Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Aktivitas Komunikasi Pertunjukan Rakyat Longser “Mundinglaya Dikusumah” dalam Melestarikan Budaya Jawa Barat

View through CrossRef
Abstract. This research entitled Communications Activity of Longser People's Performance "Mundinglaya Dikusumah" in Preserving West Java Culture conducted with the intention to describe the Ethnographic Study of Communication on Mundinglaya Dikusumah Folklore Drama at Festival Performing People organized by the Ministry of Communication and Informatics of the Republic of Indonesia in Palembang. Currently, some threatened art does not survive anymore because modernization takes the tradition inherited from this ancestor in Indonesia. People have more technology and forget their identity as the history of their place of birth. Longser being one of the arts that must now be preserved, with the Communication Activity contained in Longser, the community will begin to be interested to watch and preserve in addition to the longser there is humor and the message contained. One of them is the Longser People's Show FK team. Metra West Java with Drama Story "Mundinglaya Dikusumah". This study aims to determine the use of the Longser People's Show "Mundinglaya Dikusumah" in Preserving West Java Culture which focuses on Intercultural Communication and Interpersonal as well as the Theory of Simolic Interaction. The method used in this research is the Qualitative Communication-Ethnographic Study and the validity test using the source tirangulasi technique. Data was collected by in-depth interview, observation, and documentation, and data were analyzed based on data reduction method, data model, and then withdrawal / verification conclusion. Informants in this research is FK.Metra West Java as the perpetrator and packer of the message, DIskominfo West Java as Facilitator, Artist Longser as the perpetrator and executor, and the audience who attended the Festival Performing People. The result of this research shows that Longser People's Performing by art team of FK.Metra West Java there is Communication Activity in order to preserve West Java culture in the form of dramatic. That includes the Situation, Events, and Communicative Action art team FK.Metra West Java by using the show Longser Mundinglaya Dikusumah.Keywords:  Communication Activity, Folk Performance, Longser, Preserving Culture, FK Metra, Ministry of Communication and Information of the Republic of IndonesiaAbstrak. Penelitian ini berjudul Aktivitas Komunikasi Pertunjukan Rakyat Longser “Mundinglaya Dikusumah” dalam Melestarikan Budaya Jawa Barat yang dilakukan dengan maksud untuk mendeskripsikan mengenai Studi Etnografi Komunikasi tentang Drama Cerita Rakyat Mundinglaya Dikusumah pada Festival Pertunjukan Rakyat yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia di Palembang. Saat ini, beberapa kesenian terancam tidak bertahan lagi karena modernisasi merenggut tradisi yang diwariskan nenek moyang di Indonesia ini. Masyarakat lebih memilikih teknologi dan lupa identitas diri mereka seiring dengan sejarah tempat mereka lahir. Longser menjadi salah satu kesenian yang saat ini harus dilestarikan, dengan Aktivitas Komunikasi yang terdapat didalam Longser, masyarakat akan mulai tertarik untuk menyaksikan dan melestarikan disamping didalam longser terdapat humor dan pesan yang terkandung. Salah satunya dengan Pertunjukan Rakyat Longser tim FK. Metra Jawa Barat dengan Drama Cerita “Mundinglaya Dikusumah”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan Pertunjukan Rakyat Longser “Mundinglaya Dikusumah” dalam Melestarikan Budaya Jawa Barat yang berfokus kepada Komunikasi Antarbudaya dan Antarpribadi juga Teori Interaksi Simolik. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Studi Etnografi Komunikasi-Kualitatif dan uji validitas menggunakan teknik tirangulasi sumber. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara mendalam, observasi, dan dokuemtnasi, serta data dianalisis berdasarkan metode reduksi data, model data, lalu dilakukan penarikan/verifikasi kesimpulan. Informan dalam peneltiian ini adalah FK.Metra Jawa Barat sebagai pelaku dan pengemas pesan, DIskominfo Jawa Barat sebagai Fasilitator, Seniman Longser sebagai pelaku dan eksekutor, dan para penonton yang hadir pada Festival Pertunjukan Rakyat. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Pertunjukan Rakyat Longser yang dilakukan oleh tim kesenian FK.Metra Jawa Barat terdapat Aktivitas Komunikasi dalam rangka melestarikan budaya Jawa Barat dalam bentuk dramatikal. Yakni mencakup Situasi, Peristiwa, dan Tindak Komunikatif tim kesenian FK.Metra Jawa Barat dengan menggunakan Pertunjukan Longser Mundinglaya Dikusumah.Kata Kunci: Aktivitas Komunikasi, Pertunjukan Rakyat, Longser, Melestarikan Budaya, FK Metra, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI
Title: Aktivitas Komunikasi Pertunjukan Rakyat Longser “Mundinglaya Dikusumah” dalam Melestarikan Budaya Jawa Barat
Description:
Abstract.
This research entitled Communications Activity of Longser People's Performance "Mundinglaya Dikusumah" in Preserving West Java Culture conducted with the intention to describe the Ethnographic Study of Communication on Mundinglaya Dikusumah Folklore Drama at Festival Performing People organized by the Ministry of Communication and Informatics of the Republic of Indonesia in Palembang.
Currently, some threatened art does not survive anymore because modernization takes the tradition inherited from this ancestor in Indonesia.
People have more technology and forget their identity as the history of their place of birth.
Longser being one of the arts that must now be preserved, with the Communication Activity contained in Longser, the community will begin to be interested to watch and preserve in addition to the longser there is humor and the message contained.
One of them is the Longser People's Show FK team.
Metra West Java with Drama Story "Mundinglaya Dikusumah".
This study aims to determine the use of the Longser People's Show "Mundinglaya Dikusumah" in Preserving West Java Culture which focuses on Intercultural Communication and Interpersonal as well as the Theory of Simolic Interaction.
The method used in this research is the Qualitative Communication-Ethnographic Study and the validity test using the source tirangulasi technique.
Data was collected by in-depth interview, observation, and documentation, and data were analyzed based on data reduction method, data model, and then withdrawal / verification conclusion.
Informants in this research is FK.
Metra West Java as the perpetrator and packer of the message, DIskominfo West Java as Facilitator, Artist Longser as the perpetrator and executor, and the audience who attended the Festival Performing People.
The result of this research shows that Longser People's Performing by art team of FK.
Metra West Java there is Communication Activity in order to preserve West Java culture in the form of dramatic.
That includes the Situation, Events, and Communicative Action art team FK.
Metra West Java by using the show Longser Mundinglaya Dikusumah.
Keywords:  Communication Activity, Folk Performance, Longser, Preserving Culture, FK Metra, Ministry of Communication and Information of the Republic of IndonesiaAbstrak.
Penelitian ini berjudul Aktivitas Komunikasi Pertunjukan Rakyat Longser “Mundinglaya Dikusumah” dalam Melestarikan Budaya Jawa Barat yang dilakukan dengan maksud untuk mendeskripsikan mengenai Studi Etnografi Komunikasi tentang Drama Cerita Rakyat Mundinglaya Dikusumah pada Festival Pertunjukan Rakyat yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia di Palembang.
Saat ini, beberapa kesenian terancam tidak bertahan lagi karena modernisasi merenggut tradisi yang diwariskan nenek moyang di Indonesia ini.
Masyarakat lebih memilikih teknologi dan lupa identitas diri mereka seiring dengan sejarah tempat mereka lahir.
Longser menjadi salah satu kesenian yang saat ini harus dilestarikan, dengan Aktivitas Komunikasi yang terdapat didalam Longser, masyarakat akan mulai tertarik untuk menyaksikan dan melestarikan disamping didalam longser terdapat humor dan pesan yang terkandung.
Salah satunya dengan Pertunjukan Rakyat Longser tim FK.
Metra Jawa Barat dengan Drama Cerita “Mundinglaya Dikusumah”.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan Pertunjukan Rakyat Longser “Mundinglaya Dikusumah” dalam Melestarikan Budaya Jawa Barat yang berfokus kepada Komunikasi Antarbudaya dan Antarpribadi juga Teori Interaksi Simolik.
Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Studi Etnografi Komunikasi-Kualitatif dan uji validitas menggunakan teknik tirangulasi sumber.
Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara mendalam, observasi, dan dokuemtnasi, serta data dianalisis berdasarkan metode reduksi data, model data, lalu dilakukan penarikan/verifikasi kesimpulan.
Informan dalam peneltiian ini adalah FK.
Metra Jawa Barat sebagai pelaku dan pengemas pesan, DIskominfo Jawa Barat sebagai Fasilitator, Seniman Longser sebagai pelaku dan eksekutor, dan para penonton yang hadir pada Festival Pertunjukan Rakyat.
Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Pertunjukan Rakyat Longser yang dilakukan oleh tim kesenian FK.
Metra Jawa Barat terdapat Aktivitas Komunikasi dalam rangka melestarikan budaya Jawa Barat dalam bentuk dramatikal.
Yakni mencakup Situasi, Peristiwa, dan Tindak Komunikatif tim kesenian FK.
Metra Jawa Barat dengan menggunakan Pertunjukan Longser Mundinglaya Dikusumah.
Kata Kunci: Aktivitas Komunikasi, Pertunjukan Rakyat, Longser, Melestarikan Budaya, FK Metra, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI.

Related Results

Bentuk Pertunjukan Seni Gemblak Dor di Lamongan
Bentuk Pertunjukan Seni Gemblak Dor di Lamongan
Masyarakat Lamongan umumnya hanya mengenal seni pertunjukan Sandur dan Tayub. Selain kedua seni pertunjukan tersebut, juga terdapat seni pertunjukan Gemblak Dor yang tidak kalah me...
Hubungan Antara Si Wakil dengan yang Diwakilkan
Hubungan Antara Si Wakil dengan yang Diwakilkan
Berdasarkan pada teori Abcarian , hubungan wakil rakyat yang terjadi di Indonesia ialah "partisan" karena wakil rakyat bertindak sesuai dengan keinginan atau program dari organisas...
Sejarah Nahdlatul Ulama Jawa Barat: Dari Pesantren hingga Panggung Politik
Sejarah Nahdlatul Ulama Jawa Barat: Dari Pesantren hingga Panggung Politik
Nahdlatul Ulama (NU) merupakan organisasi Islam dengan pengikut terbesar di Indonesia bahkan di dunia, pendirian NU didirikan di Surabaya pada 31 Januari 1926 atas sumbangsih dari ...
ANALISIS GAYA BAHASA DALAM CERITA RAKYAT ACEH BESAR
ANALISIS GAYA BAHASA DALAM CERITA RAKYAT ACEH BESAR
Penelitian ini membahas tentang analisis gaya bahasa dalam cerita rakyat Aceh Besar. Rumusan masalah penelitian ini adalah apa saja jenis-jenis gaya bahasa yang terdapat dalam ceri...
HIBRIDITAS DALAM PERTUNJUKAN KETOPRAK DOR GRUP RAHAYU CIPTO RUKUN DI KOTA TEKENGON
HIBRIDITAS DALAM PERTUNJUKAN KETOPRAK DOR GRUP RAHAYU CIPTO RUKUN DI KOTA TEKENGON
This study aims to explain the forms of cultural hybridity in the Ketoprak Dor Rahayu Cipto Rukun performance in Takengon. Historically, Ketoprak Dor is an art brought by the Javan...
PROGRAM ACARA GEGIRANG SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI BERLANDASKAN AGAMA HINDU DI LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK (LPP) TVRI STASIUN BALI
PROGRAM ACARA GEGIRANG SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI BERLANDASKAN AGAMA HINDU DI LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK (LPP) TVRI STASIUN BALI
Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI Stasiun Bali merupakan salah stasiun televisi lokal milik pemerintah Republik Indonesia yang dekat dengan budaya masyarakat setempat. Selain pen...
PEMBERDAYAAN DEWAN PERWAKILAN DAERAH MEWUJUDKAN KEDAULATAN RAKYAT DI INDONESIA
PEMBERDAYAAN DEWAN PERWAKILAN DAERAH MEWUJUDKAN KEDAULATAN RAKYAT DI INDONESIA
Republik Indonesia sebagai negara yang memiliki jumlah penduduk yang sangat banyak dengan segala keanekaragaman mengharuskan adanya lembaga perwakilan rakyat. Wilayahnya juga sanga...
STRUKTUR DRAMATIK PERTUNJUKAN DRAMA KLASIK SANGGAR TEATER MINI LAKON DEWA RUCI KAJIAN BENTUK DAN FUNGSI
STRUKTUR DRAMATIK PERTUNJUKAN DRAMA KLASIK SANGGAR TEATER MINI LAKON DEWA RUCI KAJIAN BENTUK DAN FUNGSI
ABSTRAK   Pada dasarnya nilai pendidikan karakter mempunyai tiga bagian yang saling bekaitan, yaitu pengetahuan moral, penghayatan moral dan perilaku moral. Oleh karena...

Back to Top