Javascript must be enabled to continue!
ANALISIS METODE IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS PADA FASILITAS HALTE TRANSJAKARTA KORIDOR 3
View through CrossRef
The purpose of this study is to evaluate the performance of Transjakarta Corridor 3 bus stops from the perspective of passengers using the Importance Performance Analysis (IPA) method. The performance assessment of Transjakarta Corridor 3 bus stop facilities are based on 26 statements used to assess performance and expectations. The data used was obtained through filling out questionnaires by respondents who had used the TransJakarta Bus Corridor 3. The results of the analysis show that there are 9 statement items (34.6154%) that are in the A quadrant, namely the statements that need to be improved because they are the top priority, 7 statement items (26.9231%) that are in the B quadrant that must be maintained in performance, 3 statement items (11.5385%) that are in the C quadrant that are considered less important by users, and 7 statement items (26.9231%) that are in the D quadrant that are considered less important but have high performance. Based on the results of the analysis of passenger satisfaction with the bus stop facilities as a whole, it can be concluded that passengers are dissatisfied with most of the facilities at the Transjakarta Corridor 3 bus stops.
Abstrak
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kinerja fasilitas halte-halte Transjakarta Koridor 3 dari sudut pandang penumpang dengan menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA). Penilaian kinerja fasilitas halte-halte Transjakarta Koridor 3 didasarkan pada 26 pernyataan yang digunakan untuk menilai kinerja dan harapan. Data yang digunakan diperoleh melalui pengisian kuesioner oleh responden yang pernah menggunakan Bus TransJakarta Koridor 3. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat 9 butir pernyataan (34,6154%) yang berada di kuadran A, yaitu pernyataan yang perlu diperbaiki kinerjanya karena merupakan prioritas utama, 7 butir pernyataan (26,9231%) yang berada di kuadran B yang harus dipertahankan kinerjanya, 3 butir pernyataan (11,5385%) yang berada di kuadran C yang dianggap kurang penting oleh pengguna, dan 7 butir pernyataan (26,9231%) yang berada di kuadran D yang dianggap kurang penting namun memiliki kinerja tinggi. Berdasarkan hasil analisis kepuasan penumpang terhadap fasilitas halte secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa penumpang merasa tidak puas dengan sebagian besar fasilitas yang ada di halte-halte Transjakarta Koridor 3.
Universitas Tarumanagara
Title: ANALISIS METODE IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS PADA FASILITAS HALTE TRANSJAKARTA KORIDOR 3
Description:
The purpose of this study is to evaluate the performance of Transjakarta Corridor 3 bus stops from the perspective of passengers using the Importance Performance Analysis (IPA) method.
The performance assessment of Transjakarta Corridor 3 bus stop facilities are based on 26 statements used to assess performance and expectations.
The data used was obtained through filling out questionnaires by respondents who had used the TransJakarta Bus Corridor 3.
The results of the analysis show that there are 9 statement items (34.
6154%) that are in the A quadrant, namely the statements that need to be improved because they are the top priority, 7 statement items (26.
9231%) that are in the B quadrant that must be maintained in performance, 3 statement items (11.
5385%) that are in the C quadrant that are considered less important by users, and 7 statement items (26.
9231%) that are in the D quadrant that are considered less important but have high performance.
Based on the results of the analysis of passenger satisfaction with the bus stop facilities as a whole, it can be concluded that passengers are dissatisfied with most of the facilities at the Transjakarta Corridor 3 bus stops.
Abstrak
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kinerja fasilitas halte-halte Transjakarta Koridor 3 dari sudut pandang penumpang dengan menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA).
Penilaian kinerja fasilitas halte-halte Transjakarta Koridor 3 didasarkan pada 26 pernyataan yang digunakan untuk menilai kinerja dan harapan.
Data yang digunakan diperoleh melalui pengisian kuesioner oleh responden yang pernah menggunakan Bus TransJakarta Koridor 3.
Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat 9 butir pernyataan (34,6154%) yang berada di kuadran A, yaitu pernyataan yang perlu diperbaiki kinerjanya karena merupakan prioritas utama, 7 butir pernyataan (26,9231%) yang berada di kuadran B yang harus dipertahankan kinerjanya, 3 butir pernyataan (11,5385%) yang berada di kuadran C yang dianggap kurang penting oleh pengguna, dan 7 butir pernyataan (26,9231%) yang berada di kuadran D yang dianggap kurang penting namun memiliki kinerja tinggi.
Berdasarkan hasil analisis kepuasan penumpang terhadap fasilitas halte secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa penumpang merasa tidak puas dengan sebagian besar fasilitas yang ada di halte-halte Transjakarta Koridor 3.
Related Results
EVALUASI PERSEBARAN LOKASI HALTE BRT KORIDOR MANGKANG-PENGGARON KOTA SEMARANG
EVALUASI PERSEBARAN LOKASI HALTE BRT KORIDOR MANGKANG-PENGGARON KOTA SEMARANG
Permasalahan kemacetan di Kota Semarang sebagian besar diakibatkan oleh banyaknya kendaraan pribadi yang turun ke jalan. Hal tersebut dikarenakan pertumbuhan jumlah kendaraan priba...
Analisis Kelengkapan Utilitas Halte Transmetro Pekanbaru Jalan Pasir Putih dan Jalan Pandau Permai
Analisis Kelengkapan Utilitas Halte Transmetro Pekanbaru Jalan Pasir Putih dan Jalan Pandau Permai
Trans Metro Pekanbaru sebagai transportasi umum massal yang menggunakan bus sebagai transportasi pilihan bagi masyarakat Pekanbaru, pembangunan halte sebagai tempat pemberhentian u...
IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK 4 SEGMEN KORIDOR JALAN UTAMA KOTA TANGERANG SELATAN (JL. PAHLAWAN SERIBU, JL. KAPTEN SOEBIANTO DJOJOHADIKUSUMO, JL. RAYA RAWABUNTU, DAN JL. BUARAN)
IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK 4 SEGMEN KORIDOR JALAN UTAMA KOTA TANGERANG SELATAN (JL. PAHLAWAN SERIBU, JL. KAPTEN SOEBIANTO DJOJOHADIKUSUMO, JL. RAYA RAWABUNTU, DAN JL. BUARAN)
A good road corridor is one that pays attention to functionality, quality, and aesthetics, all optimized to meet road corridor planning standards. The profile of physical condition...
Evaluasi Pengalihan Kendaraan Pribadi ke Transjakarta Koridor IX
Evaluasi Pengalihan Kendaraan Pribadi ke Transjakarta Koridor IX
Peningkatan jumlah pengguna kendaraan pribadi mengakibatkan sejumlah persoalan misalnya kemacetan, polusi udara, berkurangnya sumber daya energi, dan sebagainya. Hal ini sesungguhn...
ANALISIS WALKABILITY PADA KAWASAN STASIUN MANGGARAI MENUJU HALTE TRANSJAKARTA MANGGARAI
ANALISIS WALKABILITY PADA KAWASAN STASIUN MANGGARAI MENUJU HALTE TRANSJAKARTA MANGGARAI
Walkability refers to the ease of walking in an area, considering factors like safety, comfort, and security due to the presence of interconnected pathways. In this study, an asses...
Peningkatan Kepuasan Pelanggan Melalui Pengawasan Petugas TransJakarta
Peningkatan Kepuasan Pelanggan Melalui Pengawasan Petugas TransJakarta
TransJakarta service transportation is an affordable mass transportation services that implements Bus Rapid Transit system in the Jakarta. TransJakarta has implemented minimum ser...
ELEMEN VEGETASI DALAM PENATAAN RUANG KOTA PADA KORIDOR JALAN JAMIN GINTING BERASTAGI
ELEMEN VEGETASI DALAM PENATAAN RUANG KOTA PADA KORIDOR JALAN JAMIN GINTING BERASTAGI
ABSTRAK
Representasi suatu ruang kota dapat diidentifikasi melalui aspek estetika lingkungan. Salah satu unsur utama lingkungan adalah vegetasi. Vegetasi berperan sebagai ele...
PENATAAN JALUR PEJALAN KAKI BERDASARKAN AKTIVITAS PENGGUNA KORIDOR PADA KORIDOR SEI RAMPAH
PENATAAN JALUR PEJALAN KAKI BERDASARKAN AKTIVITAS PENGGUNA KORIDOR PADA KORIDOR SEI RAMPAH
Koridor Sei Rampah yang terletak di jalan arteri lintas Sumatera merupakan penunjang kehidupan sosial dan ekonomi yang ditandai dengan aktivitas yang cukup tinggi. Bangunan di sepa...

