalami konsep Islamisasi ilmu pengetahuan menurut perspektif Ismail Raji al-Faruqi dan Ziauddin Sardar, dalam upayanya untuk menerapkan Islamisasi...
MENGKRITISI KONSEP ISLAMISASI ILMU ISMAIL RAJI AL-FARUQI: Telaah Pemikiran Ziauddin Sardar
MENGKRITISI KONSEP ISLAMISASI ILMU ISMAIL RAJI AL-FARUQI: Telaah Pemikiran Ziauddin Sardar
Kajian ini dilatarbelakangi oleh karena adanya khazanah pemikiran keislaman, yaitu isuIslamisasi ilmu yang merupakan salah satu isu yang selalu menarik diperbincangkan beberapadeka...
Islam dan Sain: Telaah Terhadap Islamisasi Ilmu Pengetahuan dan Pengilmuan Islam
Islam dan Sain: Telaah Terhadap Islamisasi Ilmu Pengetahuan dan Pengilmuan Islam
This article discusses the Relations of Islam and Science by examining the Islamization of Science Syed Muhammad al-Naquib al-Attas, Kuntowijoyo Islamic Studies and ...

