Javascript must be enabled to continue!
ANALISIS BEBAN KERJA PETUGAS FARMASI DI DEPO FARMASI RAWAT JALAN RSUD ARIFIN ACHMAD PROVINSI RIAU
View through CrossRef
Untuk meningkatkan kualitas pelayanan Kesehatan bisa diukur dari tingkat produktivitas petugas karena adanya beban kerja. Beban kerja tersebut dapat muncul karena ada faktor yang memengaruhinya seperti beban kerja fisik meningkat karena adanya ketidakseimbangan antara jumlah tenaga kerja dengan jumlah pasien. Berdasarkan informasi dan data yang didapatkan oleh peneliti dimana 1 hari mencapai 300 lebih pasien. Dan terhitung jumlah pasien selama hampir 3 bulan bisa mencapai 21.568 kunjungan pasien, dengan begitu bisa menjadi beban kerja bagi petugas farmasi. Tujuan dari skripsi ini untuk menganalisis beban kerja petugas farmasi di depo farmasi rawat jalan RSUD Arifin Achmad. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif observasional. Sampel dalam penelitian ini adalah 16 orang petugas farmasi yaitu seluruh petugas farmasi di depo farmasi rawat jalan RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Analisis data dilakukan dengan cara melakukan analisis beban kerja petugas farmasi di depo farmasi rawat jalan yang kemudian akan digolongkan menjadi 3 kategori yaitu golongan beban kerja rendah, beban kerja sedang, dan beban kerja tinggi. Selanjutnya menghitung kebutuhan tenaga kerja yang dilakukan dengan tahapan-tahapan dengan metode Workload Indicator Of Staffing (WISN). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa beban kerja petugas farmasi di depo farmasi rawat jalan RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau dalam kategori beban kerja sedang dengan persentase (78,65%). Sedangkan hasil perhitungan jumlah total tenaga yang dibutuhkan dengan metode WISN sebesar 18 orang tenaga sedangkan tenaga yang ada di depo farmasi rawat jalan masih berjumlah 16 orang, sehingga terdapat kekurangan 2 orang tenaga.
Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Title: ANALISIS BEBAN KERJA PETUGAS FARMASI DI DEPO FARMASI RAWAT JALAN RSUD ARIFIN ACHMAD PROVINSI RIAU
Description:
Untuk meningkatkan kualitas pelayanan Kesehatan bisa diukur dari tingkat produktivitas petugas karena adanya beban kerja.
Beban kerja tersebut dapat muncul karena ada faktor yang memengaruhinya seperti beban kerja fisik meningkat karena adanya ketidakseimbangan antara jumlah tenaga kerja dengan jumlah pasien.
Berdasarkan informasi dan data yang didapatkan oleh peneliti dimana 1 hari mencapai 300 lebih pasien.
Dan terhitung jumlah pasien selama hampir 3 bulan bisa mencapai 21.
568 kunjungan pasien, dengan begitu bisa menjadi beban kerja bagi petugas farmasi.
Tujuan dari skripsi ini untuk menganalisis beban kerja petugas farmasi di depo farmasi rawat jalan RSUD Arifin Achmad.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif observasional.
Sampel dalam penelitian ini adalah 16 orang petugas farmasi yaitu seluruh petugas farmasi di depo farmasi rawat jalan RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau.
Analisis data dilakukan dengan cara melakukan analisis beban kerja petugas farmasi di depo farmasi rawat jalan yang kemudian akan digolongkan menjadi 3 kategori yaitu golongan beban kerja rendah, beban kerja sedang, dan beban kerja tinggi.
Selanjutnya menghitung kebutuhan tenaga kerja yang dilakukan dengan tahapan-tahapan dengan metode Workload Indicator Of Staffing (WISN).
Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa beban kerja petugas farmasi di depo farmasi rawat jalan RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau dalam kategori beban kerja sedang dengan persentase (78,65%).
Sedangkan hasil perhitungan jumlah total tenaga yang dibutuhkan dengan metode WISN sebesar 18 orang tenaga sedangkan tenaga yang ada di depo farmasi rawat jalan masih berjumlah 16 orang, sehingga terdapat kekurangan 2 orang tenaga.
Related Results
Faktor yang Mempengaruhi Waktu Tunggu Pelayanan Rawat Jalan Pasien di RSUD Kota Makassar
Faktor yang Mempengaruhi Waktu Tunggu Pelayanan Rawat Jalan Pasien di RSUD Kota Makassar
Menurut Kemenkes RI Nomor 129/Menkes/SK/II 2008 waktu tunggu pelayanan adalah waktu yang diperlukan mulai dari pasien mendaftar di tempat pendaftraran pasien rawat jalan (TPPRJ), s...
ANALISIS PELAKSANAAN SISTEM TANGGAP DARURAT BENCANA KEBAKARAN DI RSUD ARIFIN ACHMAD PROVINSI RIAU
ANALISIS PELAKSANAAN SISTEM TANGGAP DARURAT BENCANA KEBAKARAN DI RSUD ARIFIN ACHMAD PROVINSI RIAU
Tingginya risiko kebakaran di rumah sakit, pemerintah dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2016 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (...
GAMBARAN STRES KERJA PADA PERAWAT RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT UMUM HOLISTIC PURWAKARTA TAHUN 2020
GAMBARAN STRES KERJA PADA PERAWAT RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT UMUM HOLISTIC PURWAKARTA TAHUN 2020
Stres kerja merupakan beban kerja yang berlebihan, perasaan susah dan ketegangan emosional yang menghambat performance individu. Stres kerja dapat dipengaruhi oleh kondisi organisa...
KEPUASAN PENGGUNA JALAN TERHADAP PELAYANAN JALAN PROVINSI DI KALIMANTAN BARAT
KEPUASAN PENGGUNA JALAN TERHADAP PELAYANAN JALAN PROVINSI DI KALIMANTAN BARAT
Abstract
The quality of road services includes the performance of road infrastructure components, which include road pavement structures, road geometry, road complementary buil...
ANALISIS KEBUTUHAN PETUGAS REKAM MEDIS PASCA IMPLEMENTASI REKAM MEDIS ELEKTRONIK (RME) MENGGUNAKAN METODE ABK-KES DI RSUD TOTO KABILA TAHUN 2025
ANALISIS KEBUTUHAN PETUGAS REKAM MEDIS PASCA IMPLEMENTASI REKAM MEDIS ELEKTRONIK (RME) MENGGUNAKAN METODE ABK-KES DI RSUD TOTO KABILA TAHUN 2025
Latar Belakang: Metode Analisis Beban Kerja Kesehatan (ABK-Kes) merupakan pendekatan standar yang digunakan untuk menghitung kebutuhan tenaga kesehatan berdasarkan beban kerja aktu...
KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI DEPO FARMASI RAWAT JALAN INSTALASI FARMASI RSUD dr. H. SLAMET MARTODIRDJO PAMEKASAN
KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI DEPO FARMASI RAWAT JALAN INSTALASI FARMASI RSUD dr. H. SLAMET MARTODIRDJO PAMEKASAN
Kualitas pelayanan yang baik akan menimbulkan kepuasan pada pasien. Pelayanan kefarmasian di rumah sakit dituntut untuk merea lisasikan perluasan paradigma pelayanan kefarmasian da...
Beban Kerja dan Kelelahan Kerja pada Pekerja Tatalaksana di Unisba
Beban Kerja dan Kelelahan Kerja pada Pekerja Tatalaksana di Unisba
Abstract. The workload is something that arises from the interaction between the needs of the work environment that is used as a workplace, and the skills and perceptions of worker...
Hubungan Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja Perawat Ruang Rawat Inap di RSUD Dr.Soekardjo Kota Tasikmalaya
Hubungan Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja Perawat Ruang Rawat Inap di RSUD Dr.Soekardjo Kota Tasikmalaya
Abstract.The low discipline of nurses impacts the low quality of service in a hospital. A factor that can affect the work discipline of nurses is work motivation. Work motivation e...

