Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisis Performa Model CNN dalam Klasifikasi Kebakaran dan non Kebakaran Hutan

View through CrossRef
Kebakaran hutan merupakan peristiwa terbakarnya suatu lahan yang disebabkan oleh faktor alam dan manusia, yang berdampak pada kerusakan lingkungan, hilangnya keanekaragaman hayati, dan menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan. Penggunaan teknologi pendeteksi dan pemantau adalah salah satu upaya untuk mengurangi dampak kebakaran hutan yang semakin meluas. Seiring dengan kemajuan teknologi, Convolutional Neural Networks (CNN) adalah salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengklasifikasikan kebakaran hutan yang dinilai canggih serta populer. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis dan perbandingan kinerja tiga model CNN dalam klasifikasi kebakaran hutan dan non-kebakaran hutan. Model CNN yang digunakan adalah VGG16, Inception-V3, dan ResNet50. Data yang digunakan sebanyak  952 citra yang terdiri dari 592 citra kebakaran dan 360 citra non kebakaran. Data tersebut terbagi menjadi tiga bagian yaitu data training sebesar 653 citra, data validation sebesar 149, dan data testing sebesar 150. Hasil untuk evaluasi model Inception-V3 memiliki performa yang paling terbaik secara keseluruhan, dengan mencapai accuracy 98% dan precision 99% pada data testing. VGG16 menunjukkan menunjukan performa yang baik dan konsisten, sedangkan ResNet50 menunjukkan performa yang buruk. Hal ini menunjukkan bahwa model Inception-V3 lebih unggul di bandingkan dengan model VGG16 dan ResNet50 dalam klasifikasi kebakaran dan non kebakaran hutan
Universitas Teknokrat Indonesia
Title: Analisis Performa Model CNN dalam Klasifikasi Kebakaran dan non Kebakaran Hutan
Description:
Kebakaran hutan merupakan peristiwa terbakarnya suatu lahan yang disebabkan oleh faktor alam dan manusia, yang berdampak pada kerusakan lingkungan, hilangnya keanekaragaman hayati, dan menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan.
Penggunaan teknologi pendeteksi dan pemantau adalah salah satu upaya untuk mengurangi dampak kebakaran hutan yang semakin meluas.
Seiring dengan kemajuan teknologi, Convolutional Neural Networks (CNN) adalah salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengklasifikasikan kebakaran hutan yang dinilai canggih serta populer.
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis dan perbandingan kinerja tiga model CNN dalam klasifikasi kebakaran hutan dan non-kebakaran hutan.
Model CNN yang digunakan adalah VGG16, Inception-V3, dan ResNet50.
Data yang digunakan sebanyak  952 citra yang terdiri dari 592 citra kebakaran dan 360 citra non kebakaran.
Data tersebut terbagi menjadi tiga bagian yaitu data training sebesar 653 citra, data validation sebesar 149, dan data testing sebesar 150.
Hasil untuk evaluasi model Inception-V3 memiliki performa yang paling terbaik secara keseluruhan, dengan mencapai accuracy 98% dan precision 99% pada data testing.
VGG16 menunjukkan menunjukan performa yang baik dan konsisten, sedangkan ResNet50 menunjukkan performa yang buruk.
Hal ini menunjukkan bahwa model Inception-V3 lebih unggul di bandingkan dengan model VGG16 dan ResNet50 dalam klasifikasi kebakaran dan non kebakaran hutan.

Related Results

ANALISIS VISUAL TENTANG POLA KEBAKARAN HUTAN: STUDI KASUS MENGGUNAKAN DATA INDEKS CUACA DAN AREA TERBAKAR
ANALISIS VISUAL TENTANG POLA KEBAKARAN HUTAN: STUDI KASUS MENGGUNAKAN DATA INDEKS CUACA DAN AREA TERBAKAR
Kebakaran hutan menyebabkan kerugian yang signifikan dalam bentuk kerusakan habitat, emisi gasrumah kaca, hilangnya kehidupan satwa liar, dan bahkan hilangnya nyawa manusia. Untuk ...
Kajian Bahaya Kebakaran Hutan di Kabupaten Nganjuk
Kajian Bahaya Kebakaran Hutan di Kabupaten Nganjuk
ABSTRACTThe Nganjuk District is mostly planted by forests, both protection forests and production forests with a total area of 20 333.00 ha. Forest and land fires often occur in Ng...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
PENGARUH IKLIM GLOBAL TERHADAP KEBAKARAN HUTAN DI KOTA TERNATE
PENGARUH IKLIM GLOBAL TERHADAP KEBAKARAN HUTAN DI KOTA TERNATE
Kebakaran hutan menjadi isu utama dalam pengendalian hutan dan lahan. Faktor manusia dan iklim salah satu penyebab terjadinya kebakaran hutan, sehingga laju kerusakan hutan semakin...
Gambaran Umum Proses yang Terjadi dalam Investigasi Kebakaran Liar)
Gambaran Umum Proses yang Terjadi dalam Investigasi Kebakaran Liar)
Investigasi kebakaran hutan secara proaktif memberikan pemahaman yang lebih baik kepada manajer kehutanan, kebakaran, dan penegak hukum tentang kecenderungan penyebab kebakaran hut...
Advokasi Media dalam Pemberitaan Kebencanaan Hutan di Kalimantan Barat
Advokasi Media dalam Pemberitaan Kebencanaan Hutan di Kalimantan Barat
Abstract. The role of media to act as a bridge for the fire victims of forests and land areas with various parties who wish to help, both by the government and the community. Help ...
Ulah PT NSP Yang Menimbulkan Kebakaran Hutan Berujung Ganti Pertanggung Jawaban Di Pengadilan Negeri Jakarta
Ulah PT NSP Yang Menimbulkan Kebakaran Hutan Berujung Ganti Pertanggung Jawaban Di Pengadilan Negeri Jakarta
Abstrak. The event of forest or land burning caused by humans is a definition of forest fire. In Indonesia itself, forest fires often occur which cause significant losses. Forest f...
Upaya Pemulihan Ekosistem Gambut Pasca Kebakaran Hutan Dan Lahan Di Desa Lukun Kecamatan Tebing Tinggi Timur
Upaya Pemulihan Ekosistem Gambut Pasca Kebakaran Hutan Dan Lahan Di Desa Lukun Kecamatan Tebing Tinggi Timur
AbstractIn Indonesia, forest and land fires have occurred since 1997. As if it has become an annual disaster, forest and land fires still occur, especially in the peat area. Weathe...

Back to Top