Javascript must be enabled to continue!
Klasifikasi Tingkat Erosi pada Daerah Aliran Sungai Bone
View through CrossRef
Berdas arkan SK.328/Menhut-II/2009, Daerah Aliran Sungai (DAS) Limboto Bone Bolango, ditetapkan s ebagai DAS dalam kondis i kritis dan memerlukan prioritas penanganan . Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat kerentanan DAS Bone terhadap eros i. Penelitian ini dilaks anakan pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Bone. Metode yang digunakan adalah Metode SWAT (Soil and Water Assessment Tool ) dengan menggunakan s oftware ArcSwat. Penelitian ini termas uk dalam penellitian non -eks perimen yakni dengan menggunakan pengamatan langs ung di lapangan. Data input dalam Model SWAT adalah lereng, jenis tutupan lahan, iklim, dan jenis tanah. Parameter yang merupakan output Model SWAT yang digunakan dalam penentuan nilai eros i adalah nilai SYLDT. Has ill penelitian menunjukkan eros i yang terjadi pada DAS Bone ters ebar dalam klas ifikas i Sangat Ringan, Ringan, Sedang, Berat dan Sangat Berat. Klas ifikas i Berat ters ebar dalam 12 Sub DAS atau DAS kecil, adapun klas ifika s i Sangat Berat ters ebar dalam 5 Sub DAS atau DAS kecil. Kedua klas ifikas i ini mempunyai luas area 31726.1 ha atau 25.37% dari total luas DAS Bone.
Title: Klasifikasi Tingkat Erosi pada Daerah Aliran Sungai Bone
Description:
Berdas arkan SK.
328/Menhut-II/2009, Daerah Aliran Sungai (DAS) Limboto Bone Bolango, ditetapkan s ebagai DAS dalam kondis i kritis dan memerlukan prioritas penanganan .
Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat kerentanan DAS Bone terhadap eros i.
Penelitian ini dilaks anakan pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Bone.
Metode yang digunakan adalah Metode SWAT (Soil and Water Assessment Tool ) dengan menggunakan s oftware ArcSwat.
Penelitian ini termas uk dalam penellitian non -eks perimen yakni dengan menggunakan pengamatan langs ung di lapangan.
Data input dalam Model SWAT adalah lereng, jenis tutupan lahan, iklim, dan jenis tanah.
Parameter yang merupakan output Model SWAT yang digunakan dalam penentuan nilai eros i adalah nilai SYLDT.
Has ill penelitian menunjukkan eros i yang terjadi pada DAS Bone ters ebar dalam klas ifikas i Sangat Ringan, Ringan, Sedang, Berat dan Sangat Berat.
Klas ifikas i Berat ters ebar dalam 12 Sub DAS atau DAS kecil, adapun klas ifika s i Sangat Berat ters ebar dalam 5 Sub DAS atau DAS kecil.
Kedua klas ifikas i ini mempunyai luas area 31726.
1 ha atau 25.
37% dari total luas DAS Bone.
Related Results
PERHITUNGAN TINGKAT EROSI KUALITATIF DI TAMAN NASIONAL BROMO TENGGER SEMERU
PERHITUNGAN TINGKAT EROSI KUALITATIF DI TAMAN NASIONAL BROMO TENGGER SEMERU
<p>Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TN.BTS) memiliki luas 50.273,3 ha dikelilingi 4 kabupaten di Jawa Timur : Probolinggo, Lumajang, Malang, dan Pasuruan yang merupakan d...
Irlan Fery Jenis-Jenis Pajak Daerah, Retribusi Daerah Berpengaruh Terhadap Potensi Pendapatan Asli Daerah Era Covid-19
Irlan Fery Jenis-Jenis Pajak Daerah, Retribusi Daerah Berpengaruh Terhadap Potensi Pendapatan Asli Daerah Era Covid-19
Jenis-Jenis Pajak Daerah, Retribusi Daerah Berpengaruh Terhadap Potensi Pendapatan Asli Daerah Era Covid-19
Irlan Fery
Fakultas Ekonomi Akuntansi Seko...
Analisis Erosi Buluh pada Dasar Sungai Kuning, Yogyakarta
Analisis Erosi Buluh pada Dasar Sungai Kuning, Yogyakarta
Sungai-sungai yang herhulu dari kawasan vulkanik aktif pada umumnya merupakan sungai yang mengalir pada depositnya sendiri, seperti halnya sungai-sungai yang mengalir dari Gunung M...
Pengaruh Vegetasi Terhadap Laju Erosi
Pengaruh Vegetasi Terhadap Laju Erosi
Erosi tanah di DAS Sungai Maros Takalar mengancam lingkungan dan kehidupan. Pencegahan perlu dilakukan melalui penanaman vegetasi riparian yang kuat. Meskipun bantaran sungai penti...
ANALISIS SPASIAL TINGKAT EROSI TANAH DI DAS CILIWUNG HULU
ANALISIS SPASIAL TINGKAT EROSI TANAH DI DAS CILIWUNG HULU
Berkurangnya luasan kawasan hutan yang dijadikan lahan pertanian dan pemukiman di bagian Hulu DAS menyebabkan terjadinya kerusakan sumberdaya alam dan menurunkan fungsi-fungsi hidr...
Poster 107: The Use of Coacervate Sustained Release System to Identify the Most Potent BMP for Bone Regeneration
Poster 107: The Use of Coacervate Sustained Release System to Identify the Most Potent BMP for Bone Regeneration
Objectives: Bone morphogenetic proteins (BMPs) belong to the transforming growth factor superfamily that were first discovered by Marshall Urist. There are 14 BMPs identified to da...
Penelusuran Limpasan Kejadian Banjir Sungai Padolo Di Kota Bima
Penelusuran Limpasan Kejadian Banjir Sungai Padolo Di Kota Bima
Kota Bima mengalami banjir besar tanggal 21 dan 23 Desember 2016. Banjir berasal luapan Sungai Padolo dan Sungai Melayu. Sungai Padolo memberikan dampak...
Kajian Erosi dan Sedimentasi Pada Sub Das Jenelata Kabupaten Gowa
Kajian Erosi dan Sedimentasi Pada Sub Das Jenelata Kabupaten Gowa
Sungai Jenelata merupakan salah satu anak sungai Jeneberang yang berada di Kecamatan Parangloe Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan. Sungai ini berada diwilayah Desa Moncongloe...


