Javascript must be enabled to continue!
KEUTUHAN WACANA PADA CERPEN “GELAP, GELAP SEKALI” KARYA ABA MAJANI
View through CrossRef
Penelitian ini menganalisis keutuhan wacana dalam cerpen “Gelap, Gelap Sekali” karya Aba Majani dengan fokus pada koherensi, kohesi gramatikal, dan kohesi leksikal. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang bagaimana keutuhan wacana terwujud dalam karya sastra tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa kohesi gramatikal dalam cerpen ini meliputi teknik substitusi, referensi, elipsis, dan konjungsi. Substitusi digunakan untuk menghindari pengulangan kata atau frasa yang sama, sementara referensi membantu menjaga kelancaran informasi antar kalimat. Elipsis digunakan untuk menghilangkan kata atau frasa yang berulang tanpa mengurangi makna, sedangkan konjungsi menghubungkan ide-ide secara aditif atau temporal. Selain itu, kohesi leksikal dalam cerpen ini ditemukan dalam bentuk sinonimi, kolokasi, dan hiponimi. Sinonimi digunakan untuk memberikan variasi dalam ungkapan yang memiliki makna serupa, sementara kolokasi menciptakan gambaran yang lebih kuat dengan kata-kata yang sering ditemukan bersama dalam konteks tertentu. Hiponimi digunakan untuk menunjukkan bagian dari keseluruhan yang lebih spesifik. Penelitian ini memberikan pemahaman mendalam tentang bagaimana penggunaan kohesi gramatikal dan kohesi leksikal dapat memperkuat keutuhan wacana dalam cerpen. Analisis ini penting untuk mengapresiasi teknik sastra yang digunakan oleh Aba Majani dalam membangun narasi dan memperkaya makna cerita.
Kata Kunci: Koherensi, Kohesi Gramatikal, Kohesi Leksikal, Cerpen, Aba Majani
Universitas Muhammadiyah Bengkulu
Title: KEUTUHAN WACANA PADA CERPEN “GELAP, GELAP SEKALI” KARYA ABA MAJANI
Description:
Penelitian ini menganalisis keutuhan wacana dalam cerpen “Gelap, Gelap Sekali” karya Aba Majani dengan fokus pada koherensi, kohesi gramatikal, dan kohesi leksikal.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang bagaimana keutuhan wacana terwujud dalam karya sastra tersebut.
Hasil analisis menunjukkan bahwa kohesi gramatikal dalam cerpen ini meliputi teknik substitusi, referensi, elipsis, dan konjungsi.
Substitusi digunakan untuk menghindari pengulangan kata atau frasa yang sama, sementara referensi membantu menjaga kelancaran informasi antar kalimat.
Elipsis digunakan untuk menghilangkan kata atau frasa yang berulang tanpa mengurangi makna, sedangkan konjungsi menghubungkan ide-ide secara aditif atau temporal.
Selain itu, kohesi leksikal dalam cerpen ini ditemukan dalam bentuk sinonimi, kolokasi, dan hiponimi.
Sinonimi digunakan untuk memberikan variasi dalam ungkapan yang memiliki makna serupa, sementara kolokasi menciptakan gambaran yang lebih kuat dengan kata-kata yang sering ditemukan bersama dalam konteks tertentu.
Hiponimi digunakan untuk menunjukkan bagian dari keseluruhan yang lebih spesifik.
Penelitian ini memberikan pemahaman mendalam tentang bagaimana penggunaan kohesi gramatikal dan kohesi leksikal dapat memperkuat keutuhan wacana dalam cerpen.
Analisis ini penting untuk mengapresiasi teknik sastra yang digunakan oleh Aba Majani dalam membangun narasi dan memperkaya makna cerita.
Kata Kunci: Koherensi, Kohesi Gramatikal, Kohesi Leksikal, Cerpen, Aba Majani.
Related Results
KOHESI GRAMATIKAL PENGACUAN DALAM CERPEN PEMBELAAN BAH BELA KARYA MOH. WAN ANWAR
KOHESI GRAMATIKAL PENGACUAN DALAM CERPEN PEMBELAAN BAH BELA KARYA MOH. WAN ANWAR
Abstrak Kohesi Gramatikal Pengacuan dalam Cerpen Pembelaan Bah Bela karya Moh. Anwar. Dipandang sebagai proses komunikasi antara penyapa dan pesapa dalam peristiwa komonukasi secar...
Perspektif Gender dalam Kumpulan Cerpen Karya Djenar Maesa Ayu
Perspektif Gender dalam Kumpulan Cerpen Karya Djenar Maesa Ayu
Gender merupakan piranti yang lebih dikonstruksikan secara sosial daripada biologis. Seseorang bisa menjadi kurang atau lebih ‘feminim’ dan kurang atau lebih ‘maskulin’. Seorang la...
Analisis Struktur Karya Sastra Cerpen "Punyah" Karya I Gede Bayu Kusuma
Analisis Struktur Karya Sastra Cerpen "Punyah" Karya I Gede Bayu Kusuma
Kesusastraan diumpamakan dengan keindahan cabang seni dalam sebuah karya sastra yang berbentuk bahasa. Secara morfologis kesusastraan sering disebut sebagai sastra yang berarti kat...
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS CERPEN BERDASARKAN PENGALAMAN PRIBADI DENGAN METODE RESITASI PADA SISWA KELAS XI KRB SMK NEGERI 1 REMBANG TAHUN AJARAN 2017/2018
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS CERPEN BERDASARKAN PENGALAMAN PRIBADI DENGAN METODE RESITASI PADA SISWA KELAS XI KRB SMK NEGERI 1 REMBANG TAHUN AJARAN 2017/2018
AbstrakKeterampilan menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang perlu mendapat perhatian dalam pembelajaran di sekolah. Salah satu keterampilan menulis adalah menulis ...
Nilai Kearifan Lokal pada Cerpen Silariang dalam Antologi Cerpen Gadis Pakarena Karya Khrisna Pabichara
Nilai Kearifan Lokal pada Cerpen Silariang dalam Antologi Cerpen Gadis Pakarena Karya Khrisna Pabichara
Karya sastra menjadi bentuk karya yang di dalamnya memadukan unsur imajinasi dan kehidupan nyata baik sastra lisan maupun tulisan. Karya sastra mengandung babagi aspek salah satuny...
Effect of abscisic acid on rice defense mechanism against Fusarium oxysporum
Effect of abscisic acid on rice defense mechanism against Fusarium oxysporum
Fusarium oxysporum is one of the most destructive pathogens which causes rice seedling blight. ABA is part of a large signaling system that provides an effective system against mic...
PROBLEM SOSIAL DALAM CERPEN KARYA MADE ADNYANA OLE: KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA
PROBLEM SOSIAL DALAM CERPEN KARYA MADE ADNYANA OLE: KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA
Cerpen merupakan karya sastra yang banyak digemari oleh masyarakat karena menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan dapat dibaca sekali duduk. Meskipun merupakan cerita fiksi, cer...
Immune response to the p-azobenzenearsonate (ABA)-GAT conjugate. II. Hapten-specific T cells induced with ABA-GAT in GAT responder X nonresponder F1 hybrids are restricted to the nonresponder haplotype.
Immune response to the p-azobenzenearsonate (ABA)-GAT conjugate. II. Hapten-specific T cells induced with ABA-GAT in GAT responder X nonresponder F1 hybrids are restricted to the nonresponder haplotype.
Abstract
Immunization of mice with the ABA-GAT conjugate stimulates GAT-specific T helper cells in GAT-responder animals and ABA-specific helpers in nonresponders. U...

