Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

COLLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM TATA KELOLA PARIWISATA BERKELANJUTAN DI DESA WISATA KERTOSARI

View through CrossRef
Latar belakang dari penelitian ini adalah terkait dengan kondisi Desa Wisata Kertosari setelah pandemi yang eksistensinya masih terjaga meskipun ada indikasi lemahnya kapasitas kelembagaan dan masih dikedepankannya pelaksanaan yang bersifat  top down. Selain itu peraturan Bupati Pasuruan No. 66 Tahun 2021 tentang pariwisata yang secara detail menyebutkan adanya tata ruang untuk desa wisata yang belum optimal, padahal fungsi dari tata ruang adalah untuk dasar dalam penyusunan RPJM desa agar desa tidak dihadapkan dengan permasalahan lingkungan dan sumber daya alam nantinya. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah (1)Memberikan hasil Analisa dan deskripsi efektivitas dari collaborative governance dalam tata kelola pariwisata berkelanjutan di Desa Kertosari. (2)Mendeskripsikan peran seluruh stakeholder dalam tata kelola pariwisata berkelanjutan di Desa Kertosari. (3) Menganalisa strategi sekaligus faktor pendukung keberhasilan tata Kelola pariwisata berkelanjutan melalui collaborative governance di Desa Kertosari. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif yaitu penelitian yang membutuhkan kedalaman penghayatan terhadap interaksi antara analisis atau konsep secara mendalam mengenai hubungan-hubungan konsep yang dikaji secara empirik. Adapun pengumpulan data menggunakan beberapa metode seperti ; (a) observasi (b) wawancara (c) dokumentasi. Teknik analisis data penelitian menggunakan tiga Langkah kegiatan yaitu ; reduksi data, display data dan verifikasi data. Hasil dari penelitian ini adalah ; (1) collaborative governance di Desa Wisata Kertosari dapat dikatakan baik dan efektif karena telah melalui seluruh tahapan collaborative governance yang disebutkan oleh Ansell dan Gash seperti kondisi awal, kepemimpinan fasilitatif, desain kelembagaan, dan proses kolaborasi. (2) peran stakeholder yang terlibat dalam Desa Wisata Kertosari sudah sesuai peran dan fungsinya meliputi (a) Pokdarwis Randuwana dengan peranan sebagai koordinator, fasilitator, implementer, akselerator. (b) Masyarakat Desa Kertosari sebagai implementer (c) pemerintah Desa Kertosari sebagai koordinator dan fasilitator (d) Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan sebagai policy creator, coordinator, fasilitator, dan implementer. (3) Strategi sekaligus faktor pendukung keberhasilan tata Kelola pariwisata Desa Wisata Kertosari melalui SWOT yaitu (a)Streght-Opportunities (SO) : membangun dan melengkapi kebutuhan pariwisata, meningkatkan even pariwisata, mengembangkan atraksi wisata. (b) Weakness- Opportunities (WO): Menggandeng pihak swasta, meningkatkan promosi wisata. (c) Strenght-Threats (ST) : mengoptimalkan potensi alam dan keunikan Desa Wisata Kertosari, menggelar festival pagelaran budaya. (d) Weakness-Threats (WT) : Peningkatan kualitas sumber daya manusia, melakukan pengawasan dan pemeliharaan fasilitas.
Title: COLLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM TATA KELOLA PARIWISATA BERKELANJUTAN DI DESA WISATA KERTOSARI
Description:
Latar belakang dari penelitian ini adalah terkait dengan kondisi Desa Wisata Kertosari setelah pandemi yang eksistensinya masih terjaga meskipun ada indikasi lemahnya kapasitas kelembagaan dan masih dikedepankannya pelaksanaan yang bersifat  top down.
Selain itu peraturan Bupati Pasuruan No.
66 Tahun 2021 tentang pariwisata yang secara detail menyebutkan adanya tata ruang untuk desa wisata yang belum optimal, padahal fungsi dari tata ruang adalah untuk dasar dalam penyusunan RPJM desa agar desa tidak dihadapkan dengan permasalahan lingkungan dan sumber daya alam nantinya.
Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah (1)Memberikan hasil Analisa dan deskripsi efektivitas dari collaborative governance dalam tata kelola pariwisata berkelanjutan di Desa Kertosari.
(2)Mendeskripsikan peran seluruh stakeholder dalam tata kelola pariwisata berkelanjutan di Desa Kertosari.
(3) Menganalisa strategi sekaligus faktor pendukung keberhasilan tata Kelola pariwisata berkelanjutan melalui collaborative governance di Desa Kertosari.
Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif yaitu penelitian yang membutuhkan kedalaman penghayatan terhadap interaksi antara analisis atau konsep secara mendalam mengenai hubungan-hubungan konsep yang dikaji secara empirik.
Adapun pengumpulan data menggunakan beberapa metode seperti ; (a) observasi (b) wawancara (c) dokumentasi.
Teknik analisis data penelitian menggunakan tiga Langkah kegiatan yaitu ; reduksi data, display data dan verifikasi data.
Hasil dari penelitian ini adalah ; (1) collaborative governance di Desa Wisata Kertosari dapat dikatakan baik dan efektif karena telah melalui seluruh tahapan collaborative governance yang disebutkan oleh Ansell dan Gash seperti kondisi awal, kepemimpinan fasilitatif, desain kelembagaan, dan proses kolaborasi.
(2) peran stakeholder yang terlibat dalam Desa Wisata Kertosari sudah sesuai peran dan fungsinya meliputi (a) Pokdarwis Randuwana dengan peranan sebagai koordinator, fasilitator, implementer, akselerator.
(b) Masyarakat Desa Kertosari sebagai implementer (c) pemerintah Desa Kertosari sebagai koordinator dan fasilitator (d) Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan sebagai policy creator, coordinator, fasilitator, dan implementer.
(3) Strategi sekaligus faktor pendukung keberhasilan tata Kelola pariwisata Desa Wisata Kertosari melalui SWOT yaitu (a)Streght-Opportunities (SO) : membangun dan melengkapi kebutuhan pariwisata, meningkatkan even pariwisata, mengembangkan atraksi wisata.
(b) Weakness- Opportunities (WO): Menggandeng pihak swasta, meningkatkan promosi wisata.
(c) Strenght-Threats (ST) : mengoptimalkan potensi alam dan keunikan Desa Wisata Kertosari, menggelar festival pagelaran budaya.
(d) Weakness-Threats (WT) : Peningkatan kualitas sumber daya manusia, melakukan pengawasan dan pemeliharaan fasilitas.

Related Results

Persepsi Wisatawan Terhadap Dampak Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan di Desa Wisata Nglanggeran, Kabupaten Gunungkidul
Persepsi Wisatawan Terhadap Dampak Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan di Desa Wisata Nglanggeran, Kabupaten Gunungkidul
Program Sertifikasi Desa Wisata Berkelanjutan merupakan salah satu upaya pemerintah Indonesia dalam mengakselerasi pembangunan pariwisata berkelanjutan pada tingkat mikro. Salah sa...
PENGEMBANGAN DESA WISATA GONDANG SEBAGAI WISATA EDUKASI DI KECAMATAN LIMBANGAN KABUPATEN KENDAL
PENGEMBANGAN DESA WISATA GONDANG SEBAGAI WISATA EDUKASI DI KECAMATAN LIMBANGAN KABUPATEN KENDAL
Desa Gondang Kecamatan Limbangan Kabupaten Kendal, adalah salah satu desa yang berpotensi untuk dikembangan menjadi Desa Wisata sebagai Wisata Edukasi. Kekuatan daya tarik yang dim...
STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA AIR TERJUN ALING-ALING DESA SAMBANGAN KECAMATAN SUKASADA KABUPATEN BULELENG
STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA AIR TERJUN ALING-ALING DESA SAMBANGAN KECAMATAN SUKASADA KABUPATEN BULELENG
Strategi Pengembangan Objek Wisata Air Terjun Aling-Aling Desa Sambangan Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng. Buleleng memiliki berbagai objek wisata yang dapat dinikmati oleh wi...
Inovasi Model Komunikasi Digital Desa Wisata dalam Pengembangan Kapasitas Pelaku Wisata di Kabupaten Bogor
Inovasi Model Komunikasi Digital Desa Wisata dalam Pengembangan Kapasitas Pelaku Wisata di Kabupaten Bogor
Kapasitas pelaku desa wisata di Indonesia umumnya masih rendah terutama para pelaku wisata di desa wisata. Rendahnya kapasitas tersebut dapat dilihat dari pelaku desa wisata yang b...
Alternatif Strategi Pengembangan Desa Rahtawu Sebagai Daya Tarik Wisata di Kabupaten Kudus
Alternatif Strategi Pengembangan Desa Rahtawu Sebagai Daya Tarik Wisata di Kabupaten Kudus
<p class="Abstract">Wisata Alam Colo merupakan salah satu tempat wisata yang berkembang di Kabupaten Kudus. Wisata alam ini mempunyai daya tarik baik dari segi fisik alam mau...

Back to Top