Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

OPTIMASI PASTA SEREH WANGI DAN NATRIUM BIKARBONAT UNTUK PEMBERSIHAN LICHEN PADA CAGAR BUDAYA BERBAHAN BATU

View through CrossRef
Kerusakan dan pelapukan pada batuan penyusun Cagar Budaya merupakan permasalahan yang menjadi ancaman kelestarian Cagar Budaya. Salah satu masalah pelapukan yang terjadi di Candi Plaosan Lor adalah pertumbuhan lichen. Bahan konservan yang selama ini digunakan yaitu emulsi sereh wangi masih belum efektif untuk membersihkan lichen  yang ada di Candi Plaosan Lor. Penggunaan emulsi sereh wangi membutuhkan waktu yang lama untuk pembersihan lichen dan masih meninggalkan sisa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penambahan natrium bikarbonat (NaHCO3) dan Carboxymethyl Cellulose (CMC). Natrium bikarbonat memiliki sifat abrasi ringan sehingga dapat membantu menghilangkan lichen pada permukaan batu. Campuran antara emulsi sereh wangi, natrium bikarbonat, dan CMC akan membentuk pasta. CMC berperan sebagai polimer penghambat penguapan yang juga memiliki fungsi mengikat partikel kotoran, menjaga stabilitas emulsi, mengatur pH, dan mengendalikan kelembaban batu selama proses pembersihan. Percobaan dilakukan dengan membuat variasi kadar natrium bikarbonat. Kadar CMC dibuat tetap yaitu 5% dan kadar natrium bikarbonat dibuat variasi 0%; 1%; 2,5%; dan 5%. Hasil aplikasi pasta sereh wangi pada permukaan batuan yang ditumbuhi lichen menunjukkan hasil paling optimal pada campuran emulsi sereh wangi, CMC 5%, dan natrium bikarbonat 5%.
Title: OPTIMASI PASTA SEREH WANGI DAN NATRIUM BIKARBONAT UNTUK PEMBERSIHAN LICHEN PADA CAGAR BUDAYA BERBAHAN BATU
Description:
Kerusakan dan pelapukan pada batuan penyusun Cagar Budaya merupakan permasalahan yang menjadi ancaman kelestarian Cagar Budaya.
Salah satu masalah pelapukan yang terjadi di Candi Plaosan Lor adalah pertumbuhan lichen.
Bahan konservan yang selama ini digunakan yaitu emulsi sereh wangi masih belum efektif untuk membersihkan lichen  yang ada di Candi Plaosan Lor.
Penggunaan emulsi sereh wangi membutuhkan waktu yang lama untuk pembersihan lichen dan masih meninggalkan sisa.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penambahan natrium bikarbonat (NaHCO3) dan Carboxymethyl Cellulose (CMC).
Natrium bikarbonat memiliki sifat abrasi ringan sehingga dapat membantu menghilangkan lichen pada permukaan batu.
Campuran antara emulsi sereh wangi, natrium bikarbonat, dan CMC akan membentuk pasta.
CMC berperan sebagai polimer penghambat penguapan yang juga memiliki fungsi mengikat partikel kotoran, menjaga stabilitas emulsi, mengatur pH, dan mengendalikan kelembaban batu selama proses pembersihan.
Percobaan dilakukan dengan membuat variasi kadar natrium bikarbonat.
Kadar CMC dibuat tetap yaitu 5% dan kadar natrium bikarbonat dibuat variasi 0%; 1%; 2,5%; dan 5%.
Hasil aplikasi pasta sereh wangi pada permukaan batuan yang ditumbuhi lichen menunjukkan hasil paling optimal pada campuran emulsi sereh wangi, CMC 5%, dan natrium bikarbonat 5%.

Related Results

SEREH WANGI (CIMBOPOGON NARDUS L.) SEBAGAI SPRAY ANTI NYAMUK
SEREH WANGI (CIMBOPOGON NARDUS L.) SEBAGAI SPRAY ANTI NYAMUK
Demam Berdarah Dengue atau sering kita dengar dengan sebutan DBD. Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit yang ditularkan oleh gigitan nyamuk bernama Aedes aegypti. Penyakit in...
SEJARAH BANDARA MATAHORA DI PULAU WANGI-WANGI KABUPATEN WAKATOBI (2007-2017)
SEJARAH BANDARA MATAHORA DI PULAU WANGI-WANGI KABUPATEN WAKATOBI (2007-2017)
ABSTRAK: Permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah: (1) Apa latar belakang pembangunan Bandara Matahora di Pulau Wangi-Wangi Kabupaten Wakatobi, (2) Apa kendala yang dihadapi ...
Pemeringkatan Cagar Budaya Tidak Bergerak
Pemeringkatan Cagar Budaya Tidak Bergerak
Keanekaragaman cagar budaya Indonesia dapat mencerminkan kekayaan sekaligus identitas bangsa. Sebagai identitas bangsa, cagar budaya Indonesia jumlahnya belum diketahui secara past...
Analisis Kelayakan Finansial Usaha Pembuatan Tempe di Kecamatan Wangi-wangi Selatan Kabupaten Wakatobi
Analisis Kelayakan Finansial Usaha Pembuatan Tempe di Kecamatan Wangi-wangi Selatan Kabupaten Wakatobi
Usaha pembuatan tempe sangat berperan penting dalam menyediakan lapangan kerja dan kesempatan kerja dalam upayah mendorong perkembangan daerah dan pedesaan. Penelitian ini bertujua...
SEJARAH BANTI-BANTI PADA MASYARAKAT DI KELURAHAN MANDATI 1 KECAMATAN WANGI-WANGI SELATAN KABUPATEN WAKATOBI
SEJARAH BANTI-BANTI PADA MASYARAKAT DI KELURAHAN MANDATI 1 KECAMATAN WANGI-WANGI SELATAN KABUPATEN WAKATOBI
ABSTRAK: Penelitian ini berutujuan untuk mendeskripsikan dan menguraikan sejarah, proses dan nilai-nilai yang terkandung dalam banti-banti pada masyarakat di Kelurahan Mandati I Ke...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature  Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2),  Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
ANALISIS PENGAWET NATRIUM BENZOAT, NATRIUM METABISULFIT DAN NATRIUM SIKLAMAT PADA SAOS DI PASARAN
ANALISIS PENGAWET NATRIUM BENZOAT, NATRIUM METABISULFIT DAN NATRIUM SIKLAMAT PADA SAOS DI PASARAN
Saos digunakan masyarakat sebagai bahan pendamping berbagai makanan. Saos dapat ditambahkan pengawet seperti natrium benzoat, natrium metabisulfit dan natrium siklamat. Penggunaan ...
STRATEGI PELESTARIAN BENDA CAGAR BUDAYA MELALUI DIGITALISASI
STRATEGI PELESTARIAN BENDA CAGAR BUDAYA MELALUI DIGITALISASI
Perkembangan teknologi digital dewasa ini dapat dimanfaatkan dalam upaya pelestarian cagar budaya dengan melalui digitalisasi. Kajian ini bertujuan untuk menjelaskan konsep digital...

Back to Top