Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Konstruksi Sosial Remaja di Tamiang Layang pada Esoterisme Religio Magis Putri Mayang Sari

View through CrossRef
This study aims to examine the phenomenon of religio magis putri mayang sari among Tamiang Layang Christian adolescents. The research method used is qualitative. The technique of collecting data by means of interviews, observation and documentation. The research subjects were students of SMAN 1 Tamiang Layang, caretakers of the tombs, and parents of students. The results showed that the socio-cultural construction of the Ma'anyan community towards the Puteri Mayang Rite as a social reality is an expression of Ma'anyan appreciation of the world and transcendent values are religio magis. Then, the Ma'anyan adolescent social construction of the Princess Mayang Rite was implemented in Christian Religious Education learning through interactive, inspirational, challenging learning strategies and participant observation as well as in multicultural learning. The social construction of Ma'anyan youth towards the Princess Mayang Rite contains an understanding of religious, social values, a sense of pride in one's own culture (local culture), and tolerance obtains support from educators. The results of the study recommend that Christian Religious Education teachers support the social construction of Ma'anyan adolescents so that they are conveyed in the learning process in the classroom. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena religio magis putri mayang sari di kalangan remaja Kristen Tamiang Layang. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun subyek penelitian adalah siswa SMAN 1 Tamiang Layang, juru kunci makam, dan orang tua siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi sosial budaya masyarakat Ma’anyan terhadap Ritus Puteri Mayang sebagai realitas sosial adalah ungkapan penghayatan Ma’anyan tentang dunia dan nilai transenden bersifat religio magis. Kemudian, konstruksi sosial remaja Ma’anyan terhadap Ritus Puteri Mayang diimplementasikan pada pembelajaran Pendidikan Agama Kristen melalui strategi pembelajaran interaktif, inspiratif, menantang, dan observasi partisipan serta dalam pembelajaran multikultural. Konstruksi sosial remaja Ma’anyan terhadap Ritus Puteri Mayang mengandung pemahaman tentang nilai religius, sosial kemasyarakatan, ada rasa bangga terhadap kebudayaan sendiri (budaya lokal), dan toleransi memperoleh dukungan dari para pendidik. Hasil penelitian merekomendasikan agar guru Pendidikan Agama Kristen mendukung konstruksi sosial remaja Ma’anyan agar disampaikan dalam proses pembelajaran di kelas.
Sekolah Tinggi Teologi Injili dan Kejuruan (STTIK) Kupang
Title: Konstruksi Sosial Remaja di Tamiang Layang pada Esoterisme Religio Magis Putri Mayang Sari
Description:
This study aims to examine the phenomenon of religio magis putri mayang sari among Tamiang Layang Christian adolescents.
The research method used is qualitative.
The technique of collecting data by means of interviews, observation and documentation.
The research subjects were students of SMAN 1 Tamiang Layang, caretakers of the tombs, and parents of students.
The results showed that the socio-cultural construction of the Ma'anyan community towards the Puteri Mayang Rite as a social reality is an expression of Ma'anyan appreciation of the world and transcendent values are religio magis.
Then, the Ma'anyan adolescent social construction of the Princess Mayang Rite was implemented in Christian Religious Education learning through interactive, inspirational, challenging learning strategies and participant observation as well as in multicultural learning.
The social construction of Ma'anyan youth towards the Princess Mayang Rite contains an understanding of religious, social values, a sense of pride in one's own culture (local culture), and tolerance obtains support from educators.
The results of the study recommend that Christian Religious Education teachers support the social construction of Ma'anyan adolescents so that they are conveyed in the learning process in the classroom.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena religio magis putri mayang sari di kalangan remaja Kristen Tamiang Layang.
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif.
Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Adapun subyek penelitian adalah siswa SMAN 1 Tamiang Layang, juru kunci makam, dan orang tua siswa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi sosial budaya masyarakat Ma’anyan terhadap Ritus Puteri Mayang sebagai realitas sosial adalah ungkapan penghayatan Ma’anyan tentang dunia dan nilai transenden bersifat religio magis.
Kemudian, konstruksi sosial remaja Ma’anyan terhadap Ritus Puteri Mayang diimplementasikan pada pembelajaran Pendidikan Agama Kristen melalui strategi pembelajaran interaktif, inspiratif, menantang, dan observasi partisipan serta dalam pembelajaran multikultural.
Konstruksi sosial remaja Ma’anyan terhadap Ritus Puteri Mayang mengandung pemahaman tentang nilai religius, sosial kemasyarakatan, ada rasa bangga terhadap kebudayaan sendiri (budaya lokal), dan toleransi memperoleh dukungan dari para pendidik.
Hasil penelitian merekomendasikan agar guru Pendidikan Agama Kristen mendukung konstruksi sosial remaja Ma’anyan agar disampaikan dalam proses pembelajaran di kelas.

Related Results

Kesehatan Reproduksi Remaja
Kesehatan Reproduksi Remaja
Seksualitas dan kesehatan reproduksi remaja didefinisikan sebagai keadaan sejahtera fisik dan psikis seorang remaja, termasuk keadaan terbebas dari kehamilan yang tak dikehendaki, ...
Penentuan Kandungan Logam Magnetik Komponen Penyusun Abu Layang Batubara
Penentuan Kandungan Logam Magnetik Komponen Penyusun Abu Layang Batubara
Telah dilakukan penelitian penentuan kandungan logam magnetik penyusun abu layang batubara. Abu layang merupakan material berupa serbuk halus yang dihasilkan dari pembakaran batuba...
Tugas Geometri
Tugas Geometri
Matematika sebagai mata pelajaran eksak, mengkaji berbagai hal sistematis yang lekat dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.. Materi matematika antara lain mencakup penguk...
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PRAMBONTERGAYANG
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PRAMBONTERGAYANG
ABSTRAKAnemia merupakan penyebab kecacatan tertinggi di seluruh negara-negara dunia. Hal ini menjadikan anemia sebagai masalah yang serius di seluruh dunia pada kesehatan masyaraka...
Pengaruh Modifikasi Lauk Nabati pada Makan Siang Terhadap Daya Terima Pasien Non Diet di RSUD Tamiang Layang
Pengaruh Modifikasi Lauk Nabati pada Makan Siang Terhadap Daya Terima Pasien Non Diet di RSUD Tamiang Layang
Non-diet patients at Tamiang Layang Hospital often don't finish eating vegetable side dishes, so it is necessary to make changes to vegetable side dishes, namely by modifying the m...
Realisme Magis dalam Crita Cekak Berjudul Kerisku Kasangsaranmu Karya Suparto Brata
Realisme Magis dalam Crita Cekak Berjudul Kerisku Kasangsaranmu Karya Suparto Brata
Literary works are considered the result of human reflection on the realist world. However, some literary works contain not only realist but also topics of magic, such as in the sh...
TINJAUAN YURIDIS PENERBANGAN LAYANG-LAYANG YANG MENGAKIBATKAN KERUSAKAN BARANG ORANG LAIN
TINJAUAN YURIDIS PENERBANGAN LAYANG-LAYANG YANG MENGAKIBATKAN KERUSAKAN BARANG ORANG LAIN
Kegiatan bermain layang-layang dapat merugikan orang, seperti putus dan menyangkut di gardu listrik, menyebabkan kerusakan pada barang orang lain, dan membahayakan kegiatan penerba...
ASPEK REALISME MAGIS DALAM NOVEL CEBISAN MANTERA TERAKHIR
ASPEK REALISME MAGIS DALAM NOVEL CEBISAN MANTERA TERAKHIR
Abstract Magical realism, which combines reality and fantasy, has become a trend in the world of literature, sparking a new way of thinking while producing a literary work. Studies...

Back to Top