Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Diagnosa Penyakit Herpes Simplex Menggunakan Metode Case Based Reasoning

View through CrossRef
Infeksi Herpes Simpleks adalah penyakit yang disebabkan oleh Virus Herpes Simpleks (HSV) tipe 1 dan 2, yang dapat menyebabkan gejala seperti lepuh, gatal, nyeri, dan ruam pada kulit atau area mukosa. Kesamaan gejala ini dengan penyakit kulit lainnya dapat menyulitkan penentuan diagnosis yang akurat. Masalah yang dihadapi di RSU Bidadari adalah tidak adanya sistem pendukung diagnostik yang dapat membantu tenaga medis dalam mengidentifikasi infeksi Herpes Simpleks secara lebih konsisten berdasarkan gejala klinis pasien. Studi ini bertujuan untuk mengembangkan sistem pakar untuk membantu diagnosis awal infeksi Herpes Simpleks menggunakan metode Case-Based Reasoning (CBR). Metode CBR bekerja dengan membandingkan kasus baru dengan kasus sebelumnya berdasarkan kesamaan gejala untuk menentukan diagnosis yang paling tepat. Berdasarkan hasil pengujian, pengguna memilih enam gejala, dan sistem membandingkannya dengan data kasus sebelumnya. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa Herpes Simpleks Tipe 2 (HSV-2) memperoleh nilai kesamaan tertinggi sebesar 30,16%, sehingga menjadi diagnosis yang dihasilkan. Sistem ini juga menyediakan informasi penyakit, rekomendasi pengobatan, riwayat diagnosis, dan fitur pencetakan hasil. Pengujian menggunakan metode Black Box menunjukkan bahwa semua fungsi sistem beroperasi sesuai dengan desain. Oleh karena itu, sistem yang dikembangkan dapat digunakan sebagai alat bantu dalam diagnosis awal infeksi Herpes Simpleks dengan cara yang lebih terstruktur.
Title: Diagnosa Penyakit Herpes Simplex Menggunakan Metode Case Based Reasoning
Description:
Infeksi Herpes Simpleks adalah penyakit yang disebabkan oleh Virus Herpes Simpleks (HSV) tipe 1 dan 2, yang dapat menyebabkan gejala seperti lepuh, gatal, nyeri, dan ruam pada kulit atau area mukosa.
Kesamaan gejala ini dengan penyakit kulit lainnya dapat menyulitkan penentuan diagnosis yang akurat.
Masalah yang dihadapi di RSU Bidadari adalah tidak adanya sistem pendukung diagnostik yang dapat membantu tenaga medis dalam mengidentifikasi infeksi Herpes Simpleks secara lebih konsisten berdasarkan gejala klinis pasien.
Studi ini bertujuan untuk mengembangkan sistem pakar untuk membantu diagnosis awal infeksi Herpes Simpleks menggunakan metode Case-Based Reasoning (CBR).
Metode CBR bekerja dengan membandingkan kasus baru dengan kasus sebelumnya berdasarkan kesamaan gejala untuk menentukan diagnosis yang paling tepat.
Berdasarkan hasil pengujian, pengguna memilih enam gejala, dan sistem membandingkannya dengan data kasus sebelumnya.
Hasil perhitungan menunjukkan bahwa Herpes Simpleks Tipe 2 (HSV-2) memperoleh nilai kesamaan tertinggi sebesar 30,16%, sehingga menjadi diagnosis yang dihasilkan.
Sistem ini juga menyediakan informasi penyakit, rekomendasi pengobatan, riwayat diagnosis, dan fitur pencetakan hasil.
Pengujian menggunakan metode Black Box menunjukkan bahwa semua fungsi sistem beroperasi sesuai dengan desain.
Oleh karena itu, sistem yang dikembangkan dapat digunakan sebagai alat bantu dalam diagnosis awal infeksi Herpes Simpleks dengan cara yang lebih terstruktur.

Related Results

APLICAÇÃO DA TERAPIA FOTODINÂMICA ANTIMICROBIANA EM LESÕES DE HERPES LABIAL
APLICAÇÃO DA TERAPIA FOTODINÂMICA ANTIMICROBIANA EM LESÕES DE HERPES LABIAL
Introdução: O herpes simples é uma doença viral recorrente que afeta grande parte da população mundial. As lesões de herpes são comumente dolorosas e podem ter impactos na qualidad...
Pengembangan Diagnosa Keperawatan untuk Memperkuat Pengambilan Keputusan
Pengembangan Diagnosa Keperawatan untuk Memperkuat Pengambilan Keputusan
Proses keperawatan awalnya dimulai dengan tahap pengkajian lalu dilanjutkan pada diagnosa keperawatan yang dimana pembahasan kali ini akan berfokus terhadap diagnosa keperawatan un...
Hydatid Disease of The Brain Parenchyma: A Systematic Review
Hydatid Disease of The Brain Parenchyma: A Systematic Review
Abstarct Introduction Isolated brain hydatid disease (BHD) is an extremely rare form of echinococcosis. A prompt and timely diagnosis is a crucial step in disease management. This ...
PERAN PERAWAT DALAM PELAKSANAAN DIAGNOSA KEPERAWATAN
PERAN PERAWAT DALAM PELAKSANAAN DIAGNOSA KEPERAWATAN
Latar Belakang: Diagnosa Keperawatan memberikan dasar untuk pemilihan intervensi untuk mencapai hasil yang menjadi tanggung gugat perawat. Hasil dan intervensi dipilih dalam kaitan...
Penerapan Konsep Non-deterministic Finite Automata Dalam Diagnosa Penyakit ISPA
Penerapan Konsep Non-deterministic Finite Automata Dalam Diagnosa Penyakit ISPA
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan kondisi kesehatan umum dan serius di seluruh dunia. Diagnosa dini ISPA penting untuk penanganan yang tepat dan pengendalian penyeba...
makalah penyakit menular-vania-XMIA3
makalah penyakit menular-vania-XMIA3
BAB IPENDAHULUANA. Latar Belakang Setiap manusia pernah mengalami sakit.Penyakit yang diderita oleh setiap makhluk berbeda satu dan yang lainnya.Sakit merupakan suatu keadaan diman...
Komponen Diagnosa Keperawatan
Komponen Diagnosa Keperawatan
Latar Belakang : Dalam menenentukan diagnosa keperawatan yang tepat untuk klien, perawat harus mengetahui apa saja komponen diagnosa keperawatan tersebut, agar dapat memberikan kes...
Komponen Diagnosa Keperawatan
Komponen Diagnosa Keperawatan
Latar Belakang : Dalam menenentukan diagnosa keperawatan yang tepat untuk klien, perawat harus mengetahui apa saja komponen diagnosa keperawatan tersebut, agar dapat memberikan kes...

Back to Top