Javascript must be enabled to continue!
ANALISIS VARIASI TEMPERATUR PADA LEMARI PENGERING PAKAIAN MENGGUNAKAN ELEMEN PEMANAS
View through CrossRef
Pengeringan pakaian secara tradisional dengan memanfaatkan sinar matahari. Pemanfaatan sinar matahari ini saat ini kurang efektif, apalagi dengan perubahan cuaca yang tidak dapat diprediksi. Dengan banyaknya kesibukan manusia, sehingga membutuhkan suatu alat pengering pakaian. Dalam penelitian ini dirancang sebuah alat pengering pakaian yang diharapkan bisa mengatasi kekurangan pengeringan menggunakan cahaya matahari. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui temperatur ideal pada lemari pengering pakaian. Metode yang digunakan adalah pengujian pada lemari pengering pakaian dengan variasi temperatur yang digunakan 50, 60, 70 ºC. Berdasarkan hasil pengujian pengeringan pakaian, temperatur yang ideal untuk proses pengeringan pakaian dengan jenis pakaian kaos dan kemeja adalah temperatur 60ºC membutuhkan daya 3.328,6 Watt serta biaya listrik yang dikeluarkan setiap bulan sebesar Rp. 254.910 dalam satu kali pemakaian setiap harinya. Nilai efisiensi pengeringan 1,88%, laju pengeringan 0,01744 kg/menit yang membutuhkan waktu 90 menit untuk mengeringkan pakaian dengan massa pakaian basah sebesar 2,7 kg.
P3M Politeknik Negeri Indramayu
Title: ANALISIS VARIASI TEMPERATUR PADA LEMARI PENGERING PAKAIAN MENGGUNAKAN ELEMEN PEMANAS
Description:
Pengeringan pakaian secara tradisional dengan memanfaatkan sinar matahari.
Pemanfaatan sinar matahari ini saat ini kurang efektif, apalagi dengan perubahan cuaca yang tidak dapat diprediksi.
Dengan banyaknya kesibukan manusia, sehingga membutuhkan suatu alat pengering pakaian.
Dalam penelitian ini dirancang sebuah alat pengering pakaian yang diharapkan bisa mengatasi kekurangan pengeringan menggunakan cahaya matahari.
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui temperatur ideal pada lemari pengering pakaian.
Metode yang digunakan adalah pengujian pada lemari pengering pakaian dengan variasi temperatur yang digunakan 50, 60, 70 ºC.
Berdasarkan hasil pengujian pengeringan pakaian, temperatur yang ideal untuk proses pengeringan pakaian dengan jenis pakaian kaos dan kemeja adalah temperatur 60ºC membutuhkan daya 3.
328,6 Watt serta biaya listrik yang dikeluarkan setiap bulan sebesar Rp.
254.
910 dalam satu kali pemakaian setiap harinya.
Nilai efisiensi pengeringan 1,88%, laju pengeringan 0,01744 kg/menit yang membutuhkan waktu 90 menit untuk mengeringkan pakaian dengan massa pakaian basah sebesar 2,7 kg.
Related Results
Kajian karakteristik perpindahan panas pada ruang sistem pengering/pengasapan dengan enersi panas. dari bahan bakar 0
Kajian karakteristik perpindahan panas pada ruang sistem pengering/pengasapan dengan enersi panas. dari bahan bakar 0
Penggunaan lemari pengering untuk pengeringan masih mempunyai kelemahan, yaitu temperatur pengering di dalam lemari pengering sering tidak seragam atau tidak sama di setiap rak yan...
Pengaruh Posisi Pemanas Dan Kecepatan Blower Terhadap Keseragaman Suhu Kandang Ayam
Pengaruh Posisi Pemanas Dan Kecepatan Blower Terhadap Keseragaman Suhu Kandang Ayam
Ayam DOC atau Ayam Ras ialah fauna berdarah panas( homeotermic) yang wajib mempertahankan temperatur badan wajar serta sangat rentan terhadap area dekat bila tidak dilindungi kehan...
RANCANG BANGUN TANGKI PEMANAS PADA DISTILATOR NIRA AREN PENGHASIL ALKOHOL
RANCANG BANGUN TANGKI PEMANAS PADA DISTILATOR NIRA AREN PENGHASIL ALKOHOL
Penggunaan tangki pemanas pada proses distilasi tradisional masih menggunakan sumber panas dari energi tak terbarukan dan memiliki efek samping bagi lingkungan, selain itu juga ter...
Karakteristik Pengering Surya (Solar Dryer) Dengan Turbin Ventilator
Karakteristik Pengering Surya (Solar Dryer) Dengan Turbin Ventilator
Pada penelitian terdahulu, alat pengering yang dianalisis adalah pengering surya dengan kolektor sekunder, rak bertingkat dan exhaust fan. Penelitian tersebut berhasil mengatasi fe...
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
MENENTUKAN WAKTU STANDAR PADA AKTIVITAS KERJA PRODUKSI SABLON MANUAL DI CV. DWIPUTRA IHWA
Analisis waktu standar produksi merupakan salah satu analisis metoda kuantitatif yang dilakukan untuk mengukur waktu produksi dan bertujuan agar dapat memiliki waktu standar sebaga...
Perubahan Diameter Kumparan Terhadap Suhu yang dihasilkan Pada Pemanas Induksi
Perubahan Diameter Kumparan Terhadap Suhu yang dihasilkan Pada Pemanas Induksi
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perubahan diameter kumparan terhadap alat pemanas induksi, termasuk pengaruhnya terhadap suhu yang dihasilkan dengan batasan wakt...
Analisis Kinerja Termal Sistem Pemanas Air Tenaga Surya Menggunakan Reflektor Cermin Datar dan Pipa Tembaga ؽ Inch pada Kapasitas Air 25 Liter
Analisis Kinerja Termal Sistem Pemanas Air Tenaga Surya Menggunakan Reflektor Cermin Datar dan Pipa Tembaga ؽ Inch pada Kapasitas Air 25 Liter
Pemanfaatan energi surya sebagai sumber energi terbarukan menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil dan meningkatkan efisiensi energi pada...
Proses Manufaktur Mesin Pengering Cengkeh Rajangan Dengan Sistem Pemanas Heater
Proses Manufaktur Mesin Pengering Cengkeh Rajangan Dengan Sistem Pemanas Heater
ABSTRAK pengering sendiri adalah mesin tepat guna, dimana mesin ini berfungsi untuk mengeringkan produk – produk pertanian. Kebutuhan mesin pengering cengkeh rajangan dengan menggu...

