Javascript must be enabled to continue!
Evaluasi Usability pada Website Monitoring Kebakaran Hutan Menggunakan Metode Webuse
View through CrossRef
<p class="Abstrak">Kebakaran hutan dan lahan telah menjadi isu nasional yang setiap tahun terjadi secara berulang-ulang kali terkhusus di wilayah Provinsi Kalimantan Barat. Sebagai bentuk antisipasi dan pencegahan, masyarakat dan pemerintahan melakukan monitoring kebakaran hutan dan lahan melalui <em>website</em> SIPONGI dan LAPAN FIRE HOTSPOT. SIPONGI dan LAPAN FIRE HOTSPOT merupakan <em>website</em> pemantau titik panas (hotspot) berbasis <em>website</em>. <em>Website</em> ini digunakan oleh masyarakat dan juga anggota kepolisian Ditreskrimsus Polda Kalimantan Barat. Pentingnya kedua <em>website</em> ini dalam proses monitoring kebarakan hutan menjadi alasan perlunya suatu kajian sebagai pengukuran terhadap kedua <em>website</em>. Pengukuran ini dilakukan sebagai evaluasi khususnya dalam cara pemberian informasi terhadap pengguna terkait kemudahan maupun kenyamanan pengguna. Evaluasi <em>website</em> SIPONGI dan LAPAN FIRE HOTSPOT dilakukan guna mendapatkan umpan balik dari pengguna khususnya mengetahui efektivitas, efisiensi, dan kepuasan pengguna dalam menggunakan <em>website</em>. Salah satu metode untuk melakukan evaluasi <em>website</em> berbasis <em>website</em> adalah dengan menggunakan metode WEBUSE. Metode WEBUSE (<em>Web Usability Evaluation</em>) berfokus pada sistem evaluasi berbasis web untuk mengevaluasi usability dari <em>website</em>. Metode ini dapat menggali tingkat kemudahan terhadap <em>website</em> oleh pengguna dengan skenario tugas dan kuesioner yang merangkum empat variabel usability. Pada pengujian, hasil evaluasi <em>website</em> SIPONGI berada pada level Moderate, sedangkan LAPAN FIRE HOTSPOT berada pada level Good. Hasil dari penelitian ini berupa identifikasi masalah dan perancangan yang dapat menjadi landasan perbaikan terhadap kedua <em>website</em> pada penelitian selanjutnya guna meningkatkan <em>usability</em>.</p><p class="Abstrak"> </p><p class="Abstrak"><em><strong>Abstract</strong></em></p><p class="Abstrak"><em><span lang="IN">Forest and land fires have become a national issue that repeatedly occurs, especially in the province of West Kalimantan. As a form of anticipation and prevention, the community and the government monitored forest and land fires through the SIPONGI application and the Fire Hotspot. SIPONGI and the Lapan Fire Hotspot is a website-based hotspot monitoring application. This application is used by the community and also members of the West Kalimantan Police Ditreskrimsus Police. The importance of the two applications in monitoring forests is the reason for the need for a review of the measurement of both applications. This measurement is carried out as an evaluation, especially in providing information about users regarding the convenience and convenience of users. SIPONGI website evaluation and the Lapan Fire Hotspot are carried out to obtain feedback from users, especially knowing the effectiveness, efficiency, and user satisfaction in using the application. One method for evaluating a website-based application is to use the webuse method. Webuse Method (Web Usability Evaluation) focuses on web-based evaluation systems to evaluate the application's usability. This method can explore the ease of application by the user with a task scenario and questionnaire that summarizes the four usability variables. In testing, the results of the SIPONGI website evaluation are at a moderate level, while the Lapan Fire Hotspot is at a good level. The results of this study can be the foundation of improvements to both applications in further research to increase usability.</span></em></p><p class="Abstrak"><em><strong><br /></strong></em></p>
Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya
Title: Evaluasi Usability pada Website Monitoring Kebakaran Hutan Menggunakan Metode Webuse
Description:
<p class="Abstrak">Kebakaran hutan dan lahan telah menjadi isu nasional yang setiap tahun terjadi secara berulang-ulang kali terkhusus di wilayah Provinsi Kalimantan Barat.
Sebagai bentuk antisipasi dan pencegahan, masyarakat dan pemerintahan melakukan monitoring kebakaran hutan dan lahan melalui <em>website</em> SIPONGI dan LAPAN FIRE HOTSPOT.
SIPONGI dan LAPAN FIRE HOTSPOT merupakan <em>website</em> pemantau titik panas (hotspot) berbasis <em>website</em>.
<em>Website</em> ini digunakan oleh masyarakat dan juga anggota kepolisian Ditreskrimsus Polda Kalimantan Barat.
Pentingnya kedua <em>website</em> ini dalam proses monitoring kebarakan hutan menjadi alasan perlunya suatu kajian sebagai pengukuran terhadap kedua <em>website</em>.
Pengukuran ini dilakukan sebagai evaluasi khususnya dalam cara pemberian informasi terhadap pengguna terkait kemudahan maupun kenyamanan pengguna.
Evaluasi <em>website</em> SIPONGI dan LAPAN FIRE HOTSPOT dilakukan guna mendapatkan umpan balik dari pengguna khususnya mengetahui efektivitas, efisiensi, dan kepuasan pengguna dalam menggunakan <em>website</em>.
Salah satu metode untuk melakukan evaluasi <em>website</em> berbasis <em>website</em> adalah dengan menggunakan metode WEBUSE.
Metode WEBUSE (<em>Web Usability Evaluation</em>) berfokus pada sistem evaluasi berbasis web untuk mengevaluasi usability dari <em>website</em>.
Metode ini dapat menggali tingkat kemudahan terhadap <em>website</em> oleh pengguna dengan skenario tugas dan kuesioner yang merangkum empat variabel usability.
Pada pengujian, hasil evaluasi <em>website</em> SIPONGI berada pada level Moderate, sedangkan LAPAN FIRE HOTSPOT berada pada level Good.
Hasil dari penelitian ini berupa identifikasi masalah dan perancangan yang dapat menjadi landasan perbaikan terhadap kedua <em>website</em> pada penelitian selanjutnya guna meningkatkan <em>usability</em>.
</p><p class="Abstrak"> </p><p class="Abstrak"><em><strong>Abstract</strong></em></p><p class="Abstrak"><em><span lang="IN">Forest and land fires have become a national issue that repeatedly occurs, especially in the province of West Kalimantan.
As a form of anticipation and prevention, the community and the government monitored forest and land fires through the SIPONGI application and the Fire Hotspot.
SIPONGI and the Lapan Fire Hotspot is a website-based hotspot monitoring application.
This application is used by the community and also members of the West Kalimantan Police Ditreskrimsus Police.
The importance of the two applications in monitoring forests is the reason for the need for a review of the measurement of both applications.
This measurement is carried out as an evaluation, especially in providing information about users regarding the convenience and convenience of users.
SIPONGI website evaluation and the Lapan Fire Hotspot are carried out to obtain feedback from users, especially knowing the effectiveness, efficiency, and user satisfaction in using the application.
One method for evaluating a website-based application is to use the webuse method.
Webuse Method (Web Usability Evaluation) focuses on web-based evaluation systems to evaluate the application's usability.
This method can explore the ease of application by the user with a task scenario and questionnaire that summarizes the four usability variables.
In testing, the results of the SIPONGI website evaluation are at a moderate level, while the Lapan Fire Hotspot is at a good level.
The results of this study can be the foundation of improvements to both applications in further research to increase usability.
</span></em></p><p class="Abstrak"><em><strong><br /></strong></em></p>.
Related Results
ANALISIS VISUAL TENTANG POLA KEBAKARAN HUTAN: STUDI KASUS MENGGUNAKAN DATA INDEKS CUACA DAN AREA TERBAKAR
ANALISIS VISUAL TENTANG POLA KEBAKARAN HUTAN: STUDI KASUS MENGGUNAKAN DATA INDEKS CUACA DAN AREA TERBAKAR
Kebakaran hutan menyebabkan kerugian yang signifikan dalam bentuk kerusakan habitat, emisi gasrumah kaca, hilangnya kehidupan satwa liar, dan bahkan hilangnya nyawa manusia. Untuk ...
Evaluasi Usability Website UNRIYO Menggunakan System Usability Scale (Studi Kasus: Website UNRIYO)
Evaluasi Usability Website UNRIYO Menggunakan System Usability Scale (Studi Kasus: Website UNRIYO)
INTISARIWebsite UNRIYO yang saat ini digunakan sebagai media informasi dan komunikasi baik secara internal ataupun eksternal belum pernah dilakukan evaluasi, baik pada saat peranc...
Kajian Bahaya Kebakaran Hutan di Kabupaten Nganjuk
Kajian Bahaya Kebakaran Hutan di Kabupaten Nganjuk
ABSTRACTThe Nganjuk District is mostly planted by forests, both protection forests and production forests with a total area of 20 333.00 ha. Forest and land fires often occur in Ng...
Gambaran Umum Proses yang Terjadi dalam Investigasi Kebakaran Liar)
Gambaran Umum Proses yang Terjadi dalam Investigasi Kebakaran Liar)
Investigasi kebakaran hutan secara proaktif memberikan pemahaman yang lebih baik kepada manajer kehutanan, kebakaran, dan penegak hukum tentang kecenderungan penyebab kebakaran hut...
PENGARUH IKLIM GLOBAL TERHADAP KEBAKARAN HUTAN DI KOTA TERNATE
PENGARUH IKLIM GLOBAL TERHADAP KEBAKARAN HUTAN DI KOTA TERNATE
Kebakaran hutan menjadi isu utama dalam pengendalian hutan dan lahan. Faktor manusia dan iklim salah satu penyebab terjadinya kebakaran hutan, sehingga laju kerusakan hutan semakin...
Ulah PT NSP Yang Menimbulkan Kebakaran Hutan Berujung Ganti Pertanggung Jawaban Di Pengadilan Negeri Jakarta
Ulah PT NSP Yang Menimbulkan Kebakaran Hutan Berujung Ganti Pertanggung Jawaban Di Pengadilan Negeri Jakarta
Abstrak. The event of forest or land burning caused by humans is a definition of forest fire. In Indonesia itself, forest fires often occur which cause significant losses. Forest f...
Analisis Performa Model CNN dalam Klasifikasi Kebakaran dan non Kebakaran Hutan
Analisis Performa Model CNN dalam Klasifikasi Kebakaran dan non Kebakaran Hutan
Kebakaran hutan merupakan peristiwa terbakarnya suatu lahan yang disebabkan oleh faktor alam dan manusia, yang berdampak pada kerusakan lingkungan, hilangnya keanekaragaman hayati,...
Upaya Pemulihan Ekosistem Gambut Pasca Kebakaran Hutan Dan Lahan Di Desa Lukun Kecamatan Tebing Tinggi Timur
Upaya Pemulihan Ekosistem Gambut Pasca Kebakaran Hutan Dan Lahan Di Desa Lukun Kecamatan Tebing Tinggi Timur
AbstractIn Indonesia, forest and land fires have occurred since 1997. As if it has become an annual disaster, forest and land fires still occur, especially in the peat area. Weathe...

