Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pelatihan Penurunan Tingkat Kekeruhan Air Sungai Di Desa Sungai Rangas Tengah

View through CrossRef
Sebagian besar masyarakat di Desa Sungai Rangas Tengah memperoleh air untuk keperluan sehari-hari dari air sungai yang melintas di desa tersebut. Bila belum digunakan maka air disimpan di dalam drum atau tempat penyimpanan air lainnya. Diketahui tingkat kekeruhan air (56 NTU) melebihi persyaratan yang ditetapkan (< 25 NTU)  meskipun pH masih sesuai (6,8). Ada masyarakat mengolah air sungai yang keruh menggunakan tawas, namun dosis tawas yang digunakan dan cara pengolahan yang dilakukan tidak sesuai. Hal tersebut mengakibatkan rasa air menjadi asam, sepat, bahkan terkadang air tidak berubah menjadi jernih. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di desa ini ditujukan untuk melatih masyarakat membuat sediaan tawas dan menurunkan tingkat kekeruhan air sungai untuk keperluannya sehari-hari. Lama waktu seluruh kegiatan adalah 6 bulan dengan melibatkan Sanitarian Puskesmas Martapura Barat. Jumlah sasaran sebanyak 50 kepala keluarga. Kegiatan utama berupa pemberian materi dan pelatihan tentang cara pengolahan air sungai menggunakan tawas. Hasil posttest dari penyuluhan dan pelatihan menunjukkan bahwa seluruh sasaran (100%) dapat menjawab pertanyaan dengan benar. Selanjutnya monitoring dan evaluasi dilakukan untuk melihat secara langsung cara penerapan pengolahan air sungai menggunakan tawas di rumah masyarakat. Diharapkan kegiatan membantu penyediaan air bersih bagi masyarakat di desa Sungai Rangas Tengah.
Title: Pelatihan Penurunan Tingkat Kekeruhan Air Sungai Di Desa Sungai Rangas Tengah
Description:
Sebagian besar masyarakat di Desa Sungai Rangas Tengah memperoleh air untuk keperluan sehari-hari dari air sungai yang melintas di desa tersebut.
Bila belum digunakan maka air disimpan di dalam drum atau tempat penyimpanan air lainnya.
Diketahui tingkat kekeruhan air (56 NTU) melebihi persyaratan yang ditetapkan (< 25 NTU)  meskipun pH masih sesuai (6,8).
Ada masyarakat mengolah air sungai yang keruh menggunakan tawas, namun dosis tawas yang digunakan dan cara pengolahan yang dilakukan tidak sesuai.
Hal tersebut mengakibatkan rasa air menjadi asam, sepat, bahkan terkadang air tidak berubah menjadi jernih.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di desa ini ditujukan untuk melatih masyarakat membuat sediaan tawas dan menurunkan tingkat kekeruhan air sungai untuk keperluannya sehari-hari.
Lama waktu seluruh kegiatan adalah 6 bulan dengan melibatkan Sanitarian Puskesmas Martapura Barat.
Jumlah sasaran sebanyak 50 kepala keluarga.
Kegiatan utama berupa pemberian materi dan pelatihan tentang cara pengolahan air sungai menggunakan tawas.
Hasil posttest dari penyuluhan dan pelatihan menunjukkan bahwa seluruh sasaran (100%) dapat menjawab pertanyaan dengan benar.
Selanjutnya monitoring dan evaluasi dilakukan untuk melihat secara langsung cara penerapan pengolahan air sungai menggunakan tawas di rumah masyarakat.
Diharapkan kegiatan membantu penyediaan air bersih bagi masyarakat di desa Sungai Rangas Tengah.

Related Results

pariwisata
pariwisata
Secara khusus, keunikan kota banjarmasin yakni kota yang puitis dengan sebutan kota seribu sungai. Posisi kota banjarmasin di kelilingi sungai-sungai besar yang sangat vital fungsi...
Efektivitas Pemberian Biskuit Ikan Teri Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Pada Remaja Putri
Efektivitas Pemberian Biskuit Ikan Teri Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Pada Remaja Putri
Anemia is a major health problem throughout the world and in Indonesia. Young women are more prone to developing anemia because of their rapid growth period, so they need higher le...
Penurunan Kekeruhan Air Menggunakan Larutan Tawas di Desa Sungai Batang Ilir
Penurunan Kekeruhan Air Menggunakan Larutan Tawas di Desa Sungai Batang Ilir
Sebagian besar masyarakat di Desa Sungai Batang Ilir memperoleh air untuk keperluan hygiene dan sanitasinya sehari-hari dari air sungai yang melintas di desa tersebut. Diketahui ti...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., &amp; Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Status Kualitas Air Das Cisanggarung, Jawa Barat
Status Kualitas Air Das Cisanggarung, Jawa Barat
Kualitas air merupakan salah satu komponen lingkungan yang sangat penting dan sebagai indikator sehatnya suatu daerah aliran sungai. Sejalan dengan perkembangan jumlah penduduk dan...
Efektifitas Proses Ozonisasi Studi Kasus: Sungai Cikapundung
Efektifitas Proses Ozonisasi Studi Kasus: Sungai Cikapundung
ABSTRAK Kualitas air permukaan biasanya didominasi oleh kandungan bahan organik. Hal yang dapat mempengaruhi kandungan bahan organik salah satunya adalah perubahan tata guna lahan....
ANALISIS KUALITAS AIR AKIBAT PENAMBANGAN EMAS DI SUNGAI MANUHING KABUPATEN GUNUNG MAS
ANALISIS KUALITAS AIR AKIBAT PENAMBANGAN EMAS DI SUNGAI MANUHING KABUPATEN GUNUNG MAS
Penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi kualitas fisika dan kimia air di Sungai Manuhing serta untuk mengetahui jumlah penambang emas disepanjang Sungai Manuhing. Metode pen...
PEMANTAUAN KUALITAS AIR DI BAGIAN HULU SUNGAI CISADANE DENGAN INDIKATOR MAKROINVERTEBRATA
PEMANTAUAN KUALITAS AIR DI BAGIAN HULU SUNGAI CISADANE DENGAN INDIKATOR MAKROINVERTEBRATA
Observation on the Water Quality of Cisadane River in the Upstream Part Using Macroinvertebrates as The Indikator          Water is an important thing for either human lif...

Back to Top