Javascript must be enabled to continue!
Mahar Musamma Dan Mahar Misl Dalam Perspektif Tafsir Lintas Madzhab Dan Sosiologi Hukum (Analisis Keseimbangan Nilai Mahar Melalui Kajian Tafsir Ahkam Q.S. An-Nisa’: 4)
View through CrossRef
Penelitian ini menganalisis konsep Mahar Musamma dan Mahar Misl dalam perspektif fikih lintas madzhab dan sosiologi hukum, dengan tujuan menemukan keseimbangan nilai mahar antara idealitas syariat dan realitas sosial. Melalui metode penelitian kualitatif studi kepustakaan yang mengintegrasikan pendekatan Tafsir Ahkam dan Sosiologi Hukum, kajian ini menelaah Q.S. An-Nisa’: 4 sebagai landasan normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara fikih, mahar adalah hak eksklusif istri sebagai pemberian wajib yang menekankan kesederhanaan, keikhlasan, dan fleksibilitas (dapat tunai atau tangguh), tanpa batas minimal yang kaku. Secara sosiologis, praktik mahar di Indonesia berfungsi sebagai institusi kompleks yang mencerminkan akulturasi hukum Islam dengan adat, berperan sebagai pertukaran simbolis, penanda status sosial, dan arena negosiasi antara nilai agama, negara, dan tradisi lokal. Keseimbangan nilai mahar dapat dicapai dengan mengembalikan esensinya sebagai komitmen tulus, mempertimbangkan kepatutan sosial, dan memastikan kontrol penuh mahar berada di tangan mempelai perempuan
Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Title: Mahar Musamma Dan Mahar Misl Dalam Perspektif Tafsir Lintas Madzhab Dan Sosiologi Hukum (Analisis Keseimbangan Nilai Mahar Melalui Kajian Tafsir Ahkam Q.S. An-Nisa’: 4)
Description:
Penelitian ini menganalisis konsep Mahar Musamma dan Mahar Misl dalam perspektif fikih lintas madzhab dan sosiologi hukum, dengan tujuan menemukan keseimbangan nilai mahar antara idealitas syariat dan realitas sosial.
Melalui metode penelitian kualitatif studi kepustakaan yang mengintegrasikan pendekatan Tafsir Ahkam dan Sosiologi Hukum, kajian ini menelaah Q.
S.
An-Nisa’: 4 sebagai landasan normatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara fikih, mahar adalah hak eksklusif istri sebagai pemberian wajib yang menekankan kesederhanaan, keikhlasan, dan fleksibilitas (dapat tunai atau tangguh), tanpa batas minimal yang kaku.
Secara sosiologis, praktik mahar di Indonesia berfungsi sebagai institusi kompleks yang mencerminkan akulturasi hukum Islam dengan adat, berperan sebagai pertukaran simbolis, penanda status sosial, dan arena negosiasi antara nilai agama, negara, dan tradisi lokal.
Keseimbangan nilai mahar dapat dicapai dengan mengembalikan esensinya sebagai komitmen tulus, mempertimbangkan kepatutan sosial, dan memastikan kontrol penuh mahar berada di tangan mempelai perempuan.
Related Results
[Interpretation Method of Al-Ilmi Hamka and Al-Maraghiy on Al-Kawniyah Verses: A Comparison] Metode Pentafsiran Al-Ilmiy Hamka dan Al-Maraghiy Terhadap Ayat-Ayat Al-Kawniyyah : Satu Perbandingan
[Interpretation Method of Al-Ilmi Hamka and Al-Maraghiy on Al-Kawniyah Verses: A Comparison] Metode Pentafsiran Al-Ilmiy Hamka dan Al-Maraghiy Terhadap Ayat-Ayat Al-Kawniyyah : Satu Perbandingan
The Tafsir al-Azhar of HAMKA is one of the Malay world's tafsir which reveals the vastness of knowledge that encompasses and covers all disciplines of science. In this interpretati...
Kajian Kritis terhadap Rumusan Konsep Mufassir: Perspektif Ushul Tafsir
Kajian Kritis terhadap Rumusan Konsep Mufassir: Perspektif Ushul Tafsir
In the study of ushûl al-tafsir, among the most important things in discussing the basics of interpretation is establishing the concept of mufassir. This is because without underst...
Urgensi Pengaturan Artificial Intelligence (AI) Dalam Bidang Hukum Hak Cipta Di Indonesia
Urgensi Pengaturan Artificial Intelligence (AI) Dalam Bidang Hukum Hak Cipta Di Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta memahami urgensi pengaturan AI dalam UU Hak Cipta di Indonesia serta potensi AI sebagai subjek hukum dalam sistem hukum di Indonesia...
DISKURSUS MUNĀSABAH: Problem Tafsīr al-Qur’ān bi ’l-Qur’ān
DISKURSUS MUNĀSABAH: Problem Tafsīr al-Qur’ān bi ’l-Qur’ān
Abstract: Munāsabah al-Qur’ān is a part of ‘Ulūm al-Qur’ān which presents pros and contrast. The pros ulama makes munāsabah as a method to reveal enigma system of Quran verses and ...
POLA PENAFSIRAN MUHAMMAD BASIUNI IMRAN DALAM TAFSĪR TŪJUH SŪRAH DAN ĀYĀT AṢ-ṢIYĀM TERHADAP TAFSIR MUHAMMAD RASYID RIDHA: (Kajian Intertekstualitas)
POLA PENAFSIRAN MUHAMMAD BASIUNI IMRAN DALAM TAFSĪR TŪJUH SŪRAH DAN ĀYĀT AṢ-ṢIYĀM TERHADAP TAFSIR MUHAMMAD RASYID RIDHA: (Kajian Intertekstualitas)
Pada abad ke-20 M, penulisan tafsir al-Qur’an yang lahir di Nusantara umumnya menampilkan ciri kemodernannya, baik dari segi bahasa dan aksara. Namun, berbeda dengan Tafsīr Tūjuh S...
RASIONALISME DALAM TAFSIR AHKAM
RASIONALISME DALAM TAFSIR AHKAM
AbstractInterpretation of al-Quran is a human effort to understand the meaning and purpose of God’s words based on their ability level. Various methods of interpretation have been ...
NILAI ESRTIKA MODIFIKASI VESPA ROSOK BONDOWOSO
NILAI ESRTIKA MODIFIKASI VESPA ROSOK BONDOWOSO
NILAI ESTETIKA VESPA MODIFIKASI KOMUNITAS VESPA BONDOWOSO Syarief Abdurahman Arrahim1, I Wayan Sudiarta2, I Gst Ngr. Sura Ardana31,2,3Program Studi Pendidikan Seni RupaFakultas Ba...
Kedudukan Mahar Dalam Hukum Keluarga Islam Indonesia dan Maroko
Kedudukan Mahar Dalam Hukum Keluarga Islam Indonesia dan Maroko
Proses pernikahan dalam Islam, mulai dari tahap pertunangan hingga prosesi resepsi, memiliki aturan dan tata cara yang mendapat perhatian khusus, termasuk mengenai mahar sebagai el...

