Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

DEEP ECOLOGY DALAM PEMIKIRAN ARNE NAESS (ANALISIS ETIKA LINGKUNGAN)

View through CrossRef
Latar belakang penelitian ini adalah meningkatnya krisis lingkungan global, seperti perubahan iklim, penggundulan hutan, pencemaran, dan penyerapan sumber daya alam yang diakibatkan oleh pandangan antroposentris yang menjadikan manusia sebagai pusat segalanya. Arne Naess menawarkan paradigma baru melalui konsep Deep ecology yang menegaskan bahwa manusia adalah bagian dari alam dan semua makhluk hidup memiliki nilai yang perlu dihargai. Dengan demikian, penelitian ini berfokus pada pertanyaan mengenai latar belakang Deep ecology Arne Naess, kerangka pemikiran Deep ecology, serta relevansinya dalam analisis etika lingkungan. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka dan analisis filosofis. Pendekatan filosofis diterapkan untuk mengevaluasi konsep, nilai, dan dasar pemikiran Arne Naess mengenai Deep ecology, sedangkan pendekatan hermeneutik digunakan untuk menafsirkan makna yang terkandung dalam karya-karyanya. Sumber data primer berasal dari tulisan Arne Naess yang berhubungan dengan Deep ecology dan etika lingkungan, sedangkan data sekunder diperoleh melalui buku, jurnal, artikel ilmiah, dan studi sebelumnya yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan penelusuran literatur secara sistematis dan dianalisis dengan metode deskriptif, interpretatif, deduktif, dan induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Deep ecology merupakan perspektif filosofis yang melihat manusia sebagai elemen dalam keseluruhan ekosistem. Arne Naess menolak pandangan yang menganggap manusia sebagai pusat dan menegaskan bahwa setiap makhluk hidup memiliki nilai intrinsik. Ide tentang self-realization dan ecosophy menjadi landasan kesadaran ekologis manusia untuk berinteraksi harmonis dengan alam. Penelitian ini juga mengindikasikan bahwa masalah lingkungan muncul dari cara pandang manusia yang mengeksploitasi alam.
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Title: DEEP ECOLOGY DALAM PEMIKIRAN ARNE NAESS (ANALISIS ETIKA LINGKUNGAN)
Description:
Latar belakang penelitian ini adalah meningkatnya krisis lingkungan global, seperti perubahan iklim, penggundulan hutan, pencemaran, dan penyerapan sumber daya alam yang diakibatkan oleh pandangan antroposentris yang menjadikan manusia sebagai pusat segalanya.
Arne Naess menawarkan paradigma baru melalui konsep Deep ecology yang menegaskan bahwa manusia adalah bagian dari alam dan semua makhluk hidup memiliki nilai yang perlu dihargai.
Dengan demikian, penelitian ini berfokus pada pertanyaan mengenai latar belakang Deep ecology Arne Naess, kerangka pemikiran Deep ecology, serta relevansinya dalam analisis etika lingkungan.
Penelitian ini menerapkan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka dan analisis filosofis.
Pendekatan filosofis diterapkan untuk mengevaluasi konsep, nilai, dan dasar pemikiran Arne Naess mengenai Deep ecology, sedangkan pendekatan hermeneutik digunakan untuk menafsirkan makna yang terkandung dalam karya-karyanya.
Sumber data primer berasal dari tulisan Arne Naess yang berhubungan dengan Deep ecology dan etika lingkungan, sedangkan data sekunder diperoleh melalui buku, jurnal, artikel ilmiah, dan studi sebelumnya yang relevan.
Teknik pengumpulan data dilakukan dengan penelusuran literatur secara sistematis dan dianalisis dengan metode deskriptif, interpretatif, deduktif, dan induktif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Deep ecology merupakan perspektif filosofis yang melihat manusia sebagai elemen dalam keseluruhan ekosistem.
Arne Naess menolak pandangan yang menganggap manusia sebagai pusat dan menegaskan bahwa setiap makhluk hidup memiliki nilai intrinsik.
Ide tentang self-realization dan ecosophy menjadi landasan kesadaran ekologis manusia untuk berinteraksi harmonis dengan alam.
Penelitian ini juga mengindikasikan bahwa masalah lingkungan muncul dari cara pandang manusia yang mengeksploitasi alam.

Related Results

KONSEP DEEP ECOLOGY DALAM PENGATURAN HUKUM LINGKUNGAN
KONSEP DEEP ECOLOGY DALAM PENGATURAN HUKUM LINGKUNGAN
AbstractDamage and pollution of the environment is driven by the dominance of anthropocentric concepts in environmental and natural resources management that are backed-up by the s...
TEORI-TEORI ETIKA DAN SUMBANGAN PEMIKIRAN PARA FILSUF BAGI ETIKA BISNIS
TEORI-TEORI ETIKA DAN SUMBANGAN PEMIKIRAN PARA FILSUF BAGI ETIKA BISNIS
Sebagai ilmu preskriptif, etika adalah cabang filsafat yang mempertimbangakan secara kritis tindakan mana yang baik atau tindakan mana yang buruk berdasarkan ajaran moral tertentu....
DIALEKTIKA MORAL (ETIKA) BARAT DAN ISLAM PERSPEKTIF AHMAD AMIN
DIALEKTIKA MORAL (ETIKA) BARAT DAN ISLAM PERSPEKTIF AHMAD AMIN
Artikel ini membahas mengenai pemikiran etika dari Ahmad Amin. Ahmad Amin merupakan pemikir modern Islam dari Mesir yang memiliki konstruksi pemikiran etika yang berpijak pada alam...
The Theatre Career of Thomas Arne
The Theatre Career of Thomas Arne
This book concerns the life and theatrical career of the great native-born English composer and musician of the eighteenth century, Thomas Augustine Arne (1710-1778). Its purpose i...
ETIKA AJARAN AGAMA BUDDHA UNTUK MEMBANGUN BANGSA DAN NEGARA DALAM KEBERSAMAAN
ETIKA AJARAN AGAMA BUDDHA UNTUK MEMBANGUN BANGSA DAN NEGARA DALAM KEBERSAMAAN
Penelitian ini mengkaji etika ajaran agama Buddha untuk membangun bangsa dan negara dalam kebersamaan. Metode yang digunakan adalah kajian kepustakaan dengan menggali data dari ber...
ANALISIS PENGARUH PEMAHAMAN ETIKA PROFESI TERHADAP KINERJA LULUSAN D3 ELEKTRONIKA UMPP DI DUNIA KERJA
ANALISIS PENGARUH PEMAHAMAN ETIKA PROFESI TERHADAP KINERJA LULUSAN D3 ELEKTRONIKA UMPP DI DUNIA KERJA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemahaman etika profesi terhadap kinerja lulusan D3 Elektronika Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) di dunia ...
RELEVANSI KONSEP ETIKA POLITIK DALAM TEOLOGI ISLAM
RELEVANSI KONSEP ETIKA POLITIK DALAM TEOLOGI ISLAM
Bagi para pemikir politik, politik terkait erat dengan etika. Bedanya jika pemikir Yunani membicarakan keterkaitan itu dalam wilayah filsafat moral, sementara pemikir plitik islam ...

Back to Top