Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Posisi Minoritas dalam Pendidikan Islam Multikultural: Representasi, Rekognisi, dan Keadilan Pendidikan

View through CrossRef
Pluralitas sosial-budaya menempatkan pendidikan Islam dalam ruang sosial yang kompleks, terutama ketika peserta didik hadir dengan perbedaan etnis, bahasa, kelas sosial, pengalaman komunitas, dan posisi keagamaan. Kajian ini bertujuan menganalisis rekognisi minoritas dalam pendidikan Islam multikultural melalui perspektif sosiologi pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan dengan pendekatan kualitatif-kritis. Literatur yang dianalisis mencakup artikel jurnal internasional, buku akademik, dan hasil penelitian yang relevan dengan pendidikan Islam, pendidikan multikultural, minoritas, rekognisi, relasi kuasa, dan keadilan sosial. Data dianalisis melalui pembacaan kritis, pengelompokan tema sesuai rumusan masalah, perbandingan argumen antar-literatur, dan sintesis sosiologis. Hasil kajian menunjukkan bahwa pluralitas sosial-budaya dapat menempatkan minoritas dalam dua posisi, yaitu sebagai kelompok yang dimarginalkan oleh struktur pendidikan atau sebagai subjek yang direkognisi melalui pendidikan Islam yang adil dan responsif. Kurikulum, pedagogi guru, budaya kelembagaan, dan asesmen dapat menjadi ruang rekognisi apabila memberi tempat bagi identitas, pengalaman, suara, dan partisipasi peserta didik minoritas. Sebaliknya, keempat aspek tersebut dapat mereproduksi marginalisasi apabila hanya merepresentasikan pengalaman kelompok dominan. Kontribusi kajian ini terletak pada penempatan rekognisi minoritas sebagai isu utama dalam sosiologi pendidikan Islam, sehingga pendidikan Islam multikultural tidak hanya dipahami sebagai pendidikan toleransi, tetapi juga sebagai agenda keadilan sosial. Kajian ini menegaskan bahwa pendidikan Islam multikultural perlu bergerak dari toleransi normatif menuju rekognisi substantif yang mengakui martabat, pengalaman, dan partisipasi kelompok minoritas.
Title: Posisi Minoritas dalam Pendidikan Islam Multikultural: Representasi, Rekognisi, dan Keadilan Pendidikan
Description:
Pluralitas sosial-budaya menempatkan pendidikan Islam dalam ruang sosial yang kompleks, terutama ketika peserta didik hadir dengan perbedaan etnis, bahasa, kelas sosial, pengalaman komunitas, dan posisi keagamaan.
Kajian ini bertujuan menganalisis rekognisi minoritas dalam pendidikan Islam multikultural melalui perspektif sosiologi pendidikan Islam.
Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan dengan pendekatan kualitatif-kritis.
Literatur yang dianalisis mencakup artikel jurnal internasional, buku akademik, dan hasil penelitian yang relevan dengan pendidikan Islam, pendidikan multikultural, minoritas, rekognisi, relasi kuasa, dan keadilan sosial.
Data dianalisis melalui pembacaan kritis, pengelompokan tema sesuai rumusan masalah, perbandingan argumen antar-literatur, dan sintesis sosiologis.
Hasil kajian menunjukkan bahwa pluralitas sosial-budaya dapat menempatkan minoritas dalam dua posisi, yaitu sebagai kelompok yang dimarginalkan oleh struktur pendidikan atau sebagai subjek yang direkognisi melalui pendidikan Islam yang adil dan responsif.
Kurikulum, pedagogi guru, budaya kelembagaan, dan asesmen dapat menjadi ruang rekognisi apabila memberi tempat bagi identitas, pengalaman, suara, dan partisipasi peserta didik minoritas.
Sebaliknya, keempat aspek tersebut dapat mereproduksi marginalisasi apabila hanya merepresentasikan pengalaman kelompok dominan.
Kontribusi kajian ini terletak pada penempatan rekognisi minoritas sebagai isu utama dalam sosiologi pendidikan Islam, sehingga pendidikan Islam multikultural tidak hanya dipahami sebagai pendidikan toleransi, tetapi juga sebagai agenda keadilan sosial.
Kajian ini menegaskan bahwa pendidikan Islam multikultural perlu bergerak dari toleransi normatif menuju rekognisi substantif yang mengakui martabat, pengalaman, dan partisipasi kelompok minoritas.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
Pendidikan Resolusi Konflik Melalui Pembelajaran Multikultural Pada Pendidikan Formal
Pendidikan Resolusi Konflik Melalui Pembelajaran Multikultural Pada Pendidikan Formal
Isu keberagaman terkait suku, ras, agama, budaya, bahasa dan sebagainya sering menjadi perhatian berbagai pihak. Sikap yang tidak tepat terhadap isu ini, dapat menjadi masalah di b...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
Integrasi Keadilan Moral, Keadilan Hukum, dan Keadilan Sosial dalam Putusan Pengadilan
Integrasi Keadilan Moral, Keadilan Hukum, dan Keadilan Sosial dalam Putusan Pengadilan
Abstract This paper discusses the integration of moral justice, legal justice, and social justice in court decisions. The author begins by explaining the various theories of justi...
Kompetensi Multikultural Lembaga Pendidikan Islam
Kompetensi Multikultural Lembaga Pendidikan Islam
Abstrak : Tulisan ini berupaya mendorong perlunya pengembangan kompetensi multikultural bagi lembaga pendidikan Islam. Pengembangan kompetensi ini didasarkan pada perkembangan dan ...

Back to Top