Javascript must be enabled to continue!
Pengaruh Posisi Pemanas Dan Kecepatan Blower Terhadap Keseragaman Suhu Kandang Ayam
View through CrossRef
Ayam DOC atau Ayam Ras ialah fauna berdarah panas( homeotermic) yang wajib mempertahankan temperatur badan wajar serta sangat rentan terhadap area dekat bila tidak dilindungi kehangatannya, hingga ayam hendak tekanan pikiran serta hadapi kendala perkembangan yang berakibat pada penyusutan mengkonsumsi pakan yang berdampak pada penyusutan produktivitas. pemeliharaan ayam pada fase strarter, ialah semenjak usia satu hari hingga usia 14 hari memerlukan temperatur yang mendekati temperatur indukan( brooder). Kebutuhan temperatur ini dapat dipenuhi dengan memakai peralatan pemanas. Permasalahan yang ada disaat ini apabila sistem pemanas yang digunakan peternak masih fokus terhadap temperatur yang dihasilkan namun belum memikirkan jumlah komsumsi bahan bakar yang diperlukan buat menghasilkan temperatur tersebut, sehingga perlu dicoba rancang bangun sistem pemanas ayam.
Riset ini bersifat eksperimental untuk mengetahui pengaruh penempatan posisi pada pemanas dan kecepatan blower pada keseragaman suhu kandang ayam. Pada penelitian ini nantinya menggunakan dua variabel yaitu penempatan pemanas dan kecepatan blower, yang mana pada variabel kecepatan blower terdapat 3 variasi yaitu 6 m./s, 8 m/s dan 10 m/s dan 3 variabel penempatan pemanas dengan koordinat x, y, z pada ruangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa penempatan pemanas dan kecepatan blower berapa yang mendapatkan keseragaman paling optimal melalui pengamatan 21 titik thermometer yang di letakkan pada ruangan.
Dari hasil analisa dapat disimpulkan bahwa pada posisi P3 atau H1 (X : 53,56cm) (Y : 100cm) (Z : 125cm), H2 (X : 125cm) (Y : 100cm) (Z : 125cm) dan H3 (X : 196,44cm) (Y : 100cm) (Z : 125cm) pada kecepatan blower 10m/s menghasilkan suhu sebesar 32,7⁰C dengan menghasilkan keseragaman suhu 32-35⁰C pada tiap titik thermometer sebesar 17 dari 21 titik thermometer dengan ke optimalan paling tinggi 81% untuk fase brooding. Pada posisi P3 dan kecepatan blower 10m/s menghasilkan nilai paling optimal dikarenakan jarak antar titik penempatan pemanas tidak jauh dibantu dengan kecepatan blower tinggi sehingga menghasilkan suhu paling tinggi dan pemerataan paling optimal untuk fase brooding ayam.
Kata kunci: Konversi, Temperatur, Performa, Ayam DOC, Sistem Pemanas.
Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Title: Pengaruh Posisi Pemanas Dan Kecepatan Blower Terhadap Keseragaman Suhu Kandang Ayam
Description:
Ayam DOC atau Ayam Ras ialah fauna berdarah panas( homeotermic) yang wajib mempertahankan temperatur badan wajar serta sangat rentan terhadap area dekat bila tidak dilindungi kehangatannya, hingga ayam hendak tekanan pikiran serta hadapi kendala perkembangan yang berakibat pada penyusutan mengkonsumsi pakan yang berdampak pada penyusutan produktivitas.
pemeliharaan ayam pada fase strarter, ialah semenjak usia satu hari hingga usia 14 hari memerlukan temperatur yang mendekati temperatur indukan( brooder).
Kebutuhan temperatur ini dapat dipenuhi dengan memakai peralatan pemanas.
Permasalahan yang ada disaat ini apabila sistem pemanas yang digunakan peternak masih fokus terhadap temperatur yang dihasilkan namun belum memikirkan jumlah komsumsi bahan bakar yang diperlukan buat menghasilkan temperatur tersebut, sehingga perlu dicoba rancang bangun sistem pemanas ayam.
Riset ini bersifat eksperimental untuk mengetahui pengaruh penempatan posisi pada pemanas dan kecepatan blower pada keseragaman suhu kandang ayam.
Pada penelitian ini nantinya menggunakan dua variabel yaitu penempatan pemanas dan kecepatan blower, yang mana pada variabel kecepatan blower terdapat 3 variasi yaitu 6 m.
/s, 8 m/s dan 10 m/s dan 3 variabel penempatan pemanas dengan koordinat x, y, z pada ruangan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa penempatan pemanas dan kecepatan blower berapa yang mendapatkan keseragaman paling optimal melalui pengamatan 21 titik thermometer yang di letakkan pada ruangan.
Dari hasil analisa dapat disimpulkan bahwa pada posisi P3 atau H1 (X : 53,56cm) (Y : 100cm) (Z : 125cm), H2 (X : 125cm) (Y : 100cm) (Z : 125cm) dan H3 (X : 196,44cm) (Y : 100cm) (Z : 125cm) pada kecepatan blower 10m/s menghasilkan suhu sebesar 32,7⁰C dengan menghasilkan keseragaman suhu 32-35⁰C pada tiap titik thermometer sebesar 17 dari 21 titik thermometer dengan ke optimalan paling tinggi 81% untuk fase brooding.
Pada posisi P3 dan kecepatan blower 10m/s menghasilkan nilai paling optimal dikarenakan jarak antar titik penempatan pemanas tidak jauh dibantu dengan kecepatan blower tinggi sehingga menghasilkan suhu paling tinggi dan pemerataan paling optimal untuk fase brooding ayam.
Kata kunci: Konversi, Temperatur, Performa, Ayam DOC, Sistem Pemanas.
Related Results
Performans Keturunan Ayam Arras dengan Ayam Arab (Ayam Ketarras) Umur 2-12 Minggu
Performans Keturunan Ayam Arras dengan Ayam Arab (Ayam Ketarras) Umur 2-12 Minggu
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi performans keturunan ayam Arab dengan ayam Arras (Ayam Ketarras) umur 2-12 minggu. Penelitian ini telah dilaksanakan selama 6 bulan, dim...
Evaluasi Ciri Fenotipe Turunan F2 Hasil Persilangan Ayam Brahman Jantan dengan Ayam Lokal Betina dan Ayam Cochin Betina pada Fase Starter
Evaluasi Ciri Fenotipe Turunan F2 Hasil Persilangan Ayam Brahman Jantan dengan Ayam Lokal Betina dan Ayam Cochin Betina pada Fase Starter
Permasalahan utama dalam pengembangan ayam Lokal sebagai ternak komersial adalah masih kurangnya varian dari turunan perkawinan silang dan masih rendahnya produktivitas baik sebaga...
Performa Fase Awal Produksi pada Ayam Ketarras dan Ayam Arab Betina
Performa Fase Awal Produksi pada Ayam Ketarras dan Ayam Arab Betina
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi performa fase awal produksi pada ayam Ketarras dan ayam Arab betina. Penelitian terdiri 2 perlakuan dan 25 ulangan. Faktor jenis ayam di...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
APLIKASI BUDIDAYA AYAM DOC (DAY OLD CHICKEN) BERBASIS WEB MOBILE
APLIKASI BUDIDAYA AYAM DOC (DAY OLD CHICKEN) BERBASIS WEB MOBILE
Bisnis ternak ayam memang menjadi salah satu bisnis yang tiada pernah habis bahkan menjadi salah satu bisnis yang cukup menguntungkan. Beternak ayam pun juga tidak terlalu sulit un...
Tingkat Penerimaan Konsumen terhadap Ukuran Telur Ayam Ketarras yang dianggap sebagai Telur Ayam Kampng serta Uji Rasa dan Bau
Tingkat Penerimaan Konsumen terhadap Ukuran Telur Ayam Ketarras yang dianggap sebagai Telur Ayam Kampng serta Uji Rasa dan Bau
Ayam Ketarras merupakan ayam dengan komposisi genetik 75% ayam Arab dan 25% ayam Ras petelur. Warna kerabang telur ayam Ketarras mirip dengan warna kerabang telur ayam Kampung. Nam...
IKLIM MIKRO DAN RESPON HEMATOLOGI KELINCI LOKAL (Lepus nigricollis) PADA JENIS KANDANG BERBEDA
IKLIM MIKRO DAN RESPON HEMATOLOGI KELINCI LOKAL (Lepus nigricollis) PADA JENIS KANDANG BERBEDA
Salah satu kendala dalam pengembangan ternak kelinci adalah ternak ini sensitif terhadap perubahan faktor lingkungan. Pergeseran kondisi lingkungan (iklim mikro ) dari kebutuhan op...
Peningkatan Produksi dan Mutu Benih Kacang Hijau Melalui Penggunaan Pupuk Kandang Ayam dan Mikroorganisme Lokal Daun Gamal
Peningkatan Produksi dan Mutu Benih Kacang Hijau Melalui Penggunaan Pupuk Kandang Ayam dan Mikroorganisme Lokal Daun Gamal
Pupuk kandang ayam dan larutan mikroorganisme lokal daun gamal dapat meningkatkan hasil panen kacang hijau. Penelitian dosis pupuk kandang ayam dan konsentrasi larutan mikro organi...

