Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Paralanguage dalam Adaptasi Komunikasi Mahasiswa Pontianak di Bandung

View through CrossRef
This study discusses the process of paralanguage adaptation among Pontianak students in intercultural communication in Bandung. Differences in accent, intonation, voice volume, and pronunciation became communication challenges experienced by Pontianak students when interacting with local communities in both social and academic environments. This study aims to describe the experiences of Pontianak students in adapting their paralanguage, identify the forms of paralanguage adaptation they perform, and analyze the challenges they encounter during intercultural communication in Bandung. The study employed a qualitative method with a case study approach. Data were collected through in-depth interviews and observations involving five Pontianak students as key informants and three additional informants for source triangulation. Data analysis used the Miles and Huberman model through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings show that Pontianak students experienced differences in interpreting speaking styles, intonation, and language use in daily communication. The adaptation process occurred gradually through observation, communication style adjustment, the use of Indonesian language, and involvement in Bandung’s social environment. Communication challenges included misunderstandings caused by intonation differences, difficulties in understanding Sundanese conversations, and feelings of awkwardness regarding pronunciation differences. This study shows that paralanguage plays an important role in the intercultural The findings indicate that paralanguage adaptation is a dynamic intercultural communication process involving communication style adjustment, cultural understanding, and continuous interaction with the local community in Bandung.   Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengalaman mahasiswa Pontianak dalam menyesuaikan penggunaan paralanguage, mengidentifikasi bentuk-bentuk adaptasi paralanguage yang dilakukan, serta menganalisis tantangan yang dihadapi dalam komunikasi lintas budaya di Bandung. Perbedaan logat, intonasi, volume suara, dan pelafalan menjadi tantangan komunikasi yang dialami mahasiswa Pontianak ketika berinteraksi dengan masyarakat lokal di lingkungan sosial maupun akademik. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman, proses adaptasi, serta tantangan paralanguage yang dialami mahasiswa Pontianak di Bandung. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap lima mahasiswa asal Pontianak sebagai informan utama serta tiga informan tambahan untuk triangulasi sumber. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa Pontianak mengalami perbedaan pemaknaan terhadap gaya bicara, intonasi, dan penggunaan bahasa dalam komunikasi sehari-hari. Proses adaptasi dilakukan secara bertahap melalui pengamatan, penyesuaian gaya komunikasi, penggunaan bahasa Indonesia, serta keterlibatan dalam lingkungan sosial di Bandung. Tantangan komunikasi yang muncul meliputi kesalahpahaman akibat intonasi, kesulitan memahami bahasa Sunda, hingga rasa canggung terhadap perbedaan pelafalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adaptasi paralanguage merupakan proses komunikasi lintas budaya yang berlangsung secara dinamis melalui penyesuaian gaya berbicara, pemahaman budaya lokal, dan interaksi berkelanjutan dengan masyarakat Bandung.
Title: Paralanguage dalam Adaptasi Komunikasi Mahasiswa Pontianak di Bandung
Description:
This study discusses the process of paralanguage adaptation among Pontianak students in intercultural communication in Bandung.
Differences in accent, intonation, voice volume, and pronunciation became communication challenges experienced by Pontianak students when interacting with local communities in both social and academic environments.
This study aims to describe the experiences of Pontianak students in adapting their paralanguage, identify the forms of paralanguage adaptation they perform, and analyze the challenges they encounter during intercultural communication in Bandung.
The study employed a qualitative method with a case study approach.
Data were collected through in-depth interviews and observations involving five Pontianak students as key informants and three additional informants for source triangulation.
Data analysis used the Miles and Huberman model through data reduction, data display, and conclusion drawing.
The findings show that Pontianak students experienced differences in interpreting speaking styles, intonation, and language use in daily communication.
The adaptation process occurred gradually through observation, communication style adjustment, the use of Indonesian language, and involvement in Bandung’s social environment.
Communication challenges included misunderstandings caused by intonation differences, difficulties in understanding Sundanese conversations, and feelings of awkwardness regarding pronunciation differences.
This study shows that paralanguage plays an important role in the intercultural The findings indicate that paralanguage adaptation is a dynamic intercultural communication process involving communication style adjustment, cultural understanding, and continuous interaction with the local community in Bandung.
  Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengalaman mahasiswa Pontianak dalam menyesuaikan penggunaan paralanguage, mengidentifikasi bentuk-bentuk adaptasi paralanguage yang dilakukan, serta menganalisis tantangan yang dihadapi dalam komunikasi lintas budaya di Bandung.
Perbedaan logat, intonasi, volume suara, dan pelafalan menjadi tantangan komunikasi yang dialami mahasiswa Pontianak ketika berinteraksi dengan masyarakat lokal di lingkungan sosial maupun akademik.
Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman, proses adaptasi, serta tantangan paralanguage yang dialami mahasiswa Pontianak di Bandung.
Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus.
Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap lima mahasiswa asal Pontianak sebagai informan utama serta tiga informan tambahan untuk triangulasi sumber.
Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa Pontianak mengalami perbedaan pemaknaan terhadap gaya bicara, intonasi, dan penggunaan bahasa dalam komunikasi sehari-hari.
Proses adaptasi dilakukan secara bertahap melalui pengamatan, penyesuaian gaya komunikasi, penggunaan bahasa Indonesia, serta keterlibatan dalam lingkungan sosial di Bandung.
Tantangan komunikasi yang muncul meliputi kesalahpahaman akibat intonasi, kesulitan memahami bahasa Sunda, hingga rasa canggung terhadap perbedaan pelafalan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa adaptasi paralanguage merupakan proses komunikasi lintas budaya yang berlangsung secara dinamis melalui penyesuaian gaya berbicara, pemahaman budaya lokal, dan interaksi berkelanjutan dengan masyarakat Bandung.

Related Results

Pola Komunikasi Antarbudaya Mahasiswa Perantau Asal Pontianak di Kota Bandung
Pola Komunikasi Antarbudaya Mahasiswa Perantau Asal Pontianak di Kota Bandung
Abstrak. Adanya perbedaan budaya yang melatar belakangi seseorang memberikan dampak pada makna atau simbol komunikasi yang berbeda. pemahaman tentang pola komunikasi antarbudaya sa...
Adaptasi Budaya Mahasiswa Pendatang di Kota Bandung
Adaptasi Budaya Mahasiswa Pendatang di Kota Bandung
Abstract. Communication has a very important role in the continuity of relationships and social interactions for every migrant student in the city of Bandung, both inside and outsi...
Program “Bandung Menjawab” sebagai Strategi Komunikasi
Program “Bandung Menjawab” sebagai Strategi Komunikasi
Abstract. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bandung City functions as a platform to communicate messages to the public. Diskominfo Bandung City develops one of its flag...
Upaya Guru dalam Meningkatkan Minat Membaca Anak pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di BMBA AIUEO Batujajar Bandung
Upaya Guru dalam Meningkatkan Minat Membaca Anak pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di BMBA AIUEO Batujajar Bandung
Abstract. Based on the PISA report which was just released 2019, Indonesia's reading score is ranked 72 out of 77 countries (liputan6.com,2019). This condition shows the poor inter...
Pengelolaan Pesan Parodi Melalui Media Sosial Instagram
Pengelolaan Pesan Parodi Melalui Media Sosial Instagram
Abstract. Traffic conditions in the city of Bandung are still very closely related to violations committed by road users due to a lack of awareness when driving. This problem promp...
ANALISIS WISATA SEJARAH DI KOTA KOLONIAL PONTIANAK
ANALISIS WISATA SEJARAH DI KOTA KOLONIAL PONTIANAK
<p align="center"><strong>Abstrak</strong></p><p>Penelitian ini bertujuan: 1) Untuk mengetahui Bagaimana Pelaksanaan Wisata Sejarah di Kota Kolonial P...
HERITAGE KOTA PONTIANAK SEBAGAI SUMBER BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH
HERITAGE KOTA PONTIANAK SEBAGAI SUMBER BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH
<p align="center"><strong>Abstrak</strong></p><p>Tujuan dilaksanakannya penelitian ini yakni: (1) Mengetahui apa sajakah Heritage yang terdapat di Kot...
The Effectiveness of Paralanguage in English as Foreign Language Classes
The Effectiveness of Paralanguage in English as Foreign Language Classes
This study was carried out to investigate the effectiveness of paralanguage in English as Foreign Language (EFL) class. Descriptive qualitative method was utilised in this study. R...

Back to Top