Javascript must be enabled to continue!
ANALISIS PELAKSANAAN SISTEM TANGGAP DARURAT BENCANA KEBAKARAN DI RSUD ARIFIN ACHMAD PROVINSI RIAU
View through CrossRef
Tingginya risiko kebakaran di rumah sakit, pemerintah dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2016 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS) mewajibkan setiap rumah sakit menyelenggarakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS) yang salah satunya berkaitan dengan pencegahan dan penanggulangan kebakaran dengan pemenuhan alat pemadaman, alat pendeteksian kebakaran sarana penyelamatan serta adanya tim penanggulangan kebakaran. Tujuan penelitian mengetahuinya analisis pelaksanaan sistem tanggap darurat sebagai upaya penanggulangan bencana kebakaran di lingkungan RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Metode penelitian kualitatif dan desain deskriptif. Penelitian ini telah dilakukan di RSUD Arifin Achmad pada bulan September tahun 2 Objek penelitian adalah manajemen proteksi kebakaran (organisasi, prosedur dan SDM dalam penanggulangan kebakaran), sistem proteksi kebakaran aktif (APAR, hidran, sprinkler, detektor dan alarm kebakaran) dan sarana penyelamatan jiwa (pintu darurat, tangga darurat, petunjuk jalan keluar dan tempat berhimpun) di RSUD Arifin Achmad.Subjek penelitian ini terdiri dari 3 orang, yaitu Ketua K3RS, Staf K3 dan Karyawan. Pengumpulan data menggunakan data primer, dengan analisa data menggunakan triangulasi data. Hasil penelitian ini adalah manajemen proteksi kebakaran, sistem proteksi aktif kebakaran, dan sistem proteksi pasif atau sarana peneyelamatan jiwa di RSUD Arifin Achmad telah sesuai dengan standar peraturan yang digunakan, Disarankan untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dalam mencegah terjadinya bahaya kebakaran di RSUD Arifin Achmad.
The high risk of fire in hospitals, the government in the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 66 of 2016 concerning Hospital Occupational Safety and Health (K3RS) requires every hospital to organize Hospital Occupational Safety and Health (K3RS), one of which is related to prevention and control. fires with the fulfillment of extinguishing equipment, fire detection equipment for rescue facilities and the existence of a fire prevention team. The purpose of the study was to find out the analysis of the implementation of the emergency response system as an effort to deal with fire disasters in the Arifin Achmad Hospital, Riau Province. Qualitative research methods and descriptive design. This research was conducted at the Arifin Achmad Hospital in September 2nd. The object of the research is fire protection management (organization, procedures and human resources in fire prevention), active fire protection systems (APAR, hydrants, sprinklers, detectors and fire alarms) and life saving facilities. (emergency exit, emergency stairs, directions for exit and meeting place) at Arifin Achmad Hospital. The subjects of this study consisted of 3 people, namely the Head of K3RS, K3 Staff and Employees. Collecting data using primary data, with data analysis using data triangulation. The results of this study are fire protection management, active fire protection systems, and passive protection systems or life saving facilities at Arifin Achmad Hospital are in accordance with the regulatory standards used. It is recommended to increase the ability of human resources in preventing fire hazards in Arifin Achmad Hospital.
LPPM Hang Tuah Pekanbaru
Title: ANALISIS PELAKSANAAN SISTEM TANGGAP DARURAT BENCANA KEBAKARAN DI RSUD ARIFIN ACHMAD PROVINSI RIAU
Description:
Tingginya risiko kebakaran di rumah sakit, pemerintah dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2016 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS) mewajibkan setiap rumah sakit menyelenggarakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS) yang salah satunya berkaitan dengan pencegahan dan penanggulangan kebakaran dengan pemenuhan alat pemadaman, alat pendeteksian kebakaran sarana penyelamatan serta adanya tim penanggulangan kebakaran.
Tujuan penelitian mengetahuinya analisis pelaksanaan sistem tanggap darurat sebagai upaya penanggulangan bencana kebakaran di lingkungan RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau.
Metode penelitian kualitatif dan desain deskriptif.
Penelitian ini telah dilakukan di RSUD Arifin Achmad pada bulan September tahun 2 Objek penelitian adalah manajemen proteksi kebakaran (organisasi, prosedur dan SDM dalam penanggulangan kebakaran), sistem proteksi kebakaran aktif (APAR, hidran, sprinkler, detektor dan alarm kebakaran) dan sarana penyelamatan jiwa (pintu darurat, tangga darurat, petunjuk jalan keluar dan tempat berhimpun) di RSUD Arifin Achmad.
Subjek penelitian ini terdiri dari 3 orang, yaitu Ketua K3RS, Staf K3 dan Karyawan.
Pengumpulan data menggunakan data primer, dengan analisa data menggunakan triangulasi data.
Hasil penelitian ini adalah manajemen proteksi kebakaran, sistem proteksi aktif kebakaran, dan sistem proteksi pasif atau sarana peneyelamatan jiwa di RSUD Arifin Achmad telah sesuai dengan standar peraturan yang digunakan, Disarankan untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dalam mencegah terjadinya bahaya kebakaran di RSUD Arifin Achmad.
The high risk of fire in hospitals, the government in the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 66 of 2016 concerning Hospital Occupational Safety and Health (K3RS) requires every hospital to organize Hospital Occupational Safety and Health (K3RS), one of which is related to prevention and control.
fires with the fulfillment of extinguishing equipment, fire detection equipment for rescue facilities and the existence of a fire prevention team.
The purpose of the study was to find out the analysis of the implementation of the emergency response system as an effort to deal with fire disasters in the Arifin Achmad Hospital, Riau Province.
Qualitative research methods and descriptive design.
This research was conducted at the Arifin Achmad Hospital in September 2nd.
The object of the research is fire protection management (organization, procedures and human resources in fire prevention), active fire protection systems (APAR, hydrants, sprinklers, detectors and fire alarms) and life saving facilities.
(emergency exit, emergency stairs, directions for exit and meeting place) at Arifin Achmad Hospital.
The subjects of this study consisted of 3 people, namely the Head of K3RS, K3 Staff and Employees.
Collecting data using primary data, with data analysis using data triangulation.
The results of this study are fire protection management, active fire protection systems, and passive protection systems or life saving facilities at Arifin Achmad Hospital are in accordance with the regulatory standards used.
It is recommended to increase the ability of human resources in preventing fire hazards in Arifin Achmad Hospital.
Related Results
PELATIHAN TANGGAP DARURAT BENCANA KEBAKARAN PEMUKIMAN
PELATIHAN TANGGAP DARURAT BENCANA KEBAKARAN PEMUKIMAN
Fase tanggap darurat diperlukan pada saat terjadi bencana diantaranya berupa kegiatan penyelamatan dan evakuasi korban, harta benda, dan perlindungan. Keterlibatan masyarakat dalam...
Pemberian Edukasi Sebagai Upaya Tanggap Darurat Kebakaran di Puskesmas Karang Baru
Pemberian Edukasi Sebagai Upaya Tanggap Darurat Kebakaran di Puskesmas Karang Baru
Keadaan darurat adalah situasi atau kejadian tidak normal yang terjadi tiba-tiba dan dapat menggangu kegiatan komunikasi dan perlu segera ditanggulangi. Puskesmas sebagai salah sat...
SOSIALISASI TENTANG KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT MENGHADAPI BENCANA KEBAKARAN DI RT 001/07 KELURAHAN PAPANGGO JAKARTA UTARA.
SOSIALISASI TENTANG KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT MENGHADAPI BENCANA KEBAKARAN DI RT 001/07 KELURAHAN PAPANGGO JAKARTA UTARA.
Latar Belakang: Pengabdian kepada masyarakat ini dengan judul Sosialisasi tentang kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana kebakaran di rt 001/07 kelurahan papanggo jakarta utar...
Penyuluhan Mitigasi Bencana pada Masyarakat Pulau Pramuka
Penyuluhan Mitigasi Bencana pada Masyarakat Pulau Pramuka
Pulau Pramuka adalah salah satu pulau di Kepulauan Seribu, yang terletak di sebelah utara Jakarta, Kepulauan Seribu terdiri dari sekitar 110 pulau, Pulau Pramuka adalah pulau terbe...
TINGKAT PENGETAHUAN KESIAPSIAGAAN BENCANA TERHADAP TANGGAP DARURAT KEBAKARAN PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR UNIVERSITAS X
TINGKAT PENGETAHUAN KESIAPSIAGAAN BENCANA TERHADAP TANGGAP DARURAT KEBAKARAN PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR UNIVERSITAS X
Kesiapsiagaan adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengantisipasi bencana. Kondisi bencana tidak dapat diprediksi dengan mudah maka tanggap darurat salah satu kegiatan ...
Analisis Sistem Proteksi Kebakaran Gedung Laboratorium Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Riau
Analisis Sistem Proteksi Kebakaran Gedung Laboratorium Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Riau
Sistem proteksi kebakaran digunakan untuk mendeteksi dan memadamkan kebakaran sedini mungkin dengan menggunakan peralatan yang digerakkan secara manual dan otomatis. Laboratorium T...
EVALUASI SISTEM PROTEKSI BAHAYA KEBAKARAN PADA GEDUNG BADAN PENANGGULANGAN BENCANA ACEH
EVALUASI SISTEM PROTEKSI BAHAYA KEBAKARAN PADA GEDUNG BADAN PENANGGULANGAN BENCANA ACEH
Abstrak Kantor Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) merupakan Kantor Pemerintah yang memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan penanggulangan bencana se...
Penanggulangan Krisis Kesehatan di Indonesia Tahun 2016
Penanggulangan Krisis Kesehatan di Indonesia Tahun 2016
AbstractHealth crisis is an event/series of events that threaten the health of individuals or communities caused by disasters and / or potentially disasters. Researchs on health cr...

