Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Faktor yang Mempengaruhi Lama Waktu Pelaku SISKA untuk Memenuhi Kebutuhan Hijauan Pakan Ternak Sapi Di Provinsi Jambi

View through CrossRef
Latar Belakang: Adanya tanaman kelapa sawit di provinsi Jambi memungkinkan untuk dilakukan pengembangan sistem integrasi ternak sapi dengan kelapa sawit, yang dikenal dengan SISKA (Sistem Integrasi Sapi Kelapa Sawit) yang tertuang dalam kebijakan nasional yang dimplementasikan dalam kebijakan daerah berupa Rencana Aksi Daerah Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAD-KSB) provinsi Jambi tahun 2020-2024.  Pengembangan SISKA dilakukan dalam bentuk kawasan yang dalam hal ini diwakilkan oleh 3 dari 7 daerah kabupaten penghasil kelapa sawit di provinsi Jambi yang diwakilkan kabupaten Merangin (barat), Batanghari (tengah) dan Tanjung Jabung Barat (timur). Pemenuhan kebutuhan hijauan ternak sapi tersebut dilakukan dengan cara meramban dan penggembalaan yang cukup menghabiskan waktu. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama waktu pelaku SISKA untuk memenuhi kebutuhan hijauan pakan ternak di Provinsi Jambi. Metode: Penelitian ini dilaksanakan di kabupaten Batanghari, kabupaten Merangin dan kabupaten Tanjung Jabung Barat  pada 06 Maret 2023 sampai dengan   19 Maret 2023. Metode yang digunakan yaitu metode survei. Kuisioner digunakan untuk pengumpulan data primer pada  rumah tangga   yang dijadikan sampel  sebagai responden. Teknik purposive sampling digunakan sebagai teknik penentuan responden sebagai sampel, dimulai dari penentuan kabupaten, kecamatan, desa dan rumah tangga peternak. Data pada penelitian ini dianalisis dengan analisis regresi berganda. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tiga variabel bebas yang berpengaruh nyata terhadap lama waktu untuk memenuhi kebutuhan hijauan pakan ternak yaitu cara mengumpulkan hijauan (X4), jarak menuju sumber hijauan (X5) dan waktu tempuh menuju sumber hijauan (X6). Kesimpulan: Kesimpulan pada penelitian ini adalah  lama waktu pelaku SISKA untuk memenuhi kebutuhan hijauan pakan ternak sapi di provinsi Jambi ditentukan oleh  cara mengumpulkan hijauan, jarak menuju sumber hijauan dan waktu tempuh menuju sumber hijauan.
Title: Faktor yang Mempengaruhi Lama Waktu Pelaku SISKA untuk Memenuhi Kebutuhan Hijauan Pakan Ternak Sapi Di Provinsi Jambi
Description:
Latar Belakang: Adanya tanaman kelapa sawit di provinsi Jambi memungkinkan untuk dilakukan pengembangan sistem integrasi ternak sapi dengan kelapa sawit, yang dikenal dengan SISKA (Sistem Integrasi Sapi Kelapa Sawit) yang tertuang dalam kebijakan nasional yang dimplementasikan dalam kebijakan daerah berupa Rencana Aksi Daerah Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAD-KSB) provinsi Jambi tahun 2020-2024.
  Pengembangan SISKA dilakukan dalam bentuk kawasan yang dalam hal ini diwakilkan oleh 3 dari 7 daerah kabupaten penghasil kelapa sawit di provinsi Jambi yang diwakilkan kabupaten Merangin (barat), Batanghari (tengah) dan Tanjung Jabung Barat (timur).
Pemenuhan kebutuhan hijauan ternak sapi tersebut dilakukan dengan cara meramban dan penggembalaan yang cukup menghabiskan waktu.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama waktu pelaku SISKA untuk memenuhi kebutuhan hijauan pakan ternak di Provinsi Jambi.
Metode: Penelitian ini dilaksanakan di kabupaten Batanghari, kabupaten Merangin dan kabupaten Tanjung Jabung Barat  pada 06 Maret 2023 sampai dengan   19 Maret 2023.
Metode yang digunakan yaitu metode survei.
Kuisioner digunakan untuk pengumpulan data primer pada  rumah tangga   yang dijadikan sampel  sebagai responden.
Teknik purposive sampling digunakan sebagai teknik penentuan responden sebagai sampel, dimulai dari penentuan kabupaten, kecamatan, desa dan rumah tangga peternak.
Data pada penelitian ini dianalisis dengan analisis regresi berganda.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tiga variabel bebas yang berpengaruh nyata terhadap lama waktu untuk memenuhi kebutuhan hijauan pakan ternak yaitu cara mengumpulkan hijauan (X4), jarak menuju sumber hijauan (X5) dan waktu tempuh menuju sumber hijauan (X6).
Kesimpulan: Kesimpulan pada penelitian ini adalah  lama waktu pelaku SISKA untuk memenuhi kebutuhan hijauan pakan ternak sapi di provinsi Jambi ditentukan oleh  cara mengumpulkan hijauan, jarak menuju sumber hijauan dan waktu tempuh menuju sumber hijauan.

Related Results

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
Analisis waktu standar produksi merupakan salah satu analisis metoda kuantitatif yang dilakukan untuk mengukur waktu produksi dan bertujuan agar dapat memiliki waktu standar sebaga...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
EDUKASI PENTINGNYA PENANAMAN HIJAUAN PAKAN DAN MENJAGA PRODUKSI BANK PAKAN PADA PETERNAK DI KABUPATEN LOMBOK BARAT
EDUKASI PENTINGNYA PENANAMAN HIJAUAN PAKAN DAN MENJAGA PRODUKSI BANK PAKAN PADA PETERNAK DI KABUPATEN LOMBOK BARAT
Tujuan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini adalah untuk melakukan edukasi penanaman hijauan pakan dan menjaga produksi bank pakan pada peternak di Kecamatan Kediri dan ...
Kapasitas Peningkatan Populasi Ternak Sapi Perah di Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat
Kapasitas Peningkatan Populasi Ternak Sapi Perah di Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat
Pengembangan peternakan sapi perah saat ini menunjukan prospek yang lebih baik dan berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi masyarakat. Perlu dilihat lebih lanjut sejauh mana day...
Pengelolaan Limbah Ternak
Pengelolaan Limbah Ternak
Limbah adalah sisa proses produksi atau bahan yang tak bernilai, tak berharga, atau tidak laku dijual. Limbah ternak dibentuk dari pakan yang tersisa dari proses pencernaan. Pakan ...
Daya Dukung Hijauan Pakan untuk Mendukung Keberlanjutan Agribisnis Sapi Perah Rakyat di Kabupaten Sleman
Daya Dukung Hijauan Pakan untuk Mendukung Keberlanjutan Agribisnis Sapi Perah Rakyat di Kabupaten Sleman
Hijauan pakan merupakan faktor kunci dalam keberlanjutan usaha sapi perah karena berperan sebagai sumber nutrien utama bagi ternak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya...
Pengembangan Sistem Integrasi Tanaman Tebu-Sapi Potong di Jawa Timur
Pengembangan Sistem Integrasi Tanaman Tebu-Sapi Potong di Jawa Timur
English Capacity of land-based forage beef cattle farming is lim ited. Integrated sugarcane and beef cattle farming is an alternative to increase cattle population and domestic bee...

Back to Top