Javascript must be enabled to continue!
ASPEK REALISME MAGIS DALAM NOVEL CEBISAN MANTERA TERAKHIR
View through CrossRef
Abstract Magical realism, which combines reality and fantasy, has become a trend in the world of literature, sparking a new way of thinking while producing a literary work. Studies on magical realism in literature are crucial as they could reflect the cultural and societal norms of the society featured. This article utilised the theory of magical realism by Faris (2004) to discuss the aspect of magical realism presented in the novel “Cebisan Mantera Terakhir” (2013) by Hasanuddin Md. Isa and published by the Malaysian Institute of Translation and Books (ITBM). The genre of the novel is classified as mystery or mysticism in the setting of a supernatural world where shamans practise “santau” (a type of black magic) in the Malay community. This qualitative study aims to identify and analyse the way the author depicts magical realism through content analysis of the text. Findings showed that the magic element in the form of “santau” was evident in the Malay community featured in the novel. The application of Faris‟s principles showed the clear connection between reality and the magical elements of “santau” which can be categorised into particular aspects of the text, such as objects, events, characters, beliefs and texts. Religion and beliefs are also inseparable from the Malay community, a factor portrayed as a connection between reality and the supernatural worlds. Keywords: magical realism, novel, Cebisan Mantera Terakhir, shaman, santau, black magic Abstrak Kemunculan aliran realisme magis dilihat melalui gabungan antara dua dunia, iaitu dunia nyata dan dunia fantasi yang membawa pemikiran baru dalam karya sastera. Penelitian terhadap realisme magis dalam suatu karya sastera sangat penting kerana pada dasarnya realisme magis merupakan satu cerminan atau refleksi yang nyata mengenai budaya dan sosial masyarakat. Kajian ini mengaplikasikan Teori Realisme Magis oleh Faris (2004) untuk memperlihatkan aspek realisme magis dalam novel Cebisan Mantera Terakhir (2013) karya Hasanudin Md Isa dan diterbitkan oleh Institut Terjemahan & Buku Malaysia Berhad (ITBM). Novel ini memaparkan genre misteri atau mistik yang menerapkan elemen dunia ghaib dan golongan pawang yang terlibat dalam kegiatan santau dalam masyarakat Melayu. Kajian ini bertujuan untuk mengenal pasti dan menganalisis aspek realisme magis dalam novel yang memperlihatkan bagaimana pengarang mengungkapkan elemen realisme magis dalam karya. Kajian ini dilakukan secara kualitatif dengan membuat analisis kandungan teks. Dapatan kajian ini jelas menggambarkan unsur magis yang dapat dikesan dalam amalan santau dengan berlatarkan masyarakat Melayu. Penggunaan prinsip-prinsip oleh Faris (2004) telah menonjolkan perhubungan yang jelas antara unsur realiti dan unsur magis dalam amalan santau itu dengan adanya pembahagian kepada kelompok-kelompok tertentu, iaitu objek, peristiwa, watak, kepercayaan, teks, dan sebagainya. Dalam masyarakat Melayu, konteks agama dan kepercayaan tidak dapat diasingkan dalam tradisinya yang turut dipaparkan sebagai satu perkaitan antara alam nyata dan alam ghaib. Kata Kunci: realisme magis, novel, Cebisan Mantera Terakhir, pawang, santau
Title: ASPEK REALISME MAGIS DALAM NOVEL CEBISAN MANTERA TERAKHIR
Description:
Abstract Magical realism, which combines reality and fantasy, has become a trend in the world of literature, sparking a new way of thinking while producing a literary work.
Studies on magical realism in literature are crucial as they could reflect the cultural and societal norms of the society featured.
This article utilised the theory of magical realism by Faris (2004) to discuss the aspect of magical realism presented in the novel “Cebisan Mantera Terakhir” (2013) by Hasanuddin Md.
Isa and published by the Malaysian Institute of Translation and Books (ITBM).
The genre of the novel is classified as mystery or mysticism in the setting of a supernatural world where shamans practise “santau” (a type of black magic) in the Malay community.
This qualitative study aims to identify and analyse the way the author depicts magical realism through content analysis of the text.
Findings showed that the magic element in the form of “santau” was evident in the Malay community featured in the novel.
The application of Faris‟s principles showed the clear connection between reality and the magical elements of “santau” which can be categorised into particular aspects of the text, such as objects, events, characters, beliefs and texts.
Religion and beliefs are also inseparable from the Malay community, a factor portrayed as a connection between reality and the supernatural worlds.
Keywords: magical realism, novel, Cebisan Mantera Terakhir, shaman, santau, black magic Abstrak Kemunculan aliran realisme magis dilihat melalui gabungan antara dua dunia, iaitu dunia nyata dan dunia fantasi yang membawa pemikiran baru dalam karya sastera.
Penelitian terhadap realisme magis dalam suatu karya sastera sangat penting kerana pada dasarnya realisme magis merupakan satu cerminan atau refleksi yang nyata mengenai budaya dan sosial masyarakat.
Kajian ini mengaplikasikan Teori Realisme Magis oleh Faris (2004) untuk memperlihatkan aspek realisme magis dalam novel Cebisan Mantera Terakhir (2013) karya Hasanudin Md Isa dan diterbitkan oleh Institut Terjemahan & Buku Malaysia Berhad (ITBM).
Novel ini memaparkan genre misteri atau mistik yang menerapkan elemen dunia ghaib dan golongan pawang yang terlibat dalam kegiatan santau dalam masyarakat Melayu.
Kajian ini bertujuan untuk mengenal pasti dan menganalisis aspek realisme magis dalam novel yang memperlihatkan bagaimana pengarang mengungkapkan elemen realisme magis dalam karya.
Kajian ini dilakukan secara kualitatif dengan membuat analisis kandungan teks.
Dapatan kajian ini jelas menggambarkan unsur magis yang dapat dikesan dalam amalan santau dengan berlatarkan masyarakat Melayu.
Penggunaan prinsip-prinsip oleh Faris (2004) telah menonjolkan perhubungan yang jelas antara unsur realiti dan unsur magis dalam amalan santau itu dengan adanya pembahagian kepada kelompok-kelompok tertentu, iaitu objek, peristiwa, watak, kepercayaan, teks, dan sebagainya.
Dalam masyarakat Melayu, konteks agama dan kepercayaan tidak dapat diasingkan dalam tradisinya yang turut dipaparkan sebagai satu perkaitan antara alam nyata dan alam ghaib.
Kata Kunci: realisme magis, novel, Cebisan Mantera Terakhir, pawang, santau.
Related Results
Realisme Magis dalam Crita Cekak Berjudul Kerisku Kasangsaranmu Karya Suparto Brata
Realisme Magis dalam Crita Cekak Berjudul Kerisku Kasangsaranmu Karya Suparto Brata
Literary works are considered the result of human reflection on the realist world. However, some literary works contain not only realist but also topics of magic, such as in the sh...
Kepercayaan Jawa dalam Bingkai Realisme Magis pada Novel Gong Nyai Gandrung karya Sekar Ayu Asmara
Kepercayaan Jawa dalam Bingkai Realisme Magis pada Novel Gong Nyai Gandrung karya Sekar Ayu Asmara
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik realisme magis dan kepercayaan Jawa dalam novel Gong Nyai Gandrung karya Sekar Ayu Asmara. Beragam ekspresi budaya di Indones...
Tradisi dan Penggunaan Mantera dalam Etnik Kenyah
Tradisi dan Penggunaan Mantera dalam Etnik Kenyah
Mantera merupakan elemen sosio-budaya masyarakat. Dalam konteks masyarakat Kenyah tradisional, mantera dipelajari dan dipindahkan kepada ahli-ahli masyarakat melalui penggunaan bah...
Karakteristik Realisme Magis Pada Novel dalam Kurung Karya Haditha
Karakteristik Realisme Magis Pada Novel dalam Kurung Karya Haditha
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik realisme magis pada novel Dalam Kurung karya Haditha serta menguraikan narasi realisme magis yang berkaitan dengan kont...
Unsur Elemen tak Tereduksi (Irreducible Element) Realisme Magis Dalam Novel Bumi Karya Tere Liye
Unsur Elemen tak Tereduksi (Irreducible Element) Realisme Magis Dalam Novel Bumi Karya Tere Liye
Abstract: Magical realism is a theory by Wendy B. Faris that tells about a narrative that combines the elements of fantasy and reality. The term magical realism was created in 1925...
Elemen Realisme Magis dalam Skrip Monodrama Kuay Anwar Ridhwan
Elemen Realisme Magis dalam Skrip Monodrama Kuay Anwar Ridhwan
Monodrama Kuay merupakan sebuah karya yang digarap oleh Anwar Ridhwan yang terkandung dalam kumpulan drama Rumah Septuagenarian (2021). Karya ini diadaptasi daripada bahagian “Prol...
ELEMEN REALISME MAGIS YANG TIDAK DAPAT DIJELASKAN (THE IRREDUCIBLE ELEMENT) DALAM KUMPULAN CERPEN LARON (2010) OLEH JASNI MATLANI
ELEMEN REALISME MAGIS YANG TIDAK DAPAT DIJELASKAN (THE IRREDUCIBLE ELEMENT) DALAM KUMPULAN CERPEN LARON (2010) OLEH JASNI MATLANI
ABSTRAK
Kajian ini bertujuan menganalisis ciri-ciri realisme magis yang terdapat dalam kumpulan cerpen Laron karya Jasni Matlani (2010) yang menghimpunkan 30 buah cerpen Jasn...
ELEMEN- ELEMEN REALISME MAGIS PADA NOVEL FUNICULI FUNICULA KARYA TOSHIKAZU KAWAGUCHI
ELEMEN- ELEMEN REALISME MAGIS PADA NOVEL FUNICULI FUNICULA KARYA TOSHIKAZU KAWAGUCHI
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan elemen-elemen realisme magis dalam novel Funiculi Funicula karya Toshikazu Kawaguchi. Penelitian ini menggunakan pendekatan k...

