Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

NILAI BUDAYA DALAM UNGKAPAN IDIOMATIS BAHASA MELAYU JAMBI DIALEK MELAYU BUNGO PERSPEKTIF ANTROPOLINGUISTIK

View through CrossRef
Penelitian ini  bertujuan untuk menjelaskan nilai-nilai budaya yang ditemukan dalam ungkapan-ungkapan idiomatis bahasa Melayu Jambi dialek Melayu Bungo. Penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahap,  yaitu tahap pengumpulan data, analisis data, dan penyajian hasil analisis data. Metode yang dipilih dalam pengumpulan data adalah metode simak dan cakap dengan beberapa teknik pendukung diantaranya teknik simak bebas libat cakap, teknik catat, teknik pancing, dan teknik rekam. Pada tahap analisis penulis menggunakan pendekatan  deskriptif kualitatif dengan berpijak dari metode analisis kontekstual dalam menjelaskan makna dari  nilai budaya yang dimaksud dari ungkapan-ungkapan idiomatis tersebut. Selanjutnya, pada tahap penyajian hasil analisis, penulis memilih   menggunakan metode informal. Hasil penelitian menjelaskan bahwa dalam ungkapan idiomatis  bahasa Melayu Jambi dialek Melayu Bungo mengandung nilai-nilai budaya yang telah lama berkembang di tengah-tengah masyarakat penutur bahasa Melayu Jambi dialek Melayu Bungo. Adapun nilai-nilai budaya tersebut secara prinsip mencerminkan sikap atau pandangan hidup  dari masyarakat penutur bahasa Melayu Jambi dialek Melayu Bungo  yang dikategorikan baik maupun tidak baik. Selain itu,  ungkapan-ungkapan idiomatis yang digunakan oleh  masyarakat Melayu Jambi dialek Melayu Bungo juga  mengandung ajaran etika, moral, dan sopan santun.
Title: NILAI BUDAYA DALAM UNGKAPAN IDIOMATIS BAHASA MELAYU JAMBI DIALEK MELAYU BUNGO PERSPEKTIF ANTROPOLINGUISTIK
Description:
Penelitian ini  bertujuan untuk menjelaskan nilai-nilai budaya yang ditemukan dalam ungkapan-ungkapan idiomatis bahasa Melayu Jambi dialek Melayu Bungo.
Penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahap,  yaitu tahap pengumpulan data, analisis data, dan penyajian hasil analisis data.
Metode yang dipilih dalam pengumpulan data adalah metode simak dan cakap dengan beberapa teknik pendukung diantaranya teknik simak bebas libat cakap, teknik catat, teknik pancing, dan teknik rekam.
Pada tahap analisis penulis menggunakan pendekatan  deskriptif kualitatif dengan berpijak dari metode analisis kontekstual dalam menjelaskan makna dari  nilai budaya yang dimaksud dari ungkapan-ungkapan idiomatis tersebut.
Selanjutnya, pada tahap penyajian hasil analisis, penulis memilih   menggunakan metode informal.
Hasil penelitian menjelaskan bahwa dalam ungkapan idiomatis  bahasa Melayu Jambi dialek Melayu Bungo mengandung nilai-nilai budaya yang telah lama berkembang di tengah-tengah masyarakat penutur bahasa Melayu Jambi dialek Melayu Bungo.
Adapun nilai-nilai budaya tersebut secara prinsip mencerminkan sikap atau pandangan hidup  dari masyarakat penutur bahasa Melayu Jambi dialek Melayu Bungo  yang dikategorikan baik maupun tidak baik.
Selain itu,  ungkapan-ungkapan idiomatis yang digunakan oleh  masyarakat Melayu Jambi dialek Melayu Bungo juga  mengandung ajaran etika, moral, dan sopan santun.

Related Results

ANALISIS PERBANDINGAN BAHASA SUNDA DIALEK INDRAMAYU DENGAN BAHASA SUNDA DIALEK PRIANGAN
ANALISIS PERBANDINGAN BAHASA SUNDA DIALEK INDRAMAYU DENGAN BAHASA SUNDA DIALEK PRIANGAN
Penelitian ini membahas perbandingan bahasa Sunda Dialek Priangan dengan bahasa Sunda Dialek Indramayu. Metode yang dipakai dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan tekn...
Analisis Ungkapan Tradisional Melayu Jambi: Kajian Hermeneutik
Analisis Ungkapan Tradisional Melayu Jambi: Kajian Hermeneutik
AbstrakSebagai bagian dari kebudayaan, ungkapan tradisional menarik untuk dikaji. Ungkapan tradisional sebagai khazanah tak benda mengandung nilai, makna, dan seni berbahasa masyar...
Analisis Dialek Dalam Bentuk Bahasa Percakapan Dalam Film “Imperfect” Karya Meira Anastasia
Analisis Dialek Dalam Bentuk Bahasa Percakapan Dalam Film “Imperfect” Karya Meira Anastasia
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penggunaan dialek dalam bentuk Bahasa percakapan yang ada di dalam film Im’Perfect karya Meisa Anastasya. Penggunaan Bahasa dialek dalam film i...
PEMAKAIAN DIALEK BAHASA SUMBAWA : KAJIAN ASPEK SOSIOLINGUISTIK
PEMAKAIAN DIALEK BAHASA SUMBAWA : KAJIAN ASPEK SOSIOLINGUISTIK
Mahsun (2004) membagi Bahasa Sumbawa (BS) ke dalam empat dialek, yaitu Dialek Sumbawa Besar (DSB), Dialek Taliwang (DT), Dialek Jereweh (DJ), dan Dialek Tongo (DTn). Kajian ini ber...
Sinonim Nomina dan Adjektiva pada Dialek O Bahasa Lampung
Sinonim Nomina dan Adjektiva pada Dialek O Bahasa Lampung
Abstrak Bahasa Lampung memiliki dua dialek yaitu dialek A dan dialek O. Dialek bahasa Lampung dialek O berbeda dengan dialek A. Sangat terlihat pada pengucapan  atau pelafala...
CAMPUR KODE BAHASA SANGER DIALEK SIAU DALAM PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA DI DESA BUHIAS KECAMATAN SIAU TIMUR SELATAN
CAMPUR KODE BAHASA SANGER DIALEK SIAU DALAM PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA DI DESA BUHIAS KECAMATAN SIAU TIMUR SELATAN
Tujuan penelitian ini ialah  untuk mendeskripsikan  campur kode bahasa sanger dialek siau dalam penggunaan  Bahasa Indonesia di Desa Buhias Kecamatan Siau Timur Selatan Kabupaten S...
Analisis Dialek Kelantan dan Simbol Budaya Masyarakat Dalam Telefilem Ikan Singgang Cicah Budu
Analisis Dialek Kelantan dan Simbol Budaya Masyarakat Dalam Telefilem Ikan Singgang Cicah Budu
Dialek merupakan Bahasa daerah atau setempat yang digunakan di seluruh negara. Setiap negeri mempunya dialek yang tersendiri. Walaupun Masyarakat di Malaysia mempunyai kepelbagaian...
LAHJAH ARABIYAH: SEBUAH STUDI DIALEKTOLOGIS
LAHJAH ARABIYAH: SEBUAH STUDI DIALEKTOLOGIS
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengungkapkan berbagai macam Dialek Bahasa Arab (lahjah arabiyah) secara deskriptif, apa sebab dan aspek yang melatari sehingga ...

Back to Top