Javascript must be enabled to continue!
Karakteristik Papan Komposit dengan Menggunakan Kulit Salak Sebagai Filler Komposit
View through CrossRef
Papan partikel atau papan komposit adalah komposit yang terbuat dari partikel kayu atau serat alam yang diikat dengan perekat sitetis atau bahan pengikat lain. Komposit papan partikel dominan diaplikasikan sebagai furniture. Untuk menjaga penurunan bahan baku kayu dalam pembuatan furniture maka dilakukan inovasi berupa campuran bahan alam untuk komposit papan partikel. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari variasi fraksi volume kulit salak dan serbuk kayu masing-masing 20% 45%, 32,5% 32,5% dan 45% 20%, dengan perbandingan tetap pada resin epoxy dan lem PVAc masing-masing 15% dan 20%. Komposit papan partikel ini dibuat melalui perlakuan NaOH 5%, meshing 40 mesh dan proses kompaksi dengan tekanan 30 bar selama 120 menit menggunakan cold press single punch. Karakteristik terbaik pada komposit papan partikel terdapat pada varian 2 dengan komposisi kulit salak 32,5% dan serbuk kayu 32,5% terbukti dari nilai fisik dan mekaniknya yaitu densitas 0,953 g/cm3, pengembangan tebal 7,27%, impak 3,11 kj/m2, gaya maksimal 133,658 N dan batas elastisitas 1,882 GPa.
Particleboard or composite board is a composite made of wood particles or natural fibers bonded with synthetic adhesives or other binding materials. Particleboard composites are dominantly applied as furniture. To maintain the decline in wood raw materials in the manufacture of furniture, innovations were made in the form of a mixture of natural materials for particle board composites. The purpose of this study was to determine the effect of variations in the volume fraction of snakefruit leather and sawdust respectively 20% 45%, 32,5% 32,5% and 45% 20%, with a fixed ratio of epoxy resin and PVAc glue respectively 15 and 20%. This particleboard composite was made through 5% NaOH treatment, 40 mesh meshing and compaction process with a pressure of 30 bar for 120 minutes using a cold press single punch. The best characteristics of particleboard composites are found in variant 2 with a composition of 32,5% snakefruit leather and 32,5 wood powder as evidenced by its physical and mechanical values, namely density 0,953 g/cm3, thickness expansion 7,27%, impact 3,11 kj/m2, the maximum force is 133,658 N and the elastic limit is 1,882 GPa.
Title: Karakteristik Papan Komposit dengan Menggunakan Kulit Salak Sebagai Filler Komposit
Description:
Papan partikel atau papan komposit adalah komposit yang terbuat dari partikel kayu atau serat alam yang diikat dengan perekat sitetis atau bahan pengikat lain.
Komposit papan partikel dominan diaplikasikan sebagai furniture.
Untuk menjaga penurunan bahan baku kayu dalam pembuatan furniture maka dilakukan inovasi berupa campuran bahan alam untuk komposit papan partikel.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari variasi fraksi volume kulit salak dan serbuk kayu masing-masing 20% 45%, 32,5% 32,5% dan 45% 20%, dengan perbandingan tetap pada resin epoxy dan lem PVAc masing-masing 15% dan 20%.
Komposit papan partikel ini dibuat melalui perlakuan NaOH 5%, meshing 40 mesh dan proses kompaksi dengan tekanan 30 bar selama 120 menit menggunakan cold press single punch.
Karakteristik terbaik pada komposit papan partikel terdapat pada varian 2 dengan komposisi kulit salak 32,5% dan serbuk kayu 32,5% terbukti dari nilai fisik dan mekaniknya yaitu densitas 0,953 g/cm3, pengembangan tebal 7,27%, impak 3,11 kj/m2, gaya maksimal 133,658 N dan batas elastisitas 1,882 GPa.
Particleboard or composite board is a composite made of wood particles or natural fibers bonded with synthetic adhesives or other binding materials.
Particleboard composites are dominantly applied as furniture.
To maintain the decline in wood raw materials in the manufacture of furniture, innovations were made in the form of a mixture of natural materials for particle board composites.
The purpose of this study was to determine the effect of variations in the volume fraction of snakefruit leather and sawdust respectively 20% 45%, 32,5% 32,5% and 45% 20%, with a fixed ratio of epoxy resin and PVAc glue respectively 15 and 20%.
This particleboard composite was made through 5% NaOH treatment, 40 mesh meshing and compaction process with a pressure of 30 bar for 120 minutes using a cold press single punch.
The best characteristics of particleboard composites are found in variant 2 with a composition of 32,5% snakefruit leather and 32,5 wood powder as evidenced by its physical and mechanical values, namely density 0,953 g/cm3, thickness expansion 7,27%, impact 3,11 kj/m2, the maximum force is 133,658 N and the elastic limit is 1,882 GPa.
Related Results
Preferensi dan Kesediaan Konsumen Membayar Salak Pondoh Organik
Preferensi dan Kesediaan Konsumen Membayar Salak Pondoh Organik
Abstract – Salak Pondoh Sleman has received Geographical Indication protection. Geographical Indication is part of Intellectual Property Rights (IPR) which is a universal concept s...
EFEKTIVITAS KULIT SALAK DAN BIJI SALAK (Salacca zalacca) SEBAGAI BIOADSORBEN LOGAM Pb DARI LIMBAH CAIR LABORATORIUM FARMASI
EFEKTIVITAS KULIT SALAK DAN BIJI SALAK (Salacca zalacca) SEBAGAI BIOADSORBEN LOGAM Pb DARI LIMBAH CAIR LABORATORIUM FARMASI
Salak (Salacca zalacca) merupakan salah satu komoditi tanaman buah – buahan yang dibudidayakan. Buah salak mengandung banyak karbohidrat dan memiliki antioksidan yang tinggi. Kulit...
PENERAPAN FULL PLATE ARMOR SEBAGAI TEKNOLOGI PANEN SALAK RAMAH LINGKUNGAN DI DESA SUKODONO, DAMPIT, MALANG
PENERAPAN FULL PLATE ARMOR SEBAGAI TEKNOLOGI PANEN SALAK RAMAH LINGKUNGAN DI DESA SUKODONO, DAMPIT, MALANG
Abstrak: Proses pemanenan buah salak harus dikerjakan secara teliti untuk memilih buah mana yang layak panen. Untuk buah salak yang telah matang, biasanya dapat dipetik hanya mengg...
ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP PRODUK KERIPIK SALAK UMKM SALAK CRISTAL DI KECAMATAN TURI KABUPATEN SLEMAN YOGYAKARTA
ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP PRODUK KERIPIK SALAK UMKM SALAK CRISTAL DI KECAMATAN TURI KABUPATEN SLEMAN YOGYAKARTA
UMKM Salak Cristal is an agro-industry that is engaged in processing salak into various processed salak products. UMKM Salak Cristal has offline and online sales, but less consumer...
Pemanfaatan Limbah Masker Nonmedis sebagai Bahan Baku Pembuatan Komposit dengan Matrik Resin Poliester
Pemanfaatan Limbah Masker Nonmedis sebagai Bahan Baku Pembuatan Komposit dengan Matrik Resin Poliester
Sejak 2019 di Wuhan, China mewabah virus corona virus desease (Covid-19). Hal ini tidak hanya menimbulkan masalah kesehatan, tetapi masalah lingkungan dengan munculnya timbulan lim...
KAJIAN LANSKAP LINGUISTIK PAPAN PENANDA TEBET ECOPARK
KAJIAN LANSKAP LINGUISTIK PAPAN PENANDA TEBET ECOPARK
Tebet Ecopark adalah taman yang diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta pada tahun 2022 dan dikelola oleh Suku Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dari kedudukan b...
PKM Petani Tanaman Salak Dalam Upaya Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Masyarakat di Desa Muara Danau Kabupaten Kampar
PKM Petani Tanaman Salak Dalam Upaya Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Masyarakat di Desa Muara Danau Kabupaten Kampar
Salak (Salacca zalacca) merupakan salah satu komoditi tanaman buah-buahan yang dibudidayakan. Buah salak mengandung banyak karbohidrat dan memiliki antidioksidan yang tinggi. Indon...

