Javascript must be enabled to continue!
PENDEKATAN PSIKONEUROIMUNOLOGI
View through CrossRef
AbstrakPsikoneuroimunologi merupakan konsep terintegrasi mengenai fungsi regulasi-imun untuk mempertahankan homeostasis. Untuk mempertahankan homeostasis, sistem imun berintegrasi dengan proses psikofisiologik otak, dan karena itu mempengaruhi dan dipengaruhi otak. Melalui pendekatan ini telah mulai dipahami mekanisme interaksi antara perilaku, sistem saraf, sistem endokrin, dan fungsi imun. Komponen perilaku dari interaksi ini melibatkan kondisioning Pavlov pada peningkatan maupun penekanan antibodi dan respon imun seluler. Kondisioning ini berekspresi sebagai efek pengalaman stress terhadap fungsi imun. Selanjutnya diketahui bahwa mekanisme terintegrasi ini berlangsung dalam ritme yang berkaitan dengan ritme lingkungan seperti ritme Sirkadian. Respon stress berkelanjutan berekspresi sebagai sindroma adaptasi umum. Sebagai respon akut dimulai dengan initial brief alarm reaction. Dalam tahap ini peningkatan sekresi cortisol pada aksis Hypothalamic-Pituitary-Adrenal (HPA) menimbulkan supresi pada sebagian besar fungsi imun dan peningkatan aktifitas sistem simpatis. Bila stress tidak dapat diatasi secara efektif, tahap kedua prolonged resistance period akan dimulai, dimana aktivasi aksis HPA akan menurun tetapi tidak pernah mencapai kondisi basal. Kegagalan berkelanjutan untuk mengatasi stress akan berakhir pada terminal stage of exhaustion and death. Aplikasi medis psikoneuroimunologi akan meningkatkan efektifitas terapi penyakit keganasan, gangguan kardiovaskular, penyakit infeksi, trauma fisik, transplantasi, dan gangguan jiwa.Kata kunci: aksis HPA, antibodi, aplikasi medis, cortisol, homeostasis, melawan atau lari, otak, Pavlov, perilaku, psikofisiologik, psikoneuroimunologi, sindroma adaptasi umum, sistem imun, sistem LS-NA, respon stress, ritme SirkadianAbstractPsychoneuroimmunology is an integrated concept of immune-regulatory function. To maintain homeostasis, the immune system is integrated with psychophysiological processes of the brain, and is therefore influenced by and capable of influencing the brain. Mechanism of interaction among behavior, neural, endocrine, and immune functions in adaptation to environmental stressors have come to light. The behavioral components of this interaction involve the Pavlov conditioning both in the enhancement and supression of antibody-and cell-mediated immune responses. This conditioning expressed as effects of stressful experiences on immune function. This integrated mechanism operated in a rhythmTINJAUAN PUSTAKA91related to environmental rhythm such as Circadian rhythm. Prolonged stress response will be expressed as general adaptation syndrome. As an acute response it will begin with initial brief alarm reaction. In this stage increased cortisol secretion in Hypothalamic-pituitary-adrenal (HPA) axis resulted in supression of main immune function and arousal of sympathetic system If the stress can not be coped effectivelly, a second stage of prolonged resistance period will begin, in which HPA axis activation will be decreased but never reach the basal condition. Continued failure to cope with the stress will end in terminal stage of exhaustion and death.Medical application of psychoimmunology can enchance the effectivity of the treatment of malignancy, cardiovascular disorder, infectious diseases, physical trauma, transplantation, and mental disorder.Key word : antibody, behavioral, brain, Circadian rhythm, cortisol, fight or flight, general adaptation syndrome, homeostasis, HPA axis, immune system, LC-NA system, medical application, Pavlov, psychoneuroimmunology, psychophysiological, stress responses
Title: PENDEKATAN PSIKONEUROIMUNOLOGI
Description:
AbstrakPsikoneuroimunologi merupakan konsep terintegrasi mengenai fungsi regulasi-imun untuk mempertahankan homeostasis.
Untuk mempertahankan homeostasis, sistem imun berintegrasi dengan proses psikofisiologik otak, dan karena itu mempengaruhi dan dipengaruhi otak.
Melalui pendekatan ini telah mulai dipahami mekanisme interaksi antara perilaku, sistem saraf, sistem endokrin, dan fungsi imun.
Komponen perilaku dari interaksi ini melibatkan kondisioning Pavlov pada peningkatan maupun penekanan antibodi dan respon imun seluler.
Kondisioning ini berekspresi sebagai efek pengalaman stress terhadap fungsi imun.
Selanjutnya diketahui bahwa mekanisme terintegrasi ini berlangsung dalam ritme yang berkaitan dengan ritme lingkungan seperti ritme Sirkadian.
Respon stress berkelanjutan berekspresi sebagai sindroma adaptasi umum.
Sebagai respon akut dimulai dengan initial brief alarm reaction.
Dalam tahap ini peningkatan sekresi cortisol pada aksis Hypothalamic-Pituitary-Adrenal (HPA) menimbulkan supresi pada sebagian besar fungsi imun dan peningkatan aktifitas sistem simpatis.
Bila stress tidak dapat diatasi secara efektif, tahap kedua prolonged resistance period akan dimulai, dimana aktivasi aksis HPA akan menurun tetapi tidak pernah mencapai kondisi basal.
Kegagalan berkelanjutan untuk mengatasi stress akan berakhir pada terminal stage of exhaustion and death.
Aplikasi medis psikoneuroimunologi akan meningkatkan efektifitas terapi penyakit keganasan, gangguan kardiovaskular, penyakit infeksi, trauma fisik, transplantasi, dan gangguan jiwa.
Kata kunci: aksis HPA, antibodi, aplikasi medis, cortisol, homeostasis, melawan atau lari, otak, Pavlov, perilaku, psikofisiologik, psikoneuroimunologi, sindroma adaptasi umum, sistem imun, sistem LS-NA, respon stress, ritme SirkadianAbstractPsychoneuroimmunology is an integrated concept of immune-regulatory function.
To maintain homeostasis, the immune system is integrated with psychophysiological processes of the brain, and is therefore influenced by and capable of influencing the brain.
Mechanism of interaction among behavior, neural, endocrine, and immune functions in adaptation to environmental stressors have come to light.
The behavioral components of this interaction involve the Pavlov conditioning both in the enhancement and supression of antibody-and cell-mediated immune responses.
This conditioning expressed as effects of stressful experiences on immune function.
This integrated mechanism operated in a rhythmTINJAUAN PUSTAKA91related to environmental rhythm such as Circadian rhythm.
Prolonged stress response will be expressed as general adaptation syndrome.
As an acute response it will begin with initial brief alarm reaction.
In this stage increased cortisol secretion in Hypothalamic-pituitary-adrenal (HPA) axis resulted in supression of main immune function and arousal of sympathetic system If the stress can not be coped effectivelly, a second stage of prolonged resistance period will begin, in which HPA axis activation will be decreased but never reach the basal condition.
Continued failure to cope with the stress will end in terminal stage of exhaustion and death.
Medical application of psychoimmunology can enchance the effectivity of the treatment of malignancy, cardiovascular disorder, infectious diseases, physical trauma, transplantation, and mental disorder.
Key word : antibody, behavioral, brain, Circadian rhythm, cortisol, fight or flight, general adaptation syndrome, homeostasis, HPA axis, immune system, LC-NA system, medical application, Pavlov, psychoneuroimmunology, psychophysiological, stress responses.
Related Results
Pendekatan dalam Penelitian Bahasa dan Sastra
Pendekatan dalam Penelitian Bahasa dan Sastra
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan penjelasan yang komprehensif mengenai berbagai pendekatan yang digunakan dalam penelitian bahasa dan sastra, baik dari segi teoritis maupu...
PENDEKATAN-PENDEKATAN YANG BISA DIGUNAKAN DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB
PENDEKATAN-PENDEKATAN YANG BISA DIGUNAKAN DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB
Melihat banyak pendidik yang masih belum berhasil mengajarkan bahasa arab walau sudah diajarkan selama bertahun-tahun. Hal ini perlu dilakukan dengan meneliti pendekatan yang bisa ...
Tanggung Jawab Perdata PerawatMantri Atas Praktek Tindakan Sirkumsi
Tanggung Jawab Perdata PerawatMantri Atas Praktek Tindakan Sirkumsi
ABSTRAK Polisi hendaknya dapat melakukan penegakan hukum dengan pendekatan yang lebih memenuhi keadilan, sehingga dalam penanganan perkara, tidak selalu harus menggunakan pendekata...
Pendekatan Eksperimental dalam Penelitian Komunikasi
Pendekatan Eksperimental dalam Penelitian Komunikasi
Pendekatan pendekatan pada penelitian Ilmu Komunikasi saat ini telah berkembang pesat. Paling tidak ada 3 (tiga) pendekatan yang dominan yaitu positivitik, interpretatif dan kritik...
PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN STEM: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW
PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN STEM: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW
Perkembangan teknologi yang begitu pesat memerlukan pembelajaran matematika yang terintegrasi pada teknologi, Sains dan Engineriing. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskr...
KEEFEKTIFAN PENDEKATAN PROSES DAN PENDEKATAN GENRE TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN ARGUMENTASI SISWA SMA
KEEFEKTIFAN PENDEKATAN PROSES DAN PENDEKATAN GENRE TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN ARGUMENTASI SISWA SMA
Artikel ini berkaitan dengan kemampuan menulis karangan argumentasi siswa SMA kelas X di Kabupaten Banyumas. Rumusan masalahnya adalah adakah perbedaan keefektifan penggunaan ...
PEMAHAMAN GURU TENTANG PENDEKATAN SAINTIFIK DAN IMPLIKASINYA DALAM PENERAPAN PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR
PEMAHAMAN GURU TENTANG PENDEKATAN SAINTIFIK DAN IMPLIKASINYA DALAM PENERAPAN PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR
Abstract:. Implementation of the 2013 Curriculum essentially sets out three main things, namely the application of integrated thematic learning, the use of scientific approaches to...
MEMADUKAN PENDEKATAN PSIKOLOGI DAN TASAWUF DALAM STUDI ISLAM
MEMADUKAN PENDEKATAN PSIKOLOGI DAN TASAWUF DALAM STUDI ISLAM
Abstrak : Pendekatan psikologi dan pendekatan tasawuf memiliki titik persamaan. Persamaannya ialah bahwa dalam diri manusia terdapat dua unsur; jasmani (raga, dzahir, tampak) dan r...

